Penting Buat Jobseeker! 5 Hal Ini Nggak Perlu Kamu Cantumkan di CV


:

Sebagai seorang jobseeker, tentu membuat CV adalah hal yang sangat urgent. CV atau daftar riwayat hidup dapat menentukan diterima tidaknya kamu di perusahaan yang kamu lamar. Berbagai prestasi dan juga daftar panjang organisasi pasti sudah kamu siapkan untuk dicantumkan dalam CV. Ya iayalah, CV kan harus keren. Semua wajib ditulis supaya HRD tahu kelebihan yang kamu punya.

Tapi ternyata anggapan ini salah besar, guys! Ada beberapa poin yang sebenarnya nggak perlu kamu tulis di CV tapi malah justru kamu tulis supaya terlihat mantap. Ini dia 5 hal yang nggak penting buat dicantumkan di CV. Plis, jangan korbankan masa depanmu ya!

1. Daftar panjang pendidikan dari SD sampai SMA

Emangnya penting gitu nulis daftar panjang pendidikan dari SD sama SMA? Boss perusahaan mah bodo amat sama hal ini. Yang penting adalah apakah jurusanmu sesuai atau enggak dengan yang mereka cari, atau skill yang kamu punya mumpuni atau enggak. Kalau jenjang pendidikan dari SD sampai disebut nama sekolah dan nilainya, kayaknya nggak penting deh, guys!

2. Riwayat kerja yang nggak sinkron

Sebaiknya kamu menulis riwayat kerja yang sesuai atau sinkron dengan posisi yang kamu incar, atau paling nggak sedikit mendekati. Jangan sampai kamu mengejar posisi A tapi riwayat kerja yang kamu cantumkan justru lebih banyak korelasinya dengan posisi B alias nggak nyambung. Kalau memang belum ada riwayat kerja sama sekali, kamu bisa cantumkan pengalaman atau kegiatan yang kamu lakukan setahun terakhir.

Baca Juga : 9 Contoh Application Letter yang Bikin Kamu Gampang Dapat Kerja


3. Pengalaman dan kemampuan yang standar

Kemampuan standar semacam bisa mengoperasikan komputer dan bahasa inggris nggak perlu kamu tulis di CV. Kemampuan dasar seperti itu saat ini mutlak harus dikuasai oleh para jobseekeer. Lebih baik tulis kemampuan di bidang lain yang sekiranya bisa membuat HRD tertarik untuk merekrutmu.

4. IPK rendah

IPK memang penting, tapi nggak semua perusahaan menganggap ini penting. Kamu bisa fokus pada keahlian dan portofolio yang kamu punya ketimbang mempermasalahkan IPK.

5. Email dengan nama alay

Satu hal yang kamu perlu tahu, nama email rupanya berpengaruh pada perekrutan karyawan lho. Pastikan email yang kamu gunakan tampak profesional supaya sesuai dengan job yang kamu incar. Hindari menggunakan nama email yang aneh atau alay karena bisa menurunkan kredibilitasmu sebagai pencari kerja.

 

Semangat ya! 🙂

Komentar:

Komentar