5 Teknik BAB di Pesawat ala Ninja, buat Kamu yang Suka Malu-Malu Kucing

Saat keinginan untuk BAB terhalang oleh rasa percaya diri yang kurang

Ada dua tipe manusia yang ada di dunia ini. Pertama, mereka yang cuek dan nggak peduli dengan omongan orang lain. Kedua, orang yang terlalu sensitif.

Kalau kamu termasuk golongan orang pertama, masalah yang tertera di judul mungkin bikin kamu terheran-heran: “Ngapain harus sembunyi-sembunyi? Kalau kebelet, ya tinggal dikeluarin. Masalah bunyi atau bau ya wajar, namanya juga limbah organik.”

Asal nggak kebelet di pesawat yang kayak gini aja ya/via pixabay.com/cocoparisienne

Ya, BAB di pesawat, atau di mana pun itu, memang bukan perkara besar. Tapi buat mereka yang masuk ke golongan kedua, buang air di pesawat itu bisa jadi masalah besar. Mereka cenderung sering mengkhawatirkan apa yang orang lain pikirkan. Ada citra, gengsi, dan harga diri yang dipertaruhkan pada saat buang air besar di pesawat.

Bayangkan saja, dari rumah udah dandan rapi maksimal nan kece. Tapi pas masuk lavatory (toiletnya pesawat), terdengar bunyi merdu brot-brot-breet dengan volume maksimal. Alhasil kamu yang ada di dalam toilet pasti langsung kalut karena takut yang antre di luar langsung auto-ilfeel.

Nah, buat kamu yang sering merasa nggak nyaman saat ingin buang air besar di pesawat, nggak perlu khawatir lagi. Ada 5 trik dan tips yang bisa kamu terapkan di saat keadaan mendesak.

1. Minta bubuk kopi ke pramugari

via pixabay.com/tstrong20

Ketika pesawat sudah lepas landas dan kamu didera rasa mulas yang keterlaluan dan tak tertahankan, langsung minta bubuk kopi ke pramugari. Bubuknya nggak perlu banyak-banyak, yang penting bisa kamu bungkus dengan tisu atau saputangan. Biasanya sih, pramugari pesawat langsung paham saat kamu mintai bubuk kopi.

“Terus, mesti dibagaimanakan itu bubuk kopi?”

Pastinya bukan untuk kamu emut. Lagipula untuk apa kamu emut-emut bubuk kopi!? Fungsi dari bubuk kopi tersebut ialah untuk menyerap aroma busuk saat kamu menunaikan “tugas suci”.

2. Masuk toilet di saat yang tepat

via pixabay.com/alusruvi

Berdasarkan pengakuan mantan pramugari Erika Roth, dan ditambah dengan pengalaman pribadi saya selama naik pesawat, saat lampu sabuk pengaman dimatikan adalah waktu yang tepat untuk pergi ke lavatory. Kebanyakan orang pergi ke toilet terlebih dahulu sebelum naik pesawat, sehingga jarang banget ada yang menggunakan lavatory pada waktu tersebut.

Waktu terbaik kedua adalah ketika kereta dorong yang berisi makanan akan mulai beroperasi. Ketika kamu melihat ada kereta dorong yang akan masuk ke lorong, langsung bergegaslah menuju lavatory. Karena ukuran kereta dorong yang cukup besar, orang lain nggak akan bisa lewat.

Dan kamu pun jadi punya waktu yang cukup untuk “bermanja-manja ria” di lavatory.

3. Flush pada saat zat hasil pembuangan jatuh

via nevota.com

Untuk menyamarkan bunyi “Kecemplung” yang nggak diinginkan, langsung tekan tombol flush setiap kali isi kotoran dalam perut kamu akan keluar. Bunyi yang dihasilkan ketika flushing itu kan cukup keras, jadi bisalah digunakan sebagai samaran.

“Kalau keluarnya banyak, berarti flush berkali-kali dong?”

Itu tergantung. Jika kamu ragu bakal “benda” yang dijatuhkan bakal berbunyi atau nggak, nggak ada salahnya kamu mengantisipasi. Tapi kalau kamu yakin nggak bakal berbunyi, ya nggak usah kamu tekan/putar tombol flush-nya.

4. Kalau nggak ada kopi, maksimalkan peran sabun

via thegate.boardingarea.com/Brian Cohen

Kalau kamu terlalu segan meminta bubuk kopi ke pramugari (atau lupa nggak bawa sendiri), kamu bisa mengakalinya dengan pakai sabun. Metode yang satu ini sudah dibuktikan keampuhannya oleh Neil Patrick Harris, pemeran Barney Stinson di How I Met Your Mother.

Caranya usapkan sabun di area tangan sampai lengan. Kemudian lambaikan tangan di udara supaya wangi sabun bisa menutupi aroma “benda” yang barusan kamu keluarkan. Ingat, jangan pernah gunakan parfum untuk menutupi bau. Nanti baunya malah semakin aneh lho.

5. Lakukan secepat mungkin

via lostateminor.com

Jangan pernah buat diri kamu terlalu betah di dalam lavatory. Sebisa mungkin keluarkan secepat yang kamu bisa, setidaknya untuk mengurangi beban yang ada di perut. Perkara belum kelar atau belum lega, nanti bisa disambung lagi di lain kesempatan.

Kamu bisa mengaturnya seperti ini: ronde pertama kamu lakukan setelah lampu sabuk pengaman mati. Lalu ronde kedua dimulai ketika kereta dorong datang. Jadi jedanya nggak terlalu lama, dan kamu nggak bakal terlalu tersiksa gara-gara beban menggantung yang ada di perut.

Kelima cara di atas, kalau dieksekusi dengan tepat, hasilnya bakalan maksimal. Yang penting ketika kamu keluar dari WC, bergayalah seperti habis dandan atau cuci muka. Mereka yang antre nggak bakal tahu apa yang kamu lakukan di kamar mandi. Semua bukti telah kamu singkirkan dengan sempurna!

Punya cara lain yang lebih efektif dan efisien? Coba bagikan pengalaman kamu di kolom komentar.

11 Shares

Komentar:

Komentar