6 Tips Buat Kamu yang Akan Sangat Berguna di Saat-Saat Kritis dan Genting


Hidup itu sulit ditebak. Detik ini kamu merasa semuanya baik-baik aja, tapi beberapa detik kemudian tiba-tiba semuanya mendadak berubah. Dari yang awalnya kamu tengah jalan-jalan santai bareng teman, tiba-tiba ada orang yang jatuh pingsan tergeletak tak berdaya tepat di depan mata kamu, misalnya.

Kalau udah gitu, kamu mesti ngapain? Jawaban logisnya, ya telepon ambulans lah. Tapi, kalau ponsel kamu kebetulan habis baterai? Duh…

Itu sebabnya sekarang kita bahas tips-tips yang akan berguna semisal kamu menemui situasi kritis. Karena itu tadi, kita nggak pernah tahu kapan kita akan mengalaminya.

1. Bawa Selalu Uang Tunai dan Ponsel yang Baterainya Terisi Penuh Saat Meninggalkan Rumah

ponsel-uang
via spesialhp.com

Zaman sekarang kayanya orang nggak perlu dikasih tahu buat bawa ponsel, yah. Ponsel udah jadi barang wajib yang perlu dibawa kemana pun dan kapan pun, biarpun yang dilakukan cuma main game, hehehe.

Tapi siapa yang berani menyatakan kalau setiap orang pasti nggak lupa buat ngisi baterainya saat mau meninggalkan rumah? Pasti ada aja orang yang lupa atau nggak sempat melakukannya. Apalagi dengan banyaknya aplikasi di ponsel cerdas, baterai pun bisa cepat habis.

Ponsel itu bisa berguna buat kamu dan juga orang lain. Kaya contoh yang disebutkan sebelumnya, kamu bisa minta bantuan kalau-kalau ada orang di sekitarmu yang membutuhkannya.

Coba bayangin jika kamu kebetulan menemukan korban penculikan di sebuah gudang terbengkalai. Saat si korban meminta kamu menghubungi polisi, nggak lucu kan kalau kamu jawab, “SSST… jangan berisik. Tunggu sebentar, saya mau nge-charge ponsel saya dulu. Ngomong-ngomong, kamu punya power bank?”

Sedangkan untuk masalah uang tunai, kamu juga mesti membawanya kalau kamu pergi, nggak peduli sekarang pembayaran non-tunai udah marak dilakukan. Kalau misalkan ban kendaraan kamu bocor di tengah jalan, apa kamu mau nyodorin kartu kredit ke tukang tambal ban?

2. Nggak Ada Salahnya Meminta Maaf Jika Kamu Nggak Sengaja Menubruk Seseorang

1-22
via storiesofworld.com

Maksudnya bukan menabrak orang lain memakai mobil atau motor ya, meskipun dalam situasi seperti itu juga kamu harus minta maaf.

Yang dimaksud di sini lebih kepada menyenggol bagian tubuh seseorang dengan badan kamu. Bahkan jika kamu ngerasa bukan kamu yang salah, minta maaf aja, karena kamu nggak tahu siapa orang asing yang kamu senggol itu.

Gimana kalau dia ternyata bos mafia? Bisa-bisa kamu “diberi tawaran yang tidak bisa ditolak” lho, kaya di film The Godfather, hehehe. Situasi sesederhana ini bisa berubah 180 derajat jadi situasi pelik nan serius.

3. Hal yang Harus Kamu Lakukan Begitu Menjejakkan Kaki di Pesawat

14358060-12307810-3-0-1489679729-1489679765-650-1-1489679765-650-125153c49e-1495478828
via brightside.me

Jangan merhatiin pramugari-pramugari yang cantik terus!

Well, boleh aja sih. Tapi kamu juga jangan lupa buat menghitung jumlah baris kursi yang memisahkan kursi tempat kamu duduk dan pintu emergensi terdekat. Lalu kamu ingat baik-baik.

Alasannya, buat jaga-jaga kalau ada sesuatu yang tak diinginkan selama perjalanan kamu menggunakan pesawat (amit-amit deh, tapinya). Pencahayaan nggak akan begitu bagus dalam memandu mata kamu jika ada asap.

4. Pergelangan Tangan yang Kuat = Cengkraman yang Kuat

Hand-Gripper-Pulses
via stylecraze.com

Nggak semua orang punya kehidupan seperti di film/games Indiana Jones atau Tomb Raider, yang mesti bergelantungan di pohon atau celah dinding batu. Dan nggak mungkin kan kamu loncat-loncatan melewati atap rumah demi rumah cuma buat berangkat sekolah/ngantor?

Tapi, nggak ada salahnya juga buat menyempatkan diri melatih kekuatan pergelangan tangan kamu demi keselamatan. Yah, nggak perlu membayangkan situasi kaya di film, lah. Ambil contoh kecil dalam kehidupan sehari-hari aja; seperti benerin genteng yang bocor atau pasang antena.

Jadi kalau misalnya kaki kamu terpeleset, kamu bisa mengandalkan cengkraman tangan kamu yang kuat pada ujung genteng.

Dan kamu pun bisa sekalian membayangkan diri seakan-akan lagi berada di tepian jurang, walaupun sebenarnya jarak antara kamu dan tanah cuma satu meter.

5. Yang Harus Kamu Lakukan Saat Dibuntuti Orang yang Mencurigakan dan Tak Dikenal

followed-by-stranger
via hipwee.com

Kalau poin yang ini emang terkadang terjadi juga di dunia nyata; bukan hanya terjadi di film. Tapi kalau kamu sulit membayangkannya, mari kita ingat-ingat apa yang seringkali dilakukan karakter dalam film yang tengah dibuntuti penjahat:

Pertama, mereka celingak-celinguk ke belakang dengan memasang muka ketakutan. Kedua, kepala mereka nunduk sembari terus mempercepat langkah. Ketiga, mereka berteriak sekencang-kencangnya saat langkah mereka mulai tersusul si penjahat (tapi selalu nggak ada yang denger teriakan mereka).

Jangan meniru cara mereka, karena dengan begitu kamu sama aja mengundang si pembuntut untuk terus mengikuti kamu. Lebih baik pelankan kecepatan langkahmu dan jangan menunduk. Kalau kamu mau mengecek si pembuntut, lirik dengan sudut matamu.

Atau kamu bisa menatap langsung mata si pembuntut. Dan jangan lupa beri mereka tatapan mata yang tajam sebelum mengalihkan pandanganmu ke arah samping (jangan nunduk, ingat!).

6. Bagaimana Jika Kamu Ingin Keluar dari Mobil yang Tenggelam?

car-underwater-sinking-escape
via guff.com

Kebanyakan orang pasti panik kalau berada dalam situasi ini. Saya salut jika ada orang yang bisa menghadapinya dengan kalem.

Tapi sebisa mungkin, kita memang nggak boleh membiarkan rasa panik mengambil alih diri kita saat ada dalam situasi sekritis ini.

Bila mobil yang kamu kendarai tercebur, entah itu ke dalam sungai, danau, atau laut, keluar dari mobil lewat jendela. Lewat jendela, bukan pintu.

Kamu bisa coba buka jendela mobil. Tapi jika usaha kamu berujung sia-sia, pecahkan saja jendelanya!

Semoga 6 tips di atas bisa menambah sisi kewaspadaan kamu saat menjalani hidup sehari-hari. Oke, kawan!?

Sumber: Brightside.me

Komentar:

Komentar