Bisnis dengan Modal Minim? Mungkin Saja! Seperti Ini Nih Caranya

Mungkin-mungkin aja. Nggak percaya? Coba baca dulu, deh.

Perkembangan bisnis di Indonesia akhir-akhir ini bisa dibilang semakin menjanjikan, apalagi setelah booming-nya bisnis online atau e-commerce. Berbagai produk dan jasa seperti makanan dan minuman, obat-obatan, gadget, peralatan rumah tangga, rental mobil, travel, sampai tour guide wisata bisa kamu temui dengan mudah.

Menjalankan bisnis itu memang nggak mudah, tapi juga nggak sepenuhnya susah. Besaran modal di awal memang bisa mempermudah pertumbuhan bisnis, tapi nggak bisa dijadikan sebagai parameter kesuksesan suatu bisnis. Ada kok bisnis dengan modal besar yang malah bangkrut atau bisnis dengan modal minim yang jadi sukses.

Jadi kalau kita ingin berbisnis dengan modal minim, apa saja langkah-langkah yang harus dilakukan?

1. Tentukan konsep yang tepat

via Free-Photos / Pixabay

Sebelum mulai berbisnis, ada banyak hal yang harus dipikirkan. Bukan hanya karena kamu ingin cari tambahan uang jajan terus pingin coba jualan. Tentukan terlebih dahulu apa yang ingin kamu jual, bagaimana cara menjualnya, tempat penjualannya, target pasar, strategi pemasaran, dan yang paling penting model bisnisnya.

Untuk model bisnis, ada kok yang nggak butuh banyak biaya, misalnya aja dropship atau affiliate. Dengan pemilihan konsep yang tepat, maka kamu bisa menekan dan menghindari pengeluaran-pengeluaran yang tidak perlu.

2. Belajar cara baca laporan keuangan

via rawpixel / Pixabay

Ini adalah syarat wajib buat semua orang yang ingin menjadi wirausaha. Nggak peduli sekecil apapun bisnismu, kamu harus bisa baca laporan keuangan. Syukur-syukur nantinya juga bisa bikin laporan keuangan juga.

Kenapa kok harus bisa baca laporan keuangan?

Karena kalau kamu bisa baca laporan keuangan, nantinya kamu bakal bisa mengambil keputusan terkait bisnismu dengan menggunakan data dan fakta, bukan sekedar pakai perasaan atau intuisi. Dengan begitu kamu bisa menentukan sesuatu dengan lebih efektif dan efisien.

Untuk cara belajarnya sendiri gampang kok. Kamu tinggal cari aja laporan keuangan perusahaan tertentu di Google. Misalnya Indofood, Unilever, Telkom, Mayora, atau perusahaan-perusahaan gede lainnya. Kalau ada istilah-istilah yang tidak dimengerti, bisa cari-cari sendiri di internet.

3. Maksimalkan sumber daya yang ada

via rawpixel / Pixabay

Manfaatkan semua sumber daya yang kamu punya semaksimal mungkin. Misalnya kalau butuh admin buat balesin chat tapi duit kurang buat rekrut orang, ajak aja adik atau temanmu untuk sementara buat bantuin. Atau kalau saat ini bisnismu bisanya dropship ya dropship aja. Jangan maksa buat jadi reseller atau nyetok barang.

Contoh lainnya, kalau kamu nggak ada alokasi dana buat marketing, ya promosi gratis aja lewat media sosial atau mulut ke mulut ke teman atau keluarga. Intinya, pakai dan gunakan apa yang kamu miliki semaksimal dan sekreatif mungkin, supaya kamu nggak perlu sampai pinjam atau berhutang untuk memulai bisnis.

4. Jangan terburu-buru menambah aset

via StartupStockPhotos / Pixabay

Nah, kalau bisnis udah mulai berkembang, jangan terburu-buru dalam mengambil keputusan. Gunakan pengetahuan yang kamu dapat dari poin kedua untuk menentukan kapan waktu yang tepat untuk melebarkan bisnismu. Misalnya hanya karena duit udah cukup buat beli 1 mobil lagi untuk disewakan, bukan berarti kamu bisa langsung beli mobil. Pertimbangkan aspek yang lain seperti SDM, marketing, atau fasilitas penunjang yang lain.

5. Bentuk tim

via StartupStockPhotos / Pixabay

If you want to go fast, go alone. If you want to go far, go together.

Ini merupakan mindset yang wajib kamu miliki dalam berbisnis. Dengan membentuk tim, kamu nggak perlu menanggung semua tanggung jawab sendirian. Kamu bisa membagi tanggung jawab tersebut ke beberapa orang sehingga kamu bisa fokus ke hal yang lebih penting. Kalau masih awal, sendirian juga nggak masalah, lagian bisnisnya juga belum begitu besar, kan? Nah, kalau sudah mulai tumbuh, prioritaskan profit yang kamu dapat untuk membentuk tim. Ingat-ingat lagi kalimat terakhir di poin keempat.

BTW, prioritaskan disini bukan berarti langsung bentuk tim lengkap seperti operasional, marketing, keuangan, admin, atau teknis sekaligus, ya. Tapi tambahkan secara bertahap dengan memperhatikan aspek yang lain sesuai kebutuhan. Nggak lucu kan kalau tim udah lengkap tapi fasilitas nggak memadai? Atau timnya lengkap tapi duit buat gaji kurang?

Kelima saran di atas kedengarannya memang ribet dan bikin pusing, tapi kalau bisa mengeksekusinya dengan baik, kamu bisa memperbesar peluang bisnismu untuk tumbuh lebih baik.

Kalau kamu punya saran lain, bisa kok membagikannya di kolom komentar biar sama-sama belajar. Ditunggu, ya.

Komentar:

Komentar