6 Desa Tergreget Di Seluruh Dunia, Mau Tinggal Disini?


:
Suasana pedesaan seringkali digambarkan dengan hening, tenang, dan bebas polusi meski kadang akses jalannya ada yang tidak rata. Tetapi, bagaimana kalau bukan hanya akses jalannya yang tidak rata? Namun juga iklim dan keadaan lingkungan sekitarnya yang tidak biasa? Nah, 6 desa greget ini dikenal oleh publik karena entah lokasinya ataupun karena iklimnya yang tidak biasa. Tidak sembarang orang lho yang mau dan betah tinggal di desa-desa ini. Emang apa yang salah dengan 6 desa ini?

1. Pitigliano, Italia

01
Desa Pitigliano di Italia ini dikepung gunung kapur via Youtube

Italia terkenal dengan bangunan bersejarahnya seperti Coloseum atau Menara Pisa, diluar dua ikon Negara Pizza tersebut ada satu desa yang tidak kalah ikonik dan letaknya tidak biasa. Nama desa ini adalah Desa Pitigliano di Grosseto. Terlihat begitu menawan karena warna bangunannya sepadan dengan warna gunung kapur. Gunung kapur? Yap, Desa Pitigliano ini terletak di pinggir tebing gunung kapur lho. Wow!

 

Letak desa ini pun cukup terpencil sehingga mirip dengan desa-desa pada abad pertengahan. Mayoritas penduduk Desa Pitigliano ini beragama Yahudi sehingga mempunyai julukan Little Jerusalem. Sekilas desa ini mirip dengan Cappadocia di Turki, hanya saja lebih rindang karena banyak pepohonan sehingga lebih indah.

 

2. Aogashima, Jepang

02
Desa Aogashima terletak di dalam gunung berapi via Youtube

 


Jepang hampir mirip dengan Indonesia karena terdiri dari banyak pulau, bedanya pulau di Jepang kebanyakan berukuran kecil. Nah ternyata dari pulau-pulau tersebut ada satu pulau yang memiliki desa yang terletak di dalam gunung berapi aktif. Ya, kamu tidak salah baca, di dalam gunung berapi aktif, sekali lagi, DI DALAM GUNUNG BERAPI AKTIF!! Hiiiii…..

 

Gunung di pulau yang terletak di Laut Filipina ini sebenarnya pernah meletus pada sekitar abad ke-18. Korban jiwa akibat letusan gunung ini mencapai setengah dari populasi desa pada saat itu sehingga banyak penduduk yang selamat memilih menyelamatkan diri ke daerah lain. Tetapi, 50 tahun setelah letusan tersebut penduduk yang tadinya lari malah kembali menghuni desa itu lagi.

 

Mungkin karena akibat letusan itu, tanah di sekitar Aogashima sangat hijau dan subur. Sehingga penduduk desa tersebut dapat bertahan hidup dengan mengandalkan sektor cocok tanam. Cuma ya siap-siap aja sama resiko meletusnya gunung itu. Kapanpun bisa terjadi.

 

3. Coober Pedy, Australia

03
Coober Pedy yang terletak di bawah tanah via cooberpedy.sa.gov.au

 

Australia merupakan benua ataupun negara yang terkenal karena penambangannya. Sudah banyak cerita orang yang menjadi kaya setelah menambang di Australia. Nah, daerah ini pun tidak jauh berbeda, Coober Pedy ini dulunya adalah pusat penambangan batu akik jenis opal. Di Australia juga ada akik bro. Haha. Nah mungkin karena ingin mempunyai tempat tinggal yang lebih dekat dengan penambangan, warga daerah situ berinisiatif untuk menambang lereng bukit itu dan menjadikannya tempat tinggal.

 

Semakin banyak yang bermukim disana dan kemudian jadilah sekarang desa yang kita kenal sebagai Desa Coober Pedy. Mungkin karena menawarkan nuansa bawah tanah yang unik untuk para wisatawan yang datang ke Australia, jadi banyak developer hotel yang berminat untuk membangun hotel di Coober Pedy ini. Desa Coober Pedy ini pun menjadi terkenal di kalangan wisatawan yang pergi pesiar ke Australia. Mau coba tidur di bawah tanah?

 

4. Monemvasia, Yunani

04
Desa Monemvasia ini terletak di balik batu besar via travel.detik.com

 

Desa yang akan kita bahas kali ini berasal dari dataran Eropa, negara yang kemarin ramai masuk berita internasional karena masalah perekonomiannya, yaitu Yunani. Yup, Negeri Para Dewa ini mempunyai satu desa yang terletak di pulau terpencil. Dimana gregetnya? Yang bikin greget, Desa Monemvasia ini letaknya tersembunyi di balik batu raksasa, jadi batu raksasa itu semacam pagar alam desa ini.

 

Akses jalannya pun susah, yaitu hanya berupa jalan sepanjang 200 meter dari pulau besar terdekat. Dan yang bikin keren, jalan ini hanya bisa dilalui oleh pejalan kaki dan penggembala saja. Tanpa motor, tanpa mobil, dan tentunya tanpa polusi. Meski demikian, desa ini kaya akan warisan sejarah, seperti benteng peninggalan jaman dahulu atau gereja Byzantin yang masih berdiri kokoh.

 

5. Huacachina, Peru

05
Desa Huacachina terletak di tengah-tengah gurun pasir via travel.detik.com

 

Siapa coba yang ingin tinggal di gurun pasir? Kebanyakan orang pasti malah ingin bergegas meninggalkan gurun pasir. Lain halnya dengan penduduk Desa Huacachina di Peru ini. Desa Huacachina terletak di sebuah oase di tengah gurun pasir Peru, sekitar 8 km dari Kota Ica di Peru Selatan dan berpenduduk sebanyak 100 orang. Mereka sebagian besar hidup dari sektor pariwisata.

 

Mungkin karena letaknya yang eksotis, daerah ini laris sebagai tempat wisata oleh para pelancong berduit. Berbagai vila dan resor mewah dibangun di Huacachina untuk mengakomodasi pelancong berduit tersebut. Selain bisa menikmati susasana yang eksotis, kamu juga bisa main seluncur pasir lho.

 

6. Isortoq, Greenland

Desa Isortoq terletak di Greenland via natgeocreative.com

 

Meski namanya Greenland, dataran ini tidak berwarna hijau, melainkan berwarna putih karena ditutupi oleh es sehingga suhu di sana pun sangatlah dingin. Tapi hal ini tidak menyurutkan niat para manusia untuk mendirikan desa di daerah ini. Mayoritas penduduk Desa Isortoq bekerja sebagai pemburu.

 

Yang bikin greget dari desa ini adalah kamu akan menjumpai banyak anjing laut atau fauna lokal lainnya seperti kamu menjumpai kucing di daerah tempat tinggalmu. Mungkin tertarik untuk menjadikan anjing laut sebagai hewan peliharaan?

 

Nah, dari keenam pulau tersebut, kira-kira pulau apa yang paling menarik minat anda untuk dikunjungi? Share jawaban melalui tombol bagikan ya.

Sumber : TravelDetik

Komentar:

Komentar