6 Cara Mudah untuk Jadi Teman Paling Ngeselin ketika Diajak Traveling

Tak disarankan untuk dicoba di rumah

Di zaman sekarang ini traveling bukan lagi sekadar hobi atau sweet escape di kala stres. Ada yang menjadikan traveling sebagai gaya hidup atau bahkan pekerjaan. Sebagian orang pun memilih untuk traveling sendirian, meskipun mereka yang lebih condong untuk pergi bareng teman juga banyak. Kamu sendiri biasanya jadi orang yang ngajak atau yang diajak nih?

Kalau kamu yang ngajak, pasti bakal pilih teman yang asyik, ‘kan? Masa pergi jauh-jauh tapi malah jadi gondok gara-gara kelakuan satu orang. Tapi kalau misalnya kamu yang diajak, itu artinya kamu harus bisa jaga diri. Mentang-mentang traveling bareng teman dekat, bukan berarti kamu bisa seenaknya.

Nih, di bawah ini kamu bisa baca ‘panduan’ untuk jadi orang yang layak dianugerahi sebagai teman paling ngeselin saat diajak traveling.

1. Janjian jam berapa, datang jam berapa…

Nah lho, ditinggal kan/via haberturk

Telat cuma 5-10 menit sih masih wajar. Tapi kalau janjian jam 7, kamu datangnya malah jam 9, apa nggak minta dibakar hidup-hidup tuh? Siap-siap aja diamuk massa, apalagi kalau kamu traveling bareng banyak teman.

Tahu sendiri traveling itu waktunya terbatas. Terlebih jika kamu berangkat pakai transportasi umum yang jadwalnya nggak bisa diotak-atik lagi. Telat dikit bisa bikin rencana berantakan tuh.

Mau nyoba jadi orang yang telat sampai empat jam?

2. Ngoceh terus tanpa henti

“Ma, ada laba-laba gede, serem. Aku takut. Laba-labanya juga tahu berat badan Mama naik 7 kilo”/via ticketothemoon.com

Meski kebiasaan ini nggak separah kayak poin pertama, tapi ini juga bisa bikin orang kesal. Kamu juga pasti punya lah teman yang kurang peka sama kondisi sekitarnya. Masih kurang paham? Saya kasih contoh.

Misalnya, saat teman lagi asyik-asyiknya menikmati lukisan di museum, kamu terus ngoceh tentang gimana kesalnya kamu sama pacar yang suka menjilati nasi (ceritanya pacar kamu nggak suka makan nasi, tapi jilatin nasi). Bahkan saat teman kamu pergi ke toilet, kamu terus ikutin dia buat curhat.

Ada kalanya seseorang itu nggak masalah saat diajak ngobrol. Tapi ada kalanya juga orang pengin menikmati suatu momen tanpa harus diganggu. Nggak mau ‘kan nantinya mulut kamu disumpal pakai kaus kaki?

3. Semaunya sendiri

Tuh, pas foto aja sendirian/via migrationology.com

Menunjukkan sifat ini adalah salah satu cara terbaik untuk membuat temanmu nggak mau lagi ngajak traveling bareng.

Enaknya traveling sendirian itu kamu bisa bebas mau pergi ke mana dan mau ngapain aja. Beda halnya dengan traveling bareng teman, kamu harus kompromi dan menghargai pendapat mereka. Kamu bisa mengusulkan tempat untuk dituju, dan utarakan alasan kenapa harus ke sana. Tapi kalau banyak mereka nggak mau, ya jangan ngambek. Kan lain kali bisa ke sana lagi sendirian atau bareng teman yang punya ketertarikan sama.

4. Udah malas, lambat pula

Malas berjamaah/via ticketothemoon.com

Ini lanjutannya poin ketiga, nih. Ketika usulmu pergi ke suatu tempat ditolak mentah-mentah, lalu mereka lebih memilih lokasi lain yang menurutmu nggak asyik, kamu jadi malas dan ogah-ogahan. Bangun disiang-siangin, mandi dilama-lamain, dan saat makan, satu sendok aja bisa sampai 100 kali kunyahan.

5. Semangat 45 kali 2, alias semangatnya kebangetan

Mau gaya apa pun dijabanin/via goabroad.com

Kebalikan poin sebelumnya, ketika usulmu disetujui kamu jadi terlalu bersemangat. Kamu memaksa teman-temanmu bangun lebih awal, mengunjungi berbagai tempat tanpa istirahat, dan rajin menyuruh temanmu buat bergegas. Kalau udah gini, bisa jadi mereka menyesal menyetujui usul kamu. Ingat, ada beberapa orang yang lebih suka menikmati kegiatan traveling mereka secara santai.

6. Obsesi fotografer dan model jadi-jadian

Tapi kalau yang ini fotonya emang sabi/via aworldtotravel.com

Buat para traveler sejati, pasti sudah hafal dengan kutipan ini.

Take nothing but pictures, leave nothing but footprints, kill nothing but time.

Mengambil gambar ketika traveling memang nggak ada salahnya, lagipula

A picture can say a thousand words.

Benar, nggak?

Tapi jangan berlebihan juga, apalagi kalau kamu sudah kecanduan selca. Baru jalan beberapa langkah, ngajak foto. Sekalinya foto bisa sampai puluhan menit, padahal gayanya gitu-gitu aja. Hadeh.

“Kalau fotonya sendirian kan nggak ngganggu orang lain?”

Ya lihat kondisi dulu. Jangan sampai teman kamu jadi harus nunggu lama. Ada lho kutipan yang bilang, “Ketika seseorang sudah merasa sebel, kamu pasti bakal ditinggal.” Entah siapa orang yang bilang itu. Dia orangnya misterius.

Kalau kamu emang berencana jadi teman traveling yang menyebalkan, 6 cara di atas bisa kamu coba tuh. Ada yang punya temen kayak gini dengan karakteristik di atas?

- Advertisement -
Shares 14

Komentar:

Komentar