Ingin Kaya? Pahami Dulu Perbedaan Kelas Menengah Dengan Orang Kaya


Beberapa dekade terakhir ini, data menunjukkan bahwa golongan kelas menengah ini semakin menyusut. Ini berarti kamu mungkin tidak menjadi orang kelas menengah di kemudian hari. Bisa jadi kamu menjadi si miskin atau si kaya. Nah, sisi mana yang kamu inginkan?

 

Mudahnya, jika kamu ingin di sisi si kaya mulailah berpikir seperti orang kaya. Inilah 10 hal yang membedakan golongan kelas menengah dan orang kaya yang wajib kamu tahu.

 
1. Kelas menengah hidup dengan nyaman sedangkan si kaya “menerima” dengan senang hati ketidaknyamanan

middle class and rich differences

 

 

Memang sangat nyaman bekerja di sebuah pekerjaan yang “aman”. Sangat nyaman juga bekerja untuk orang lain. Kelas menengah  berpikir hidup nyaman berarti hidup bahagia, tetapi si kaya menyadari bahwa di segala situasi, hidup itu tidak nyaman.  Itu sebabnya banyak yang takut memulai bisnis sendiri karena harus siap-siap “sengsara” dulu.

 

Keluar dari zona nyaman. Lihatlah pilihan yang kamu punya. Setidaknya kamu akan memiliki sedikit ketidaknyamanan jika kamu ingin kaya. Mungkin kamu akan gagal dan itu hal yang bagus karena jika kamu tidak jatuh berarti kamu belum melakukan banyak hal.  Ya, kan?

 

2. Kelas menengah hidup dengan pengeluaran lebih besar dari pendapatan, sementara si kaya di bawahnya

 

 

Kamu tidak akan mencapai standar milyuner hanya dengan mobil seharga 100,000 dollar atau rumah jutaan dollar. Orang kaya menghabiskan uang mereka dengan membeli aset dan mereka hidup dengan pengeluaran di bawah pendapatan mereka. Orang kaya mengendarai mobil yang usianya sudah beberapa tahun lamanya dan mereka tidak membeli mobil itu baru.  Nggak percaya?   Ini didapat berdasarkan penelitian dari buku “The Millionaire Next Door”. Bahkan meski orang kaya dapat membeli mobil mewah Escalade, mereka biasanya tidak membelinya.

 

Ingatlah jika kamu mampu menghasilkan 1.000.000 dollar per tahun dan kamu menghabiskan 1.000.000 dollar per tahunnya, kamu akan tetap bangkrut!
3. Kelas menengah berjuang menaiki tangga perusahaan sedangkan si kaya memilikinya

Middle class corporate

 

Kelas menengah cenderung bekerja untuk orang lain. Mereka memiliki pekerjaan. Sebuah karir. Kelas menengah atas cenderung bekerja sendiri. Mereka “memiliki” pekerjaan. Sedangkan si kaya cenderung memiliki bisnis. Mereka memiliki tangga perusahaan yang kelas menengah sibuk kerjakan. Si kaya mengerti bahwa ia membutuhkan banyak orang untuk bekerja pada mereka untuk menghasilkan banyak uang. Si kaya juga menyadari kekuatan dari penghasilan pasif.
4. Kelas menengah berteman dengan siapa saja, si kaya memilih dengan bijak

rich and middle class friends

 

Si kaya mengerti bahwa ketika berkumpul dengan orang –orang sukses, kesuksesanmu sendiri akan mengikuti. Kebalikannya, jika kamu berkumpul dengan orang-orang yang tidak sukses, cenderung memiliki efek antisipasi. Pendapatanmu biasanya akan sama dengan rata-rata dari pendapatan tiga orang terdekatmu. Jika kamu ingin menghasilkan lebih banyak, bergaullah dengan orang-orang yang memiliki penghasilan lebih banyak juga. Ini seperti menjajarkan pola pikirmu dengan pola pikir orang-orang sukses. Jika kamu ingin kaya, kamu juga harus berpikir seperti orang kaya.

 

5. Kelas menengah bekerja untuk menghasilkan, sedangkan si kaya bekerja untuk belajar

work to learn, not to earn

 

Kelas menengah mudah sekali dibujuk untuk mengganti pekerjaan mereka ketika seseorang menawarkan uang lebih. Si kaya mengerti bahwa bekerja bukanlah tentang uang saja terutama di tahun-tahun awal. Yang mungkin berarti bekerja di bidang sales untuk lebih mengerti dunia sales. Atau bisa berarti kamu bekerja di bank untuk lebih memahami dunia akuntansi.

 

Jika kamu ingin kaya, kamu harus bekerja untuk mempelajari kemampuan yang diperlukan untuk menjadi kaya. Kebanyakan orang kaya mendapatkannya dengan gaji yang tinggi.

 

6. Kelas menengah memiliki benda, si kaya memiliki kemampuan yang diperlukan untuk menjadi kaya. 

 

 

Kembali kepada mobil mewah dan rumah besar. Disitulah golongan kelas menengah menghabiskan uang mereka. Berkendaralah mengelilingi lingkungan kelas menengah dan kamu akan melihat mobil-mobil keluaran terbaru, landscape mahal, dan rumah mewah. Orang kaya mengerti untuk menjadi kaya, kamu harus menginginkan uang dibandingkan dengan kamu menginginkan barang. Jika kamu tetap membeli barang, uangmu akan berlalu begitu saja.

 

7. Kelas menengah fokus pada menabung, si kaya fokus untuk terus menghasilkan

 

 

 

 

Menabung itu penting. Berinvestasi lebih penting, tapi menghasilkan adalah fondasi untuk keduanya. Kamu mengerti bahwa kamu butuh untuk menabung dan berinvestasi tapi untuk mencapai hasil yang luar biasa, kamu harus menghasilkan lebih banyak. Orang kaya menyadari hal ini dan bekerja untuk membuat lebih banyak kesempatan untuk menghasilkan dan menghasilkan lebih banyak dari kesempatan yang mereka punya. Jika kamu ingin menjadi kaya, bertumpulah pada kemampuan menghasilkanmu buka pada kemampuan menyimpanmu.

 

8. Cara pandang terhadap uang berbeda antara si karyawan dan si kaya

middle class and rich money

 

 

Membuat keputusan finansial berdasarkan hawa nafsu tanpa berpikir secara rasional akan menghancurkan keuanganmu. Warren Buffet menjelaskan bahwa berinvestasi memiliki kaitan erat dengan mengontrol emosimu dibandingkan dengan uang. Emosi adalah yang menyebabkan orang membeli tinggi dan menjual rendah. Perasaan ingin cepat-cepat kaya juga menciptakan kesepakatan bisnis atau investasi yang berbahaya.

 

9. Si karyawan menganggap remeh potensi mereka, orang kaya membuat tujuan besar mereka

middle class and rich goals

 

Kelas menengah membuat sebuah tujuan. Terkadang. Hanya kapasitas tujuan itu yang berbeda dari kelas menengah ke orang kaya. Kelas menengah membuat tujuan yang “aman” yang mudah untuk dicapai. Si kaya membuat tujuan yang terlihat tidak mungkin, sulit atau gila. Tapi mereka tahu bahwa tujuan itu mungkin dicapai. Semua itu kembali lagi ke memiliki pola piker yang sesuai.

 

Ketika kamu membuat tujuanmu, tanyalah pada diri sendiri apakah bisa lebih besar. Tanyakan pada diri sendiri pakah hal itu yang bisa kamu lakukan atau kamu bisa melakukan lebih. Saya rasa kamu bisa melakukan lebih.

 

10. Si karyawan percaya pada kerja keras, si kaya percaya pada pengaruh

rich and middle class workers

 

Kamu tidak bisa menjadi kaya dengan dirimu sendiri. Kamu harus menggunakan pengaruh untuk benar-benar menjadi kaya dan tetap menjadi kaya. Pengaruh bekerja dengan banyak cara dari sumber luar hingga investasi. Semakin banyak pengaruh yang dapat digabungkan, semakin banyak waktu yang kamu bebaskan untuk berfokus kerja pada hal yang benar-benar penting di bisnis dan kehidupanmu.

 

Beberapa perbedaan antara kelas menengah dan si kaya sangat luas, sedangkan yang lainnya hanya terkesan simpwl dan kecil. Fakta pentingnya adalah jika kamu ingin menjadi kaya, kamu harus berpikir seperti orang kaya dan melakukan hal yang orang kaya lakukan.

 

Sumber: lifehack.org

Komentar:

Komentar