Pulau Socotra, Pulau Misterius Yang Bikin Kamu Merasa Ada Di Planet Lain

Pulau yang aneh tapi juga mengundang kita dengan keunikannya

Jika kamu sedang iseng melihat-lihat peta, coba deh kamu cek daerah di sekitar Samudera Hindia. Sekitar 250 km sebelah timur Somalia dan 340 km dari tenggara Yaman, kamu bakal menemukan pulau terpencil yang misterius. Yup… itulah pulau aneh bin ajaib, Pulau Socotra.

Supaya lebih jelas, di artikel ini kita bakal membahas lebih jauh tentang Pulau Socotra dan menelusuri keunikan apa saja yang bisa ditemukan di sana. Siapa tahu suatu saat nanti kamu berminat untuk berkunjung ke pulau ini. Yuk, langsung kita simak informasi yang dihimpun dari berbagai sumber berikut ini.

Menengok lanskap dengan pemandangan yang tidak biasa di Pulau Socotra

via worldoftravel.com

Pulau Socotra sebenarnya nampak biasa saja seperti pulau-pulau terisolir lainnya kalau dilihat dari kejauhan. Tapi begitu menginjakkan kaki di pulau tersebut, kamu bakal dihadapkan dengan panorama alam dan kekayaan hayati yang unik banget. Saking uniknya kamu pasti merasa seperti tengah berada di planet lain. Oleh karena itulah Pulau Socotra juga sering dijuluki sebagai pulau alien atau “dunia yang hilang” (seperti di filmfilm dinosaurus). Dan konon katanya pulau Socotra juga diduga sebagai tempat dikurungnya Dajjal.

Tapi kita gak bakal membicarakan soal Dajjal kok di sini; kita cuma akan membahas keunikan yang dimiliki Pulau Socotra.

Iklim di pulau yang termasuk teritori Yaman ini cukup panas dan kering. Tapi ajaibnya, beberapa spesies tanaman dengan bentuk aneh sekaligus menakjubkan tumbuh subur di sana.  Pantainya memiliki pasir putih yang sangat luas, bahkan sampai menumpuk naik ke dataran tinggi yang dipenuhi batu kapur dan gua-gua. Panjang hamparan pasir bisa mencapai 7 kilometer dengan tinggi 1525 meter. Lebih jauh lagi ke dalam kamu akan menemukan dataran yang terdiri atas bebatuan, gurun, dan hutan. Saya ulangi lagi; bebatuan, gurun, dan hutan.

via kosovapost.net

Pemandangan pulau terpencil ini nampak seolah-olah berasal dari film fiksi ilmiah. Tapi menurut para ilmuwan, pulau ini telah berevolusi karena terpisah dari daratan Afrika selama antara enam hingga tujuh juta tahun yang lalu. Makanya pemandangan di pulau yang berarti “pulau kebahagiaan” dalam bahasa Sansekerta ini terlihat begitu berbeda dari pulau-pulau yang lain. Coba lihat deh foto-foto di bawah ini.

- Advertisement -

via commons.wikimedia.org
via imgur.com
via pinterest.com

Pemandangannya seperti yang ada di film-film dengan setting zaman purba, ya?

Pulau yang dipenuhi oleh spesies flora dan fauna endemik

via pitria.com

Ada kemiripan antara pulau Socotra dan pulau Galapagos di Ekuador; keduanya kaya akan spesies endemik atau spesies asli pulau. Tapi jika pulau Galapagos terkenal dengan iguana dan kura-kuranya, Socotra lebih menonjol dengan spesies floranya. Salah satu yang terkenal adalah dracaena cinnabari atau pohon darah naga yang merupakan pohon berbentuk payung (ada juga yang mengatakan mirip piring terbang). Kenapa pohon yang tumbuh selama lebih dari 300 tahun ini disebut pohon darah naga?

Well, itu karena dulu getah merah dari pohon ini dianggap sebagai darah naga purba. Pada zaman kuno, berbagai produk endemik ini digunakan sebagai obat dan bahan kosmetik. Tapi sekarang getah merah tersebut dicari sebagai pewarna, berfungsi sebagai cat dan pernis.

via gloomy-grim.info

Selain pohon darah naga ada juga mawar gurun (adenium obesium) yang terlihat seperti kaki gajah dengan bunga-bunga mekar berwarna pink di bagian atasnya.

via sportourism.id

Lain lagi halnya dengan dorstenia gigas yang tidak memerlukan tanah dan menancapkan akarnya langsung ke bebatuan.

Gak cuma soal floranya, pulau Socotra juga memiliki koleksi fauna yang kaya, termasuk beberapa spesies burung endemik. Beberapa di antaranya Starling Socotra (Onychognathus frater), Socotra Sunbird (Nectarinia balfouri), Socotra Bunting (Emberiza socotrana), Socotra Cisticola (Cisticola haesitatus), Socotra Sparrow (Passer insularis), Socotra Golden-winged Grosbeak (Rhynchostruthus socotranus), dan spesies dalam genus monotypic, Socotra Warbler (Incana incana). Wah… banyak banget, ya.

via traveltriangle.com

Apa Pulau Socotra hanya dihuni burung? Nggak. Ada juga beberapa jenis kadal, kepiting, dan kera yang menempati pulau ini. Dan yang lebih mengagumkannya, 1/3 dari 700 spesies flora dan fauna di pulau Socotra adalah spesies endemik, tidak dapat ditemukan di tempat lain di bumi ini selain di Pulau Socotra.

Pulau Socotra sebagai destinasi wisata

Menelusuri dataran pulau Socotra memberi kamu tantangan tersendiri.  Hampir tidak ada jalan yang dibangun di sana. Meskipun pulau ini memiliki penduduk berjumlah 40.000 jiwa, pemerintah Yaman membuat jalan pertama hanya beberapa tahun yang lalu – setelah negosiasi dengan UNESCO, yang telah menyatakan pulau Socotra sebagai World Natural Heritage Site (Situs Warisan Alam Dunia).

Kebanyakan orang lebih memilih berpetualang di Socotra dengan unta ketimbang mobil. Wajar sih, mengingat tanah di sana kebanyakan dipenuhi bebatuan sehingga tidak nyaman untuk dilalui kendaraan bermotor.

via socotra.info

Pulau ini sungguh eksotis namun di sisi lain memberikan rasa tenang dan damai, cocok banget buat orang-orang yang ingin refreshing. Socotra lebih diarahkan ke ecotourism atau wisata konservasi alam, jadi kamu tak perlu memikirkan hotel mewah dan tempat penginapan yang aduhai. Soalnya memang gak ada yang begituan di sana, hehe. Tapi kamu bisa menyewa penginapan dan makan di restoran sederhana yang dikelola oleh masyarakat setempat.

Socotra adalah pulau “asing” yang wajib dikunjungi oleh traveler pemberani, khususnya kamu yang ingin menikmati keindahan alam eksotis serta satwa liar di lingkugan tropis terpencil. Gimana, berminat datang ke pulau Socotra dan merasakan sensasi berada di pulau alien?

- Advertisement -
Shares 28

Komentar:

Komentar