Nggak Semua Orang Cocok Kerja Jadi Freelancer, Mungkin Ini 10 Alasannya!


Profesi freelancer saat ini mulai naik daun. Dibandingkan dahulu, profesi ini sedikit ‘lebih dianggap’ lantaran cukup bisa menambah penghasilan meskipun nggak bekerja tetap di kantor. Bahkan kamu cukup kerja dari rumah saja bermodalkan laptop, pundi-pundi uang udah terisi masuk ke rekeningmu. Enak banget kan nggak usah modal transport plus akomodasi tapi dapet uang gaji? Kamu juga nggak perlu beli make up buat dandan cakep lantaran nggak ketemu siapa-siapa baik atas maupun rekan kerja. Bahkan cuma pake celana pendek plus kaos melar yang belum diganti habis bangun pagi pun nggak masalah.

Tapi jangan dikira semua orang cocok dengan profesi ini lho. Banyak juga orang-orang tertentu yang justru kreativitasnya jadi mandeg lantaran kerja jadi freelancer. Bekerja tanpa jadwal jadi beban berat yang justru bikin dia nggak maju. Beberapa orang justru lebih cocok untuk bekerja di kantor, pergi pagi pulang malam. Mungkin ini nih 10 alasan kenapa nggak semua orang cocok jadi freelancer.

1. Nggak semua orang kuat bekerja sendirian tanpa teman.

via mawista.com
via mawista.com

Kalau kamu berpikir jadi freelancer itu asyik, sebenernya nggak juga lho. Karena kamu bakal menghadapi sebuah profesi yang sepi, alias kerja sendirian. Nggak ada rekan kerja yang bisa diajak meeting bareng sambil tatap muka, nggak ada yang bisa diajak diskusi atau bahas planning tertentu dan pastinya nggak ada yang bisa dijadiin tempat curcol. Kamu murni kerja sendirian bermodalkan otak dan kreativitasmu. Dan belum tentu semua orang sanggup mengerjakan ini.

2. Tanggung jawab yang cukup besar membuat profesi ini sama sekali nggak mudah.

via startups.co.uk
via startups.co.uk

Saat bekerja di kantor, kamu jelas punya boss atau manajer yang akan mengawasi gimana cara kerjamu. Kalau cara kerjamu dinilai kurang baik, kamu bisa dapet masukan yang bikin kamu mau berubah. Tapi bekerja lepas beda, kamu sendiri yang bertanggung jawab atas beban dan juga pekerjaanmu. Kalau manajemen kerjamu buruk, dijamin kamu kewalahan menghadapi beban berat kerjaan yang numpuk.

3. Bukan pekerjaan yang cocok untuk orang yang disiplin dalam tidur.

via merdeka.com
via merdeka.com

Kamu orang yang selalu tidur rutin dan penuh disiplin? Hmm kayaknya kerja jadi freelancer bukan “kamu banget”. Jadi pekerja lepas itu harus rela bangun malam buat ngerjain sesuatu atau paling nggak harus rela jadwal tidurnya cukup berantakan lantaran ada deadline. Tapi kalau manajemen waktumu udah bagus, nggak akan mengganggu waktu tidur kok.

4. Berhadapan dengan klien tentu jauh lebih sulit ketimbang berhadapan dengan atasan di kantor.

via welshice.org
via welshice.org

Orang kantoran pasti tiap hari bakalan bertemu sama atasannya. Tapi karena seringnya pertemuan ini, kebanyakan pekerja kantoran jadi lebih akrab dengan bossnya. Rasa canggungnya pun agak berkurang lantaran udah sering kerja bareng. Tapi ini beda dengan freelancer yang harus berhadapan dengan tipikal klien yang beda-beda. Ada yang baik, sombong, pelit, dan berbagai sifat lainnya. Kalau nggak pinter-pinter jalin komunikasi dengan baik, bisa-bisa kerjaan melayang lantaran nggak cocok dengan klien yang dihadapi.

5. Kerja jadi freelancer, nominal yang masuk tergantung kapasitas kerja. Dan nggak semua orang siap dengan ini.

via ayobuka.com
via ayobuka.com

Kamu yang kerja jadi freelancer pasti paham kalau pemasukan freelancer itu nggak tentu, tergantung kapasitas dan kerjaannya. Kadang banyak dan kadang dikit. Kalau nggak kerja dengan maksimal, uang yang didapat pun berkurang karena semua tergantung kamu yang menjalani. Dan kalau nggak bekerja sama sekali, kamu nggak bakalan dibayar. Beda sama pekerja kantoran yang ijin beberapa hari nggak masuk pun tetetp digaji, dapet tunjangan dan uang cuti lagi.

 

Komentar:

Komentar