5 Objek Wisata ini Lekat dengan Mitos Cinta Romantis Sekaligus Tragis


:

Banyak dari kita yang masih percaya akan hal-hal yang berkaitan dengan mitos, termasuk yang ceritanya lahir dan berkembang di objek-objek destinasi wisata. Mitos-mitos tersebut kemudian merebak dari mulut ke mulut dan melahirkan popularitas tersendiri yang akhirnya menjadi daya tarik bagi para wisatawan untuk berkunjung membuktikan kebenarannya. Apalagi jika mitos yang semarak dibicarakan berkaitan dengan asmara, pasangan-pasangan segala usia lantas berlomba untuk menanggalkan rasa penasarannya. Mau tahu dimana saja tempat-tempat yang lekat dengan cerita seputar cinta? Ini dia jawabannya.

 

Air Terjun Coban Rondo, Jawa Timur

Coban Rondo adalah salah satu objek wisata air terjun di Kota Malang yang namanya sudah tidak asing bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Selain populer akan keelokan dan kesejukannya, siapa sangka ternyata ada sebuah mitos yang membuat air terjun ini semakin terkenal di kalangan masyarakat awam dan para wisatawan. Mitos ini berkisah tentang pasangan suami istri yang memperjuangkan takdir cinta mereka di air terjun itu dan malah berakhir dengan kematian yang tragis. Konon, pasangan yang berkunjung ke Coban Rondo katanya tidak akan langgeng, hubungan asmaranya konon akan berakhir pula akibat kutukan pasangan dalam mitos tersebut.

 


Tanjakan Cinta, Gunung Semeru

Tanjakan Cinta adalah sebuah jalur pendakian di Gunung Semeru yang letaknya ada setelah Pos Ranu Kumbolo menuju arah Oro – Oro Ombo. Pemandangannya jangan ditanya, indah dengan berlatarkan danau Ranu Kumbolo yang eksotis dan memikat mata. Di balik eksotisme Tanjakan Cinta, berkembang kisah tragis tentang pasangan yang sedang melakukan pendakian di jalur tersebut. Alkisah si pria berjalan di depan mendahului pasangan wanitanya. Karena terlampau asyik sendiri tanpa menghiraukan keberadaan si wanita, tanpa sadar ternyata pasangan wanitanya keletihan, jatuh terguling, dan tewas di tempat itu. Kemudian mitos beredar bahwa para pendaki yang mempunyai pasangan ketika sedang melalui jalur tanjakan ini dianjurkan untuk tetap fokus berjalan, memikirkan pasangannya dan tidak boleh menoleh ke belakang, jika sampai menoleh ke belakang di tengah perjalanannya, konon hubungannya juga akan berakhir.

 

Candi Prambanan, Yogyakarta

Bagi siapapun yang pernah atau belum pernah mengunjungi situs candi yang terletak di Jogja ini pasti akan cukup familiar dengan mitos yang beredar tentang pasangan yang akan berakhir hubungannya jika berjalan-jalan ke objek wisata ini. Konon katanya hal tersebut berkaitan dengan kisah Bandung Bondowoso yang pada zaman dahulu kala bersikeras mempersunting Roro Jonggrang, sehingga tertantang untuk mewujudkan syarat Roro Jonggrang untuk membangun 1000 candi sebelum fajar menjelang. Ternyata candi tersebut nyaris selesai dalam waktu yang telah ditentukan, dengan bantuan para jin. Roro Jonggrang yang pada dasarnya tidak ingin dipersunting Bondowoso merasa cemas dan akhirnya menyuruh dayang-dayangnya menambuh lumbung seakan pagi sudah menjelang. Mengendus kecurangan itu, Bondowoso murka dan kemudian mengutuk Roro Jonggrang menjadi candi ke-1000. Itulah sebabnya konon sampai kini kutukan Bandung Bondowoso masih berlaku pada pasangan-pasangan yang berkunjung kesana, berharap agar hubungan mereka kandas seperti halnya kisah cintanya dengan Roro Jonggrang.

 

Pulau Kemaro, Palembang

Selain terkenal dengan Jembatan Amperanya, Kota Palembang juga tersohor dengan salah satu pulau cantik yang berjarak enam kilometer berlayar dari Jembatan Ampera, yakni Pulau Kemaro. Pulau Kemaro adalah salah satu potensi wisata andalan Kota Palembang, dimana merupakan pulau tak berpenghuni yang berisikan kuil dan pagoda eksotis dengan lanskap begitu menawan. Di balik pesona pulau ini tersebutlah legenda lama tentang seorang pangeran dari negeri Tiongkok, Tan Bun Ann, yang ingin mempersunting Putri Palembang bernama Siti Fatimah. Lamarannya Tan Bun Ann diterima dengan syarat ia harus mengirimkan sembilan guci berisi emas, dimana kemudian diseberangkanlah menggunakan kapal layar. Namun Tan Bun Ann marah ketika mengetahui bahwa guci hanya berisi asinan sawi, padahal sawi tersebut sebenarnya berfungsi menutupi emas agar aman dari ancaman bajak laut. Guci-guci tersebut lantas dilemparkannya ke sungai satu persatu. Pada saat guci kesembilan akan dilemparkan, guci itu pecah lebih dulu dan berserakanlah emas-emas di dalamnya. Tan Bun Ann menyadari kebodohannya, maka ia terjun ke sungai untuk mencari sisa emas yang lain. Tak kunjung kembali ke permukaan, Siti Fatimah yang mendengar kabar itu lantas menyusul kekasihnya berenang ke dalam sungai, dan akhirnya mereka berdua tak pernah muncul kembali. Di lokasi hilangnya pasangan kekasih ini kemudian muncullah sebuah pulau, yang konon adalah simbol cinta sejati mereka. Mitos ini menyebutkan bahwa pasangan yang berlayar ke pulau itu akan langgeng dan hanya dipisahkan oleh maut.

 

Situ Patenggang, Ciwidey, Jawa Barat

Berada di ketinggian 1600 mdpl, sebuah danau raksasa di area dataran tinggi Ciwidey terbentang dengan eksotisme khas Bandung, udara dingin dan pemandangan hijaunya. Situ Patenggang kini semakin terkenal di mata wisatawan lokal dan mancanegara bukan hanya karena keelokan pesona alamnya, namun juga karena daya tarik kisah di baliknya. Mitos menyebutkan bahwa para pasangan yang berkunjung ke lokasi ini dipercaya akan menjalani hubungan yang langgeng, apalagi ditambah dengan menginjakkan kaki di Pulau Asmara dan menuliskan nama di Batu Cinta. Konon Pulau Asmara dan Batu Cinta ini tercipta sejak zaman dahulu ketika sepasang kekasih Ki Santang dan Dewi Rengganis mengukir kisah cinta di tempat tersebut dengan pulau yang dikelilingi danau besar sebagai simbol cinta abadinya.

 

Komentar:

Komentar