10 Pengalaman Seru Ini Cuma Dilalui Mahasiswa Kedokteran, Lho!


Setiap jurusan kuliah punya cerita tersendiri. Semuanya menjadi bagian dari pengalaman hidup saat menuntut ilmu dan proses pendewasaan diri yang paling mengena bagi pribadi setiap mahasiswanya. Salah satunya adalah jurusan kedokteran yang punya banyak cerita dan pengalaman menarik. Tentu saja jurusan ini punya sistem perkuliahan yang berbeda. Setelah menjalani kuliah lantas tak serta merta bekerja seperti jurusan kebanyakan lainnya, ada proses lain yang harus dijalani.

Hal ini membuat jurusan kedokteran memiliki ceritanya sendiri. Setiap mahasiswa kedokteran tentunya punya beberapa pengalaman yang dilalui saat menyelesaikan studinya. Simak 10 pengalaman yang hanya dilalui oleh mahasiswa kedokteran.

1. Baca buku setebal bantal jadi rutinitas sehari-hari

siap dengan seabreg buku tebal via idntimes.com
siap dengan seabreg buku tebal via idntimes.com

Dunia kedokteran terus berkembang. Setiap hari ada ilmu baru dan tentunya penyakit baru yang ditemukan, dan ini semua harus diketahui oleh calon dokter di seluruh dunia. Tapi tunggu dulu, jangankan update informasi terbaru yang jadi tuntutan, kitab kedokteran yang harus diketahui secara dasar saja tebalnya sudah seperti bantal.

Gak kebayang ada banyak buku yang harus dibaca setebal itu dan tentu saja tidak sekedar dibaca, karena semua materi akan ada di ujian tertulis dan lisan. Belum lagi implementasi teori ke dalam kegiatan praktikum dan tugas lainnya. Huff!

2. Praktikum dan praktikum terus akan membuat kemampuan semakin terasah

tiada hari tanpa praktikum, duh sibuknya.. via sinarharapan.co
tiada hari tanpa praktikum, duh sibuknya.. via sinarharapan.co

Dokter adalah praktisi profesional yang menerapkan teori keilmuwan secara langsung kepada pasien. Tentu saja untuk mempersiapkan hal ini, mahasiswa kedokteran akan melakukan praktikum dan praktikum lagi. Semua teori akan diuji di lab untuk mengetahui secara benar sesuai dengan standar keilmuwan kedokteran.

3. Bedah mayat butuh mental yang kuat

mayat adalah makanan sehari-hari via 1.gvt0.com
mayat adalah makanan sehari-hari via 1.gvt0.com

Poin ini bisa jadi hal paling serem buat orang awam. Ya, gak semua orang itu bisa sangat-sangat bernafsu dengan mayat. Mahasiswa kedokteran harus punya mental yang kuat untuk membongkar onderdil manusia secara detail, layaknya boneka yang mesti dipahami setiap jengkalnya untuk mengetahui penyakit atau organ tertentu lebih mendalam.

4. Darah bukan lagi hal yang menakutkan

jangan kuliah d kedokteran kalau masih takut darah via bijaks.net
jangan kuliah di kedokteran kalau masih takut darah via bijaks.net

Ada beberapa orang yang bisa pingsan ketika melihat darah. Tapi ini gak berlaku buat mahasiswa kedokteran, si calon dokter. Baik darah luka atau saat transfusi darah yang terkesan biasa saat melakukan donor darah. Mahasiswa kedokteran biasanya melakukan transfusi darah kepada rekan sesama mahasiswa kedokteran untuk mempraktekkan keilmuwannya. Gak kebayang deh mainan darah kayak sirup.

5. Dianggap keren dan kaya sudah biasa, tapi kenyataan belum tentu sama

pastinya kaya dan keren dari luar via luqmanarifin.com
pastinya kaya dan keren dari luar via luqmanarifin.com

Di luar sana, pemikiran tentang mahasiswa kedokteran yang kaya dan jadi jurusan yang memiliki pamor teratas masih sering dijumpai. Jadi seringkali ketika mahasiswa kedokteran berkenalan dengan orang baru, biasanya tanggapannya akan sangat luar biasa. Mahasiswa kedokteran ini bisa langsung diminta jadi mantu ama ibu-ibu yang baru kenal.

Sebagian juga menganggap bahwa mahasiswa kedokteran adalah orang kaya. Tapi ternyata gak semua seperti itu lho. Ada kok mahasiswa kedokteran dari keluarga sederhana dan bersahaja. So, poin ini bisa jadi meluruskan paradigma kamu tentang mahasiswa kedokteran secara umum ya.

6. Jaga malam melebihi satpam bukan perkara mudah, tapi demi pasien semuanya tak jadi masalah

siap-siap ngantuk pas koas jaga malam via kompasiana.com
siap-siap ngantuk pas koas jaga malam via kompasiana.com

Pada saat koas, tak jarang para dokter muda ini harus melakukan jaga malam yang sangat berat. Tentunya lebih berat dari pak satpam yang jaga rumah sakit. Pada saat tertentu, seorang dokter koas bisa melakukan piket hingga 32 jam. Tentunya hal ini bukan kegiatan main-main. Kesehatan dipertaruhkan demi pasien yang tiba-tiba datang ke rumah sakit.

7. Pasien marah sudah biasa, jadi pihak yang bersalah sudah lumrah

kena marah itu biasa via detik.com
kena marah itu biasa via detik.com

Para calon dokter ini juga tak luput dari komplain para pasien yang merasa pelayanan yang diterima tidak memuaskan. Ya jelas aja, kan belum jadi dokter beneran. Biasanya juga dokter muda yang masih koas ini mendapatkan tekanan tak hanya dari pasien, tapi juga dokter senior dan perawat senior. Disini kemampuan keilmuwan tidak hanya diuji, tapi juga mental baja yang digembleng untuk menghasilkan dokter-dokter profesional bermental baja.

8. Bangga saat pasien sembuh menjadi salah satu penyemangat paling ampuh

senyum pasien adalah kebanggan hidup via argaaditya.com
senyum pasien adalah kebanggan hidup via argaaditya.com

Setelah puas dicaci maki keluarga pasien, pengalaman seru lainnya adalah ucapan terima kasih atau setidaknya bisa melihat pasien yang ditangani pulang dengan wajah ceria. Di sini kebanggaan bercampur dengan haru serta bahagia tersirat di senyum tipis sambil mata berkaca-kaca. Horeee..

9. Perjuangan mendapatkan gelar di depan mata, saatnya bersiap jadi pribadi dengan sejuta visi

yudisium dulu baru bisa bergelar dokter via malahayanti.co.id
yudisium dulu baru bisa bergelar dokter via malahayanti.co.id

Setelah kuliah 4 tahun ditambah dengan koas 1,5 tahun, mahasiswa kedokteran ini belum sepenuhnya menyandang gelar “dr” karena harus melewati proses yudisium dan juga UKDI (Ujian Kompetensi Dasar Dokter Indonesia). Setelah itu barulah bisa membuka praktek dan mengamalkan seluruh keilmuwannya ke masyarakat. Saat ini seorang mahasiswa kedokteran bisa benar-benar melepas jas mahasiswanya dan berganti menjadi jas putih yang membuatnya gagah.

10. Saatnya mengabdi dengan hati, kesembuhan pasien adalah prioritas utama

pada akhirnya, semua perjuangan harus berakhir dengan satu kata: PENGABDIAN via adhartadotcom.com
pada akhirnya semua perjuangan harus berakhir dengan satu kata: PENGABDIAN via adhartadotcom.com

Hasil akhir dari semua perjalanan panjang seorang mahasiswa kedokteran hingga mendapatkan titel di depan namanya adalah pengabdian. Seorang mahasiswa kedokteran dididik dan dipersiapkan untuk mengabdi pada kesehatan masyarakat luas, menjadi berarti bagi orang-orang sakit di luar sana dan menjalankan misi mulia untuk kehidupan manusia.

Poin terakhir ini seharusnya sudah menjadi pondasi kuat saat pertama kali menginjakkan kaki di jurusan kedokteran. Sehingga mahasiswa kedokteran sudah mempersiapkan secara matang karirnya sebagai dokter kelak akan seperti apa.

Itu dia pengalaman seru yang dialami mahasiswa kedokteran. Kamu yang kuliah kedokteran pasti paham sama hal-hal di atas. Atau buat kamu yang ingin masuk jurusan kedokteran, bisa buat referensi lho karena jurusan kedokteran itu berat. Bukan cuma buat gaya-gayaan aja, tapi harus dari hati karena prosesnya yang panjang dan gak mudah.

Komentar:

Komentar