Pertunjukan di SIPA ini Bukti kalau Seniman Indonesia Bisa Banget Bersaing di Tingkat Internasional!

Seru banget!

Kamu pasti setuju kalau orang Indonesia itu kreatif banget, kan? Mulai dari keseniannya hingga kulinernya, setiap hari pasti kamu bisa menemukan sesuatu yang baru. Saking banyaknya orang kreatif di Indonesia, pastinya festivalnya juga beragam dong. Kalau kamu perhatikan lebih jauh, yang banyak diselenggarakan dan paling populer itu festival yang memiliki unsur seni, khususnya seni pertunjukan; mulai dari yang sifatnya lokal sampai yang tingkat internasional. Salah satu contohnya adalah Solo International Performing Arts (SIPA) yang, tentunya, diselenggarakan di kota Solo.

Kebetulan saya, selaku bagian dari Selipan.com yang sekarang sedang tinggal di Yogyakarta karena sedang melanjutkan studi, menyempatkan untuk tidak melewatkan SIPA di bulan September tahun ini. Ya, sekalian break dulu dari tugas kuliah yang bisa bikin jenuh lah.

SIPA tahun ini dimulai dari tanggal 6 September dan berakhir di tanggal 8. Tapi saya mengikuti acara mulai dari hari kedua pada tanggal 7 September dan penutupan pada tanggal 8 September. Memang sudah beberapa bulan berlalu tapi pengalaman menonton festival ini masih membekas.

Mau tahu pengalaman saya seperti apa? Seperti ini nih…

SIPA 2018 – Benteng Vastenburg Solo – Foto oleh Rendila © Selipan.com

Hmmm… sebelum terjun ke highlight acara, ada sedikit info nih tentang SIPA. Saya sempat bertemu dengan Ketua Umum SIPA yaitu ibu Dra. R. Ay. Irawati Kusumorasri, M. Sn. atau yang sering disapa hangat sebagai Ibu Ira dan menanyakan beberapa hal tentang acara.

Ketika Ibu Ira diberi pertanyaan “apa yang memotivasi adanya  SIPA?”,  beliau menjawab bahwa “…yang memotivasi adanya SIPA ya pada mulanya dari Kota Solo.” Ibu Ira menjelaskan bahwa karena kurangnya sumber daya alam di kota Surakarta, maka muncul semangat untuk menunggulkan seni budayanya. Beliau berharap bahwa dengan adanya SIPA, ide dan gagasan kreatif bisa dikelola dengan baik, seni lokal maupun internasional bisa ditampilkan dengan “…megah dan spektakuler…” dan diapresiasi oleh masyarakat, dan menjadikan seni sebagai sebagai sumber daya baru untuk Kota Solo.

Wah, benar-benar motivasi yang kuat ya. Ini sudah terbukti karena SIPA tahun ini adalah acara SIPA yang ke-10. Tambah penasaran seperti apa acaranya, ‘kan?

Setiap tahun SIPA punya tema yang berbeda dan tahun ini temanya adalah “We Are The World – We Are The Nation” dan ada puluhan suguhan seni pertunjukkan memukau dari seniman lokal dan internasional yang ditampilkan.

Ini nih beberapa highlight dari acara SIPA tahun ini:

1. Peserta dari mancanegara

Penutupan SIPA 8 September 2018 – Foto oleh Rendila © Selipan.com

Selain dari Indonesia, SIPA selalu menghadirkan perserta dari mancanegara. Mulai dari Spanyol, Zimbabwe sampai Korea Selatan, peserta yang hadir dan turut memeriahka acara sungguh beragam. Bisa dilihat dari foto di atas ketika penutupan, semua bendera dari delegasi yang hadir dikibarkan oleh peserta. Keren, ya.

2. Panggung di benteng bersejarah

SIPA Benteng Vastenburg Solo, 8 September 2018 – Foto oleh Rendila © Selipan.com

Benteng Vastenburg itu salah satu tempat bersejarah di kota Solo. Dengan lapangannya yang luas dan bangunan bersejarahnya sebagai latar panggung, membuat efek unik tersendiri. Megah banget kalau kamu lihat langsung pokoknya, apalagi ketika sudah terkena efek lampu dan sudah ada yang pentas di depannya.

3. Penonton yang kebanyakan terdiri dari pemuda dan pemudi

SIPA – Foto oleh Rendila © 2018 Selipan.com

Siapa bilang anak muda #ZamanNow nggak update dengan festival lokal? Buktinya di acara ini yang datang kebanyakan adalah pemuda-pemudi! Coba deh tengok lagi foto di atas. Yang sedang membeli snack dan souvenir itu kebanyakan anak muda, kan?

4. Para peserta yang membangun koneksi dengan satu sama lain

Ketua Umum SIPA, Dra. R. Ay. Irawati Kusumorasri, M. Sn. – SIPA Mart 2018 – Foto oleh Rendila © Selipan.com

Selain menonton pertunjukan, saya juga ikut menyimak acara SIPA mart yang perdana diselenggarakan tahun ini. Acara ini unik banget soalnya kamu bisa melihat para peserta berinteraksi dengan satu sama lain untuk membangun kerja sama.

Apa itu SIPA Mart? Hal ini dijawab oleh Ibu Ira ketika saya menanyakan “Mengapa sekarang mengadakan SIPA Mart?” Menurut Ibu Ira “SIPA Mart adalah salah satu upaya dari SIPA dalam terus menggali energi seni pertunjukan untuk lebih berdaya guna dalam masyarakat.”  Beliau menjelaskan kalau SIPA Mart itu tujuannya adalah untuk membangun pasar seni pertunjukan supaya para seniman bisa mempromosikan karyanya dan menarik perhatian buyers. 

Buyers disini bukan sekadar pembeli biasa, tetapi orang-orang yang memiliki koneksi di bidang seni pertunjukkan yang kelak bisa memberi sang seniman lebih banyak peluang untuk tampil di berbagai venue. Para buyers ini tentunya bukan sembarang orang karena mereka biasanya adalah orang-orang penting di bidang seni pertunjukkan.

SIPA Mart 2018 di The Royal Surakarta Heritage MGallery – Foto oleh Rendila © Selipan.com

Selain itu, saya juga menanyakan tentang manfaat adanya SIPA ini untuk seniman Indonesia, khususnya yang menggeluti seni pertunjukkan kepada Ibu Ira. Beliau menjawab bahwa “… ada banyak manfaat SIPA bagi para seniman Indonesia. Bukan saja sebagai ajang apresiasi dan edukasi semata, namun lebih dari itu SIPA bagi seniman adalah jalan masuk menuju eksistensi kelas dunia…”

Wah… Ini patut jadi contoh karena kerja sama dengan orang yang tepat itu diperlukan kalau kita ingin lebih maju! Setuju?

5. Penampilan yang tidak terlupakan

Tentunya yang paling menarik perhatian dan paling memorable di SIPA itu adalah penampilan para performers. Ada tiga pertunjukan yang terus terngiang-ngiang karena saking kerennya penampilannya.

Tari Noken – Boogie Papeda dan Komunitas Street Pass – Papua – Foto oleh Rendila © 2018 Selipan.com

Yang pertama adalah tari Noken yang dibawakan oleh Boogie Papeda dan Komunitas Street Pass dari Papua. Penampilan mereka sungguh memukau dan powerful. Cara kreatif mereka menggunakan tas Noken sebagai properti tariannya membuat gerakannya sangat khas.

Tari Cepot Hamot Hamong Hamemangkat – Koreografer Citra Nuranteni Putri S.Sn, M. Sn. – Bandung, Jawa Barat – Foto oleh Rendila © 2018 Selipan.com

Yang kedua adalah tari Cepot Hamot Hamong Hamemangkat. Karakter Cepot yang ditarikan oleh kelima penari laki-laki ini sukses bikin penoton tertawa terbahak-bahak karena gerakannya yang nyentrik dan humoris. Mulai dari ekspresi wajah sampai kostumnya, semua bikin tarian ini lucu banget pokoknya!

Filastine & Nova – Indonesia dan Spanyol – Penampian karya musik multimedia berjudul Drapetomania – Foto oleh Rendila © Selipan.com 2018

Penampilan Filastine & Nova ini benar-benar nggak bisa dilupakan. Awalnya saya juga sempat bingung dengan setup panggung yang tidak biasa ini. Tetapi, setelah mereka memulai lantunan lagunya yang dipadukan dengan elemen multimedia yang memukau, semua langsung ikut terpana. Judul penampilan mereka adalah Drapetomania yang tema besarnya adalah tenang visi dunia yang lebih toleran dan tidak memiliki batas.

Penampilan mereka ini adalah karya komposer dan video artist bernama Grey Filastine dan penyanyinya adalah Nova. Mba Nova ini adalah seorang penyanyi neo-soul yang punya suara yang renyah, karisma yang luar biasa, dan multi-talenta untuk menyanyikan berbagai macam gaya, termasuk gaya tradisional, membuat tampilan karya ini sangat indah. Saya sebagai penonton sulit untuk memberi label untuk genre apa Drapetomania ini, tapi yang jelas, pada bagian akhir semua anak muda mendekat ke panggung, menari, ikut bersorak dan meramaikan penampilan. Keren banget pokoknya dan sama sekali belum pernah saya temukan sebelumnya di penampilan musik lainnya!

Itulah pengalaman saya sebagai penonton Solo International Performing Arts tahun ini. Sebetulnya masih banyak lagi delegasi yang tampil, ada yang dari Zimbabwe, dan dari negara lain dan daerah lain di Indonesia.

Meski kamu menyayangkan tidak bisa menonton SIPA tahun ini, jangan khawatir karena tahun depan akan ada lagi! Saya sendiri berharap mudah-mudahan kedepannya seniman yang menggeluti bidang seni pertunjukkan, khususnya seniman Indonesia yang ingin lebih maju, bisa mengikuti acara ini dan bisa go international!

- Advertisement -
Shares 9

Komentar:

Komentar