Jangan Nonton Pas Perut Kosong, 6 Video Perang Makanan ini Bakal Bikin Kamu Ngiler

Seriusan deh bikin tambah laper

Kalau kamu ngikutin channel salah satu tokoh yang lumayan absurd di Indonesia yang bernama Raditya Dika, pasti familiar dengan salah satu playlist yang bernama Perang Makanan. Nah, di perang makanan ini, Radit mengajak salah satu koleganya, sesama komika asal Tegal, yang bernama Pandu Winoto untuk mereview beberapa jenis dan kategori makanan, mulai dari fried chicken, pizza, donat, sampai mi instan.

Yang unik dari video-video ini adalah konsepnya, mereka berdua tidak dibayar oleh brand tersebut sehingga mereka memberikan penilaian sesuai dengan apa yang mereka rasa. Nggak jarang kadang ada perbedaan pendapat antara Radit dan Pandu. Selain itu, mereka juga menerapkan dress code pada video-video ini, Radit tampil dengan setelan kemeja dan jas dan Pandu setia menggunakan batik. Bawahannya? Celana pendek doang, orang syuting cuma setengah badan, haha.

Pada artikel kali ini, ada 6 jenis perang yang akan dibahas, apa saja itu? Untuk lebih jelasnya kamu bisa melihatnya di bawah ini.

 

1.  Perang Fried Chicken!

Episode pertama dari playlist perang makanan ini menampilkan 5 brand yang menjual ayam goreng, yaitu CFC, KFC, Texas, McDonald’s, dan A&W. Sampai ditulisnya artikel ini, video tersebut telah dilihat oleh 1.476.932 orang dan disukai oleh 30 ribu orang.

2. Perang Burger!

Di video ini, Radit dan Pandu mengulas 5 burger yang cukup well-known di Indonesia, yaitu Burger King, Flip Burger, Carls Junior, Fat Burger, dan Blenger Burger. Sampai ditulisnya artikel ini, video tersebut telah dilihat oleh 926.140 orang dan disukai 19 ribu orang. Nah, fitur tebak-tebakan garing dimulai dari episode perang burger ini.

3. Perang Pizza!

Pada episode ini, duo komika tersebut mengulas 5 pizza dari Domino Pizza, Pizza HUT, Papa Rons, Pizza Express, dan Pizza Ebiraa. Sampai ditulisnya artikel ini, video tersebut telah dilihat oleh 852.544 orang dan disukai oleh 18 ribu orang.

Lanjut ke halaman selanjutnya.

7 Shares

Komentar:

Komentar