Rahasia Ayah yang Tidak Diketahui Anaknya


Paternal_bonding_between_father_and_newborn_daughter
Ayah dan putrinya via selipan.com

Seorang ibu lebih kerap menelepon untuk menanyakan keadaan anaknya setiap hari, tetapi apakah kamu tau bahwa ayah yang mengingatkan ibu untuk meneleponmu?

Semasa kecil, ibulah yang lebih sering menggendongmu. Tapi apakah kamu tau bahwa ketika ayah pulang bekerja dengan wajah yang letih, ayahlah yang selalu menanyakan apa yang kamu lakukan seharian, walau beliau tak bertanya langsung kepadamu karena saking letihnya mencari nafkah dan melihatmu terlelap dalam tidur nyenyakmu?

Saat kamu sakit demam, ayah membentakmu “Sudah diberitahu, jangan minum es!” Lantas kamu merengut dan menjauhi ayahmu kemudian menangis di depan ibu.

Tapi apakah kamu tau bahwa ayahlah yang risau dengan keadaanmu, sampai beliau hanya bisa menggigit bibir melihatmu menahan rasa sakit?

Ketika kamu remaja, kamu meminta izin untuk keluar malam. Seorang ayah dengan tegas berkata “Tidak boleh!” Sadarkah kamu? Bahwa ayahmu hanya ingin menjagamu, beliau lebih tau dunia luar, dibandingkan kamu atau ibumu.

Karena bagi seorang ayah, kamu adalah sesuatu yang sangat berharga. Saat kamu sudah dipercayai olehnya, ayah pun melonggarkan peraturannya.

Terkadang, kamu melanggar kepercayaannya. Namun, ayahmu tetap setia menunggumu di ruang tamu dengan rasa risau, bahkan sampai menyuruh ibu untuk mengontak beberapa temanmu untuk menanyakan keadaanmu, “Dimana, dan sedang apa kamu di luar sana?”

Setelah kamu dewasa, walau ibu yang mengantar kamu ke sekolah untuk belajar, tapi taukah kamu, bahwa ayahlah yang berkata, ”Ibu, temanilah anakmu, aku pergi mencari nafkah dulu buat kita bersama”?

Di saat kamu merengek memerlukan ini-itu, untuk keperluan kuliahmu, ayah hanya mengerutkan dahi, tanpa menolak, beliau memenuhinya, dan cuma berpikir, kemana harus mencari uang tambahan, padahal gaji pas-pasan dan sudah tidak ada lagi tempat untuk meminjam.

Saat kamu berjaya. Ayah adalah orang pertama yang berdiri dan bertepuk tangan untukmu. Ayahlah yang mengabari sanak saudara, “Anakku sekarang sukses.” Walau kadang kamu cuma bisa membelikan baju koko, itu pun cuma setahun sekali. Ayah tetap akan tersenyum bangga.

Dalam sujudnya, ayah juga tidak kalah dengan do’a yang dipanjatkan ibu, bedanya, ayah simpan do’a itu dalam hatinya. Sampai kamu menemukan jodohmu, ayahmu akan sangat berhati-hati mengizinkannya.

Dan akhirnya, saat ayah melihatmu duduk di atas pelaminan bersama pasanganmu, ayah pun tersenyum bahagia. Lantas pernahkah kamu memergoki, bahwa ayah sempat pergi ke belakang dan menangis? Ayah menangis karena ayah sangat bahagia. Dan beliau pun berdoa, “Ya Allah, tugasku telah selesai dengan baik. Bahagiakanlah putra putri kecilku yang manis bersama pasangannya.”

“Pesan ibu ke anak untuk seorang ayah”

Anakku..

Memang ayah tidak mengandungmu,

tapi darahnya mengalir di darahmu, namanya melekat di namamu …

Memang ayah tak melahirkanmu,

Memang ayah tak menyusuimu,

tapi dari keringatnyalah setiap tetesan yang menjadi air susumu …

 

Nak …

Ayah memang tak menjagaimu setiap saat,

tapi taukah kau dalam do’anya selalu ada namamu disebutnya …

Tangisan ayah mungkin tak pernah kau dengar karena dia ingin terlihat kuat agar

kau tak ragu untuk berlindung di lengannya dan dadanya ketika kau merasa tak aman …

 

Pelukan ayahmu mungkin tak sehangat dan seerat bunda, karena kecintaannya,

dia takut tak sanggup melepaskanmu …

Dia ingin kau mandiri, agar ketika kami tiada kau sanggup menghadapi semua sendiri …

 

Bunda hanya ingin kau tau nak …

bahwa …

Cinta ayah kepadamu sama besarnya dengan cinta bunda …

Anakku …

Jadi didirinya juga terdapat surga bagimu…

Maka hormati dan sayangi ayahmu.

 

THANKS DAD

Komentar:

Komentar