5 Sosok yang Dulunya Pernah Berjaya Namun Kini Sebaliknya, Bukti Bahwa Dunia Memang Berputar!


Sejatinya kita sebagai manusia memang tidak boleh sombong, karena apa yang kita miliki saat ini tak pernah abadi. Buat kamu yang kini berada di posisi atas atau puncak, nggak perlu meremehkan dan lantas mengambil hak orang-orang di bawah kamu, sekali lagi karena kita tak tahu nasib kita bagaimana sedetik atau dua detik kemudian. Ada orang yang dulunya sangat terkenal dan berkuasa, namun semua kejayaannya diambil seketika dan kini menjadi bukan siapa-siapa.

Contohnya seperti 5 sosok di bawah ini yang dulunya sangat berjaya, namun kini malah mengalami nasib yang sebaliknya. Semoga bisa menjadi pelajaran buat kita semua ya!

1. Gurnam Singh

via boombastis.com

Mungkin tak banyak yang tahu sosok ini sekarang, karena di jaman milenial ini sosoknya memang sudah tak dikenal lagi. Gurnam Singh merupakan seorang atlet cabang atletik yang memperoleh penghargaan di ajang ASEAN Games ke-4 di Jakarta. Bahkan karena kehebatannya, Gurnam Singh mendapat hadiah berupa 20 ekor sapi dan 2 unit mobil dari presiden Soekarno. Namun sayang, setelah pergantian presiden dan kekuasaan, namanya tak lagi terdengar berganti dengan deretan orang hebat lainnya yang menghilangkan bekas Gurnam Singh di mata masyarakat.

Gurnam Singh pun harus rela digusur dari rumah kediamannya karena tidak memiliki IMB. Hutang pun terus menggerogotinya sampai ia hanya memiliki sebuah sepeda butut yang menemaninya pergi kemana-kemana. Medali serta penghargaan yang pernah ia terima terpkasa dijual untuk tetap[ bertahan hidup. Mengenaskan bukan?

2. Norman Kamaru

via boombastis.com

Masih inget kan sosok yang satu ini? Norman Kamaru merupakan seorang anggota kepolisian yang melejit dengan tembang lip-sync “Chaya-chaya” yang ia lantunkan lewat Youtube. Seketika banyak orang yang memuji kepiawaian dan kepercayaan dirinya dalam menari. Norman Kamaru pun banyak mendapat panggilan pentas yang mengharuskannnya berseragam dinas. Tapi sayang, karirnya harus meredup seketika saat Kepolisan memberhentikannya karena dianggap mangkir dari pekerjaan selama 84 hari berturut-turut.

Norman yang masih berharap ‘rezeki’ dari jalur hiburan pun harus memendam kekecewaan karena selepas ia tidak menjadi anggota polisi lagi popularitasnya turun drastis. Dan kini ia pun harus menyambung hidup dengan berjualan bubur Manado di kawasan ibukota.

3. Septi Saroinsong

via boombastis.com

Septi Saroinsong merupakan salah satu anggota DPRD Minahasa yang dulunya sangat terkenal. Ia tenar dengan gerakan dan suaranya yang sangat pro terhadap rakyat. Mantan aktivis ini pun menduduki jabatan yang strategis di pemerintahan dengan gaji yang melimpah.

Namun takdir berkata lain, kini ia harus dipindahtugaskan menjadi Kepala Lingkungan yang tugasnya setiap hari mengangkut sampah. Tentu saja besaran imbalan yang ia terima sangat beda hampir 180 derajat dibandingkan dengan imbalan yang ia terima saat masih menjabat di kursi wakil rakyat.

4. Tati Soemirah

via boombastis.com

Sosok mantan atlet yang satu ini juga harus menerima nasib yang sama seperti tiga sosok lain diatas. Dulunya Tati Soemirah merupakan seorang atlet kawakan yang sering menerima penghargaan di cabang bulu tangkis pada tahun 1980-an. Perempuan kelahiran 1965 ini sangat berprestasi dan berhasil mengharumkan nama Indonesia di masanya.

Sayang masa kejayaan itu tak berlangsung lama. Ia pun harus menjalani beberapa profesi yang kurang mengenakkan seperti menjadi kasir di swalayan serta membuka persewaan playstation usai ketenarannya menurun. Ia juga harus rela menjual beberapa barang kesayangannya untuk dijadikan modal hidup, tentu ini snagat berbeda sekali dengan kondisinya saat masih menjadi atlet terkenal.

5. Ken-ken

via boombastis.com

Serial Wiro Sableng sangat terkenal di era-nya, dan Ken ken sebagai pemerannya pun sangat berjaya di masa itu. Ia dikenal dimana-mana dan popularitasnya meningkat tajam sejak ia menjadi Wiro Sableng. Tapi sayang, ia lupa daratan ketika karirnya memuncak. Ia sangat boros dan tak bisa mengatur keuangan, bahkan ia menggunakan uangnya untuk hal-hal yang tidak seharusnya. Berkat tabiatnya sendiri, ia pun akhirnya jatuh miskin dan tak ada harta bendanya lagi yang tersisa. Bahkan untuk makan sehari-hari ia pun harus hutang sana-sini.

 

Terbukti kan kalau roda kehidupan selalu berputar? Kamu yang dulu diatas nggak selamanya diatas dan yang dibawah pun nggak akan kekal terus di bawah. Semua ada masanya tergantung sikap dan ikhtiar yang kita lakukan.

So, buat para boss, CEO, atau petinggi di bidang apapun jangan sekali-sekali bersikap sombong ya, apalagi merasa tidak membutuhkan orang-orang yang ada di bawah kalian sampai mengambil atau mengurangi haknya. Karena bisa jadi, nasib kalian bisa berubah 180 derajat karena doa-doa orang yang terzalimi akan sikap dan tindakanmu. Bisa jadi pula, apa yang kalian miliki sekarang hilang seketika karena sebuah kesombongan. Ingat, dunia pasti berputar dan nggak selamanya terus berada diatas 🙂

Komentar:

Komentar