Pengin traveling tapi terganjal bujet. Pas lihat saldo tabungan, duitnya ternyata cuma cukup buat beli nasi goreng 12 bungkus. Begitulah nasib menjadi manusia yang maunya banyak, tapi minim duit.

Maka dari itu juga, buat menyiasati hasrat traveling yang udah nggak terbendung lagi, banyak orang yang menabung dari jauh-jauh hari, memesan tiket dari setahun sebelumnya, dan makan cuma sama tahu-tempe (ada yang seekstrem gini nggak sih?). Dalam kadar tertentu, dulu saya juga termasuk orang yang seperti itu.

Tapi setelah saya sedikit riset sana-sini, asalkan kamu tahu trik buat traveling dengan bujet super minim, kamu pasti bisa minimal setahun sekali berpakansi ke luar negeri. Alternatifnya, kamu bisa dua kali pergi ke tempat wisata favorit di Indonesia dalam setahun.

Dan yang lebih penting lagi, kamu nggak harus makan sama tahu & tempe doang setiap hari. Bosan juga, ‘kan!? Sesekali kamu juga jadi bisa menyantap makanan yang agak mahalan dikit lah, kayak tongseng, bokong ayam, atau cireng bumbu rujak.

1. Tentukan dengan jelas mau pergi ke mana

via inviul.com

Mau traveling tapi belum tahu mau pergi ke mana? Duh, menentukan tujuan traveling doang masa malas, apalagi kalau bicara tujuan hidup!?

Punya tujuan destinasi traveling itu sifatnya wajib, bukan sunah lagi. Kamu nggak bisa menjawab, “Saya bakal pergi ke arah barat” ketika ditanya, “Mau liburan ke mana nih bulan depan?” Kamu bukan Tong Sam Cong. Lagi pula barat yang kamu maksud itu di mana letak persisnya? Ekuador? Peru? Tanzania? Kamu harus lebih spesifik dalam menentukan destinasi.

Dengan begitu, kamu bisa menentukan bujet terminim untuk rencana traveling. Kamu juga bisa merinci itinerary yang sekiranya cukup unik tapi tetap bersahabat di kantong.

2. Tiket murah, kurs tinggi atau tiket agak mahal, kurs rendah?

via presidentpost.id

Nah, kalau kamu mau jalan-jalan ke luar negeri, ada dua hal yang wajib kamu perhatikan: tiket pesawat dan nilai tukar rupiah. Khususnya kamu traveler dengan bujet minim, saya menyarankan kamu untuk kunjungi negara dengan kurs rendah, meskipun tiket pesawat bakal agak sedikit mahal. Itu masih mending dibandingkan dengan tiket murah tapi kursnya tinggi.

Contoh kasarnya, dibanding pergi ke Singapura, saya bakal lebih memilih pergi ke Thailand dengan harga tiket pesawat Rp850 ribu saja. Tapi saya bisa pergi berkeliling ke banyak tempat serta makan kenyang di Thailand.

Itu kalau kamu berniat ke luar negeri. Kamu tentu nggak perlu terlalu ambil pusing jika pengin berwisata di dalam negeri.

3. Cari teman yang tinggal di sekitar destinasi tujuan kamu

via collegemovingdeals.com

Pengin lebih menghemat bujet? Kamu bisa (dan jangan sungkan) untuk menumpang bersama teman yang tinggal di sekitaran daerah wisata yang ingin kamu kunjungi. Pengalaman saya sewaktu ke Thailand tahun 2016, saya sama sekali nggak mengeluarkan sepeser pun untuk biaya hotel. Saya cukup memanfaatkan kemurahan hati teman yang bersedia berbagi tempat tidur.

Eits, tapi jangan sampai kamu disebut sebagai orang yang cuma menghubungi kalau lagi ada butuhnya doang ya. Sebelum kamu meminta tolong untuk menginap di tempatnya, cobalah jalin komunikasi satu bulan sebelumnya. Jangan lupa juga bawakan makanan atau camilan khas dari tempat asalmu. Yah… hitung-hitung sebagai ucapan terima kasih.

Apa? Kamu nggak punya teman yang tinggal di destinasi tujuan? Manfaatkan aja media sosial, lalu kenalan dengan penduduk lokal yang daerahnya bakal kamu kunjungi.

4. (Sok) Akrab dengan penduduk lokal

via vobmapping.vn

Yups, Google memang menyediakan banyak banget rekomendasi tempat bagus yang harus layak dikunjungi atau restoran apa saja yang makanannya enak. Dan itu memang bisa kita andalkan. Tapi percaya deh, nggak ada yang seakurat saran dari penduduk lokal asli.

Kalau kamu mau traveling dengan bujet minim, sekarang bukan waktunya untuk sombong dan gengsian. Sapa saja penduduk lokal, lalu jalin hubungan pertemanan dengan mereka. Jika kamu beruntung, kamu bahkan bisa menginap gratis, dapat tumpangan menuju tempat wisata, dan…

Wah, pokoknya masih banyak keuntungan lainnya deh.

Tapi ingat juga, tanya penduduk lokal yang memang punya pengetahuan yang bagus tentang situasi pariwisata di daerah mereka. Bila kamu bertanya ke orang yang ke luar rumah cuma buat beli ciki di minimarket, ya sama aja bohong.

5. Kerja sambil travelling

via vulcanpost.com

“Loh, ‘kan traveling itu tujuannya untuk liburan. Kok ini malah disarankan kerja?”

Nggak ada yang melarang kamu untuk menikmati waktu liburan sambil bekerja. Jika benar ada orang yang melarang, kamu laporkan saja orang itu ke… euuhm… ke satpam kompleks perumahan tempat kamu tinggal.

Dengan memakai siasat traveling sambil kerja, justru kamu bisa memanfaatkannya sebagai momentum untuk mendapat kesenangan dan penghasilan secara berbarengan. Dilansir Thrillist, beberapa situs seperti HelpX, WorkAway, dan WWOOF memungkinkan kamu untuk bekerja selagi traveling, tentunya dengan persyaratan yang berbeda satu sama lain.

“Terus upahnya gimana, gede nggak?”

Tenang, upahnya pun cukup menggiurkan kok. Lumayan ‘kan, siapa tahu kamu bisa nambah koneksi dan jadi sering traveling.

6. Pakai Pesawat Low Cost Carrier non bagasi ekstra

via brookfieldav.com

Pesawat Low Cost Carrier seringkali menawarkan beragam promo murah buat kamu yang pengin jalan-jalan dengan bujet super minim. Jadinya kamu bisa lebih menghemat. Iya lah, jadinya kamu nggak perlu merogoh pundi-pundi buat ekstra bagasi. Kamu juga hanya cukup memanfaatkan fasilitas bagasi (atau bahkan kabin saja) yang disediakan. Hemat-hemat barang bawaan ya, guys!

Oke, segera tentukan destinasi wisata sekarang. Dan karena kamu sudah baca tips di atas, usahakan untuk pergi traveling maksimal 6 bulan dari sekarang. Kamu pasti bisa!

6 Shares