Berbagai Pantangan dan Kebiasaan Unik di Negara Lain yang Harus Kamu Ketahui


Kamu mungkin punya aturan sendiri yang diterapkan di rumah atau bahkan kamar kamu. Bermula dari kebiasaan yang sering kamu lakukan atau bahkan mitos yang kamu percayai, hal itu lambat laun bisa berubah menjadi aturan yang harus dipatuhi tamu yang memasuki “teritori” kamu.

Contohnya, setiap tamu yang berkunjung wajib bawa martabak tiga bungkus atau tamu harus masuk lewat langit-langit rumah. Hehehe.

Hal serupa juga berlaku jika kamu mengunjungi negara lain. Para penduduk di sana memiliki pantangan dan kebiasaan yang harus kamu turuti jika kamu nggak mau tersangkut masalah. Mau tahu apa aja? Yuk, kita lihat aja langsung pantangan dan kebiasaan unik mereka yang dihimpun dari berbagai sumber ini.

 1. Pepatah “Jangan Memubazirkan Makanan” Ternyata Nggak Berlaku di Semua Tempat

that-food-cray-osaka-kitsune-udon-usami-tei-matsubaya-11
via thatfoodcray.com

Kalau kamu termasuk orang yang suka menghabiskan makanan yang disuguhkan tuan rumah, sebaiknya kamu jangan lakukan hal itu di Filipina, Tiongkok, dan Thailand. Kenapa? Karena kamu akan dianggap nggak sopan. Menyikat habis makanan artinya sama saja dengan “Duh, makanannya kurang banyak nih. Saya itu tamu lho, masa cuma dijamu segini doang.”

2. Payung dan Jam Bukan Hadiah yang Baik untuk Diberikan

Payung
via bekasiurbancity.com

“Beli satu, bisa dapat hadiah payung cantik”. Mungkin kamu sering dengar kata-kata itu di Indonesia. Saking seringnya, kata-kata itu bahkan suka dijadikan bahan lelucon. Nah, di Tiongkok istilah itu kayaknya nggak bisa digunakan, deh. Alasannya, payung (dan juga jam) diidentikkan dengan kematian karena pelafalannya yang hampir sama.

Mungkin di sana “gelas cantik” lebih banyak dipakai sebagai hadiah, ya? Hehehe.

3. Perut Keroncongan? Jangan Langsung Makan Sebelum Dipersilakan

AOY1_24
via myeternalstory.wordpress.com

Selapar-laparnya kamu ketika makan bareng dengan penduduk lokal Korea Selatan dan Tiongkok, menyambar makanan sebelum diberi izin oleh orang yang lebih tua umurnya nggak disarankan sama sekali. Tunggu sampai orang tua memberi “kode”. Kodenya sendiri adalah “selamat/mari makan”.

Lalu, bagaimana kalau orangnya lupa mengajak kita makan, ya?

4. Ketika Sendawa Merupakan Sesuatu yang Lumrah

Sendawa
via id.wikipedia.org

Nggak usah malu atau segan bila kamu mau bersendawa setelah makan di Tiongkok, karena orang-orang sana biasa melakukannya. Dengan bersendawa, itu artinya secara nggak langsung kamu juga bilang, “Makanannya enak banget. Saya puas.”

Sangat berbeda dengan di Indonesia dimana sendawa bisa diartikan sebagai bentuk ketidaksopanan.

5. Sendok, Pisau, dan Garpu Adalah Barang yang Esensial Ketika Makan

640xauto-strategi-makan-di-luar-bersama-balita-1208208-1
via family.fimela.com

Makan langsung memakai tangan bisa dibilang kebiasaan yang nggak lazim di Chili dan Brazil. Agak ribet juga yah. Nggak kebayang kita harus pakai sendok/pisau/garpu kalau makan gorengan.

6. Masakannya Kurang Garam? Nggak Boleh Minta Tambahan Garam

Etika-Makan-Unik-Dari-Seluruh-Dunia-7
via perutgendut.com

Di Portugal, kamu sebaiknya nggak minta tambahan garam dan lada ketika makan di restoran. Permintaan semacam ini bisa diartikan sindiran nggak langsung terhadap koki yang udah capai-capai membuatkan kamu makanan.

Jadi ingat, nggak boleh minta garam atau lada, sehambar apa pun masakannya. Jangan!

7. Menyeruput Mie Itu Menjijikan? Nggak Sama Sekali

menyruput-mie
via dahsyat.net

Bersyukurlah kamu yang biasa menyeruput mie dan makanan berkuah dengan suara nyaring. Di Jepang, menyeruput berarti memberi tahu ke semua orang yang ada di dekat kamu kalau makanan yang kamu santap itu enak betul. Jadi, jangan malu-malu buat menyeruput makanan kalau kamu ada di Jepang.

8. Makan Sambil Ngobrol, Ibarat Sekali Dayung Dua-Tiga Pulau Terlampaui

087564500_1488467866-arab_2
via bintang.com

Kayaknya kebiasaan yang suka dilakukan di wilayah Arab ini nggak sulit dilakukan sebagian orang Indonesia. Tapi itu cuma sebagian, yah. Nggak semua dari kita terbiasa makan sambil bicara. Banyak juga keluarga di Indonesia (dan Eropa terutama Inggris) yang nggak suka jika ada anggota keluarganya yang bicara tapi mulutnya penuh dengan makanan yang melumer.

9. Ladies First!

sky5
via majalahasri.com

Kaum Hawa umumnya suka dengan cowok yang gentleman, kan? Nah, di Belanda para cowok biasanya nggak akan duduk sebelum cewek-cewek duduk duluan ketika mereka sedang menghadiri jamuan makan.

10. Kamu Harus Datang Terlambat, Nggak Boleh Datang Lebih Awal

2015Sep-FormalDine
via mildspot.com

Ini aturan sekaligus pantangan yang unik banget. Di Tanzania, kalau kamu mau menghadiri acara makan malam, kamu diharuskan datang terlambat. Bisa dibilang hal ini bagaikan surga bagi orang-orang yang hobinya datang ngaret.

Masih ada sisanya lho di halaman selanjutnya.

Komentar:

Komentar