Salut! 4 Kafe Ini Pekerjakan Kaum Difabel Sebagai Karyawan

Bukti difabel juga bisa berkarya

:

Di Indonesia, kaum difabel kerapkali dipandang sebelah mata. Mereka dianggap ‘kurang’ sehingga banyak pos-pos di masyarakat yang nggak bisa diisi oleh mereka, teramsuk pos pekerjaan. Masih sedikit perusahaan yang mau mempekerjakan kaum difabel lantaran keterbelakangan mereka.

Padahal, kaum difabel juga punya hak untuk mendapat pekerjaan yang layak, lho. Latar belakang inilah yang membuat beberapa orang pendiri kafe terinspirasi untuk memberdayakan kaum difabel di kafe mereka. Kafe dirancang untuk umum namun semua pekerjanya adalah difabel.

Dan terbukti, kaum difabel mampu memberikan yang terbaik untuk kafe. Dilansir dari Takaitu, inilah 4 kafe yang mempekerjakan kaum di fabel sebagai karyawan. Penasaran?

1. Deaf Cafe Fingertalk

via pegipegi.com

Kafe ini yang terletak di Tangerang Selatan ini digagas oleh seoarang relawan bernama Dissa Syakina Ahdanisa pada Mei 2015 lalu. Wanita muda ini terinspirasi oleh sebuah kafe difabel di Nigeria tempat ia menjadi relwan sebelumnya.

Seluruh karyawan di Deaf Cafe Fingertalk adalah tuna rungu. Itulah sebabnya kafe ini mengambil nama finger talk yang merupakan bahasa isyarat kaum tuna rungu dengan menggunakan jari. Kafe ini dibuka bertujuan agar kaum difabel, khusunya tuna rungu, dapat bermanfaat bagi sesama. Salut, mbak!

2. De las Sonrisas

via amazonews.com

Ini merupakan kafe difabel di Nigeria yang menjadi inspirasi Dissa mendirikan kafe difabel juga di Indonesia. Penggagasnya bernama Antonio Prieto Bunuel, yang mendirikan kafe ini lantaran merasa prihatin dengan keadaan difabel di Nigeria yang rata-rata menganggur.

Dengan bekerja di kafe, paling tidak difabel bisa juga berguna untuk masyarakat. Tak hanya dianggap sebagai sampah masyarakat seperti sebelumnya. Sungguh sebuah tujuan yang mulia.


3. Kafe Mbok Kom

via kabarsiar.id

Berbeda dari 2 kafe sebelumnya, kafe Mbok Kom justru digagas oleh seoarang difabel. M. Shobik, ingin agar teman-teman difabelnya mampu berdaya di tengah perekonimian yang mencekik ini. Ia kemudian membuka lapangan kerja untuk difabel supaya kaum difabel terangkat derajatnya.

Kafe yang berada di Jalan Ketintang Madya 50, Surabaya ini namanya diambil dari nama sang ibu yang bernama Ibu Komsah. Selain itu, menu yang disajikan di Kafe Mbok Kom juga rata-rata merupakan masakan sang bunda.

4. Bubble Cafe & Gallery

via detik.net.id

Kafe ini digagas oleh Christiana Young , seorang pemilik Sekolah Luar Biasa Yayasan Anak Mandiri. Karena sudah terbiasa dengan anak difabel, ibu ini ingin agar mereka bermanfaat untuk sesama. Akhirnya didirikannya Bubble Cafe & Gallery pada September 2017 silam yang seluruh karyawannya adalah difabel.

2,5% penghasilan dari kafe ini disumbangkan untuk kepentingan anak difabel seperti pengadaan alat bantu dengar, kursi, roda, dan sejenisnya. Keren bukan?

 

Wah, inspiratif banget ya ke-4 kafe diatas. Semoga masih ada banyak anak negeri lain yang terinspirasi dari kisah pendiri kafe yang berhati mulia diatas. Salut!

 

Komentar:

Komentar