Contoh Lengkap Soal Psikotes dan Tips Detail Cara Pengerjaannya

Nyatanya banyak lho yang sering terganjal sama tes ini

Buat kamu yang sedang atau pernah melamar kerja, pasti familiar dengan beberapa tingkatan tes penerimaan karyawan. Biasanya sih mulai dari pengumpulan berkas, tes tulis, tes psikotes, kesehatan, sampai dengan wawancara.

Nah, salah satu tahapan yang sering jadi batu sandungan bagi para pencari kerja adalah tes psikotes. Bahkan ada yang setiap melamar kerja selalu gagal di tahap psikotes. Mau setinggi apa pun IPK kamu, tapi kalau tes psikotes nggak lulus, tetap saja kamu nggak diterima. Apa kamu seperti itu juga?

Kalau iya, mungkin beberapa tips dan trik ini bisa membantu kamu dalam tahap tes psikotes.

Istirahat yang cukup

Kunci dalam mengerjakan tes psikotes adalah mental dan fisik yang prima. Oleh karena itu, kalau kamu akan menjalani tes psikotes di luar kota, hindari datang ke kota tujuan pada saat hari H. Itu terlalu mepet, dan hasilnya tenaga kamu pun bakal keburu terkuras selama perjalanan.

Datanglah pada H-1 atau H-2, supaya kamu punya waktu untuk istirahat. Biar bagaimana pun, tes psikotes itu menuntut konsentrasi yang tinggi. Dan untuk melakukannya, jangan sampai kamu datang ke lokasi tes dengan tubuh yang kelelahan.

Banyak latihan, karena nggak semua orang itu mampu jika tanpa persiapan matang

Sama seperti tes UN atau SBMPTN, kemampuan untuk mengerjakan tes psikotes itu bisa kamu asah dengan berlatih secara terus menerus. Hanya saja beda tipe tes, beda juga latihannya. Untuk tiap-tiap tahapan tes psikotes, kamu dapat melihat cara latihannya di bawah ini.

Tes Logika Aritmatika

Contoh soal:

via blog.payrollbozz.com

Penjelasan:

  1. B. Karena setiap angka ditambahkan dengan 8, jawaban yang benar adalah 27 + 8 = 35
  2. D. Polanya adalah ditambahkan dengan bilangan ganjil. 3 (+3) 6 (+5) 11 (+7) 18 (+9) = 27
  3. B. Setiap angka dikurangi 18, sehingga jawaban yang benar 459 – 19 = 440
  4. A. Sama seperti nomor soal nomor dua, tiap angka ditambahkan dengan bilangan ganjil. 316 (+7) 323 (+9) 332 (+11) 343 (+13) = 356
  5. E. Sama seperti nomor sebelumnya, hanya saja dalam bentuk pengurangan. 662 (-17) 645 (-21) 624 (-25) 599 (-29) = 570

Tips mengerjakan:

Tes ini biasanya memiliki deretan angka yang berpola. Tugas kamu adalah menganalisa dan memahami pola-pola yang ada di tiap baris. Ketika mengerjakan tes ini, lihat deretan angka secara keseluruhan, apakah polanya urut atau lompat-lompat.

Selain itu, ingat juga kalau tes ini memiliki batas waktu. Jadi jangan sampai terpaku pada satu soal. Kalau dirasa terlalu sulit atau membuang-buang waktu untuk mengerjakan satu soal, lewati saja dan lanjut ke nomor berikutnya.

Kamu bisa berlatih soal-soal jenis ini di bank soal tes SBMPTN pada materi deret hitung atau deret ukur.

Tes Logika Matematika

Contoh soal:

  1. Ali adalah kakak Hasan, 4 tahun lebih tua. Sinta adalah kakak Ali dan berbeda 3 tahun. Berapakah usia Sinta, jika saat ini Hasan baru saja merayakan ulang tahun yang ke-21?
  2. Sebuah pesawat terbang dapat menempuh jarah 10 km dalam tempo 40 detik. Manakah yang bukan kecepatan pesawat terbang tersebut? 450 km/jam, 15 km/menit, ¼ km/detik, 900 km/jam, 250 m/detik.
  3. Dari bilangan di bawah ini, yang dapat habis dibagi 4 adalah … 94, 38, 26, 102, 74, 30, 54, 42, dan 356.
  4. Perhatikan sederet bilangan berikut: 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, dan 14. Dari bilangan tersebut, yang tidak dapat dibagi 4 adalah, kecuali …
  5. Seorang pedagang menjual jambu dengan harga Rp15.000/kg. Di dalam tokonya terdapat 6 dus dan di setiap dus berisi 5 kg jambu. Dua bekas tempat jambu itu masih bisa dijual lagi dengan harga Rp2.000/dus. Berapakah uang hasil penjualan seluruh jambu dan dus tersebut?

Penjelasan:

via ezhpe.wordpress.com

Tips mengerjakan:

Tes ini lebih ke arah perhitungan dan logika matematika. Oleh karena itu, pastikan kamu sudah menghafalkan rumus-rumus dasar seperti kecepatan, luas bangun, atau lain sebagainya. Selain itu kamu juga harus selalu teliti pada saat mengerjakan soal ini, soalnya ada kemungkinan satuan yang di soal berbeda dan perlu disamakan terlebih dahulu.

Tes Logika Penalaran

Contoh soal:

via Titian Bakat

Penjelasan:

E. Warna biru saja berputar searah jarum jam, sedangkan warna merah berputar sebaliknya.

Tips mengerjakan:

Hampir sama dengan tes logika aritmatika, hanya saja pola dari logika penalaranan berupa gambar yang berupa 2D atau 3D. Kuncinya di sini adalah konsentrasi, perhatikan betul-betul polanya. Jangan lewatkan detail sekecil apa pun, seperti penempatan titik atau perputaran warna.

Tes Analogi Verbal

Contoh soal:

via sheilaajrina.wordpress.com

Penjelasan:

  1. B. Nuri merupakan nama hewan, sedangkan spesiesnya adalah burung. Kalau sepat adalah nama hewan, kita tinggal mencari spesiesnya, yaitu ikan.
  2. C. Panas merupakan antonim dari dingin, sedangkan antonim dari suka adalah duka.
  3. C. Pasangan dari putera adalah puteri. Oleh karena itu pasangan dari dewa adalah dewi.
  4. D. Kapten merupakan sebutan lain dari nahkoda atau pengemudi kapal. Oleh karena itu, pasangan dari pilot adalah kapal terbang.
  5. D. Pakaian formal yang biasa dikenakan oleh wanita adalah kebaya. Pakaian formal yang biasa dipakai pria berarti jas.

Tips mengerjakan:

Untuk tes jenis ini tips dan triknya cukup simpel, tinggal hafalkan saja perbendaharaan kata, sinonim, antonim, dan perbandingan antar kata. Semakin banyak kosakata yang kamu hafalkan, maka peluangmu mengerjakan soal dengan benar semakin besar.

Tes Kraeplien/Pauli

Contoh soal:

via asatrio.blogspot.co.id

Tips mengerjakan:

Tes yang biasa juga disebut tes koran ini cukup melelahkan dan menguras konsentrasi. Gimana nggak, ada banyak angka yang bertebaran dan harus diselesaikan dengan benar. Untuk tes jenis ini, kuncinya adalah kerjakan dengan tempomu sendiri; jangan terlalu cepat atau terlalu lambat, yang penting konsisten.

Percuma juga ngebut di awal kalau akhirnya malah ngos-ngosan dan konsentrasi jadi buyar.

Untuk alat tulis, gunakan pensil atau pulpen yang biasa. Kalau kamu menggunakan pensil mekanik, pastikan isinya masih banyak. Dan jangan sampai patah di tengah jalan. Waktu kamu bakal terbuang sia-sia hanya untuk mengisi ulang isi pensil tersebut.

Poin terakhir, saat kamu disuruh berhenti mengerjakan tes ini, ya berhenti saja. Nggak usah curi-curi kesempatan. Hal yang dinilai dalam tes ini bukan seberapa banyak angka yang bisa kamu jumlahkan, melainkan konsistensi pada tiap baris.

Tes Army Alpha Intelegence

Contoh soal:

via youtube.com/watch?v=3mUu0s6Dyb8

Penjelasan:

Yang kamu coret harusnya adalah 5, 9, 3 karena mereka tidak berada di dalam segitiga dan tidak disertai huruf.

Tips mengerjakan:

Biasanya sih tiap soal ada kombinasi antara deretan angka dan bentuk yang saling berhubungan dengan soal-soal lain. Jadi untuk tes jenis ini, pastikan pendengaranmu tak lagi bermasalah.

Konsentrasilah pada apa yang dikatakan oleh narator. Dan yang paling utama, sabar. Jangan biarkan fokus kamu terganggu hal-hal kecil yang tidak penting, dan jangan terburu-buru menjawab sebelum narator menyelesaikan instruksinya.

Tes Edwards Personal Preference Schedule (EPPS)

Contoh soal:

  1. A. Saya suka berbicara tentang diri saya dengan orang lain.
    B. Saya suka bekerja untuk suatu tujuan yang telah saya tentukan bagi diri saya.
  2. A. Saya suka menolong teman-teman saya, bila mereka berada dalam kesulitan.
    B. Saya ingin melakukan pekerjaan apa saja sebaik mungkin.
  3. A. Saya ingin mengetahui bagaimana pandangan orang-orang besar mengenai berbagai masalah yang menarik perhatian saya.
    B. Saya ingin menjadi seorang ahli yang diakui dalam salah satu pekerjaan atau bidang khusus.
  4. A. Saya ingin agar setiap pekerjaan tulisan saya teliti, rapi, dan tersusun dengan baik.
    B. Saya ingin menjadi seorang ahli yang diakui dalam salah satu pekerjaan, jabatan, atau bidang khusus.

Tips mengerjakan:

Tes ini bisa dibilang yang paling merefleksikan diri kamu karena yang dinilai adalah kejujuran, kepribadian, tanggung jawab, dan disiplin. Pada tes ini ada beberapa jawaban yang bisa dipilih tergantung dari soal yang diajukan. Kunci dari tes ini adalah jawab sejujur-jujurnya sesuai kondisi yang ada di soal. Kalau tidak menemukan jawabannya, pilih yang paling mendekati.

Karena bakal ada banyak pertanyaan yang diulang-ulang, kamu akan ketahuan dengan mudah jika tidak jujur saat menjawabnya. Tahap ini biasanya melihat kepribadian dan kesesuaian dengan pekerjaan. Makanya tes ini juga bisa digunakan sebagai acuan seperti apa suasana kerja nanti.

Cara lain untuk dapat mengerjakan tes ini dengan baik adalah pahami jobdesc dari pekerjaan yang kamu  incar, lalu jawablah sesuai dengan kepribadian yang dibutuhkan untuk pekerjaan tersebut. Misalnya kamu melamar untuk posisi sales atau marketing tapi nggak pernah memilih pilihan “Saya suka berbicara tentang diri saya dengan orang lain,” kan jadi nggak cocok.

Tes Wartegg

Contoh soal:

via karyawanesia.com

Penjelasan:

Tiap kotak dari Wartegg mempunyai penilaian yang berbeda-beda. Untuk memudahkan penjelasan, urutan kotaknya dari yang pertama sampai yang terakhir seperti ini ya

1 2 3 4

5 6 7 8

Gambar pertama menggambarkan hal-hal yang berhubungan dengan adaptasi di suatu lingkungan.

Gambar kedua menggambarkan kebebasan dan fleksibiltas perasaan.

Gambar ketiga menggambarkan ambisi dan keinginan untuk terus berkembang dan berbenah diri.

Gambar keempat menggambarkan cara mengatasi kesulitan yang terjadi.

Gambar kelima menggambarkan cara menyelesaikan suatu masalah.

Gambar keenam menggambarkan pola pikir dan analisa masalah.

Gambar ketujuh menggambarkan perasaan, apakah sudah stabil/dewasa atau masih labil/kekanakan-kanakan.

Gambar kedelapan menggambarkan kehidupan sosial dengan orang lain.

Tips mengerjakan:

Ada yang bilang kalau kamu menggambar sesuai urutan (1,2,3,4,5,6,7,8), kamu akan dicap sebagai pribadi yang kaku. Jika menggambarnya secara acak, kamu akan dianggap kreatif. Menggambar dengan pola seperti 1,2,3,4,8,7,6,5 atau 5,6,7,8,4,3,2,1 kamu akan dianggap seimbang.

Selain itu, jika kamu laki-laki, nggak boleh mulai menggambar dari nomor 5 karena bisa dicap memiliki kelainan seksual. Untuk obyek yang digambar, katanya gambar benda hidup untuk garis lengkung dan benda mati untuk garis lurus.

Saya sendiri nggak bisa memastikan benar tidaknya kunci jawaban yang beredar itu. Menurut teman saya yang berasal dari jurusan psikologi, soal seperti ini nggak ada kunci jawabannya. Pada saat penilaian pun ada banyak faktor yang harus dipertimbangkan.

Kalau mau cari aman sih, ikuti saja urutan pengerjaan dari “kunci jawaban” yang sudah terlanjur beredar. Tapi untuk gambarnya sendiri, gambarlah sesuai apa yang ingin kamu gambar. Jangan sampai menjiplak atau menggambar ulang gambar yang pernah kamu lihat sebelumnya.

Tes Menggambar Orang/Pohon/Rumah

via surabaya.tribunnews.com

Sama seperti penjelasan di atas, karena tes gambar nggak punya jawaban mutlak benar dan salah, gambar saja sesuai imajinasi atau apa yang ingin kamu gambar.

Terus bagaimana dengan kunci jawaban yang menyebutkan kalau gambar orang harus begini, gambar rumah harus begitu, dan gambar pohon harus beginu (begini+begitu)?

Agan satu ini, agan caprux, punya pendapat yang cukup menarik,

“Jawabannya simpel, nggak. Tes grafis (berupa gambar) tidak sesederhana primbon; kalau ini artinya itu, kalau itu artinya ini. Yang dianalisis bukan hanya konten atau bentuk, banyak variabel yg dilihat, termasuk cara atau proses menggambarnya. Tes ini termasuk ‘rumit’ dan ‘dalam’, sehigga banyak yg bilang analisis tes ini setengah ‘seni’ setengah ‘logika’.”

Selain itu, tiap orang punya kepribadian dan kebiasaan yang berbeda-beda. Kalau kamu bertanya kepada temanmu yang sudah pernah lolos tes psikotes dulu gambar kayak gimana, dengan gambar yang sama peluangmu untuk lolos nggak lebih besar kok.

Makanya kalau kamu nggak jago gambar, nggak perlu khawatir. Bukan estetika gambarnya yang dinilai, melainkan interpretasi di balik gambar yang kamu buat. Balik lagi ke jawaban sebelumnya, kalau kamu mau cari aman, silahkan saja kamu mengikuti “kunci jawaban” yang sudah beredar luas. Yang penting jangan sampai gambarnya menjiplak persis gambar orang lain yang pernah kamu lihat sebelumnya.

via ytimg.com

Yakin dan jadilah diri sendiri

Ketika memeriksa jawaban tes psikotes, pihak penguji dapat melihat apakah kamu berbohong atau curang pada saat mengisi soal psikotes. Oleh karena itu, yakinlah pada diri sendiri dan isi sesuai dengan apa yang ada di pikiranmu.

Perlu kamu tahu, psikotes bukanlah tes yang jawabannya benar atau salah. Tes psikotes ini lebih melihat seperti apa dirimu, kebiasaanmu, hubunganmu dengan orang lain. Singkatnya sih, tes ini merupakan salah satu media untuk melihat kesesuaian antara kamu dan pekerjaan yang akan kamu lamar.

Senada dengan pendapat Achmad Adiputra,

“Psikotes bukan persoalan ‘siapa yang mendapatkan nilai paling tinggi, maka dia yang akan diterima kerja’. Psikotes bertujuan untuk mendapatkan gambaran menyeluruh tentang diri Anda. Psikotes hanya satu dari tahap yang harus ditempuh oleh para pencari kerja. Dan psikolog dapat mengetahui apakah Anda berbohong atau tidak.”

Lagipula psikotes itu bukan satu-satunya tes yang kamu lakukan saat melamar kerja. Ada juga tes wawancara. Dan tes psikotes malah bisa dijadikan acuan saat tahap wawancara. Jawabanmu ketika wawancara akan dilihat, apakah sesuai dengan hasil tes ketika psikotes.

Makanya, kalau kamu berbohong atau terlalu kaku dalam mengikuti saran orang lain, pasti langsung ketahuan.

Gimana? Setelah membaca penjelasan di atas, mau langsung mencoba berlatih soal-soal psikotes? Atau mungkin kamu masih butuh saran lain soal wawancara kerja. Kamu bisa baca artikel di bawah ini.

 

- Advertisement -
Shares 11

Komentar:

Komentar