Sudah Berapa Lama Kamu Hidup Dalam 10 Kebohongan Ini?


:

Ketika menjalani hidup, kita seringkali mendengar sebuah celetukan mengenai apa yang benar dan apa yang salah. Bahkan terkadang kita mengiyakan celetukan tersebut dan menerimanya sebagai sebuah kebenaran. Sayangnya, banyak diantara celetukan tersebut yang sebenarnya berkonotasi negatif dan hal itu dapat membebani kita dalam menjalani hidup. Entah kamu sadar atau tidak sebenarnya itu adalah kebohongan yang kamu benarkan.

via psychologytoday.com

Mark Chernoff mengutarakan apa yang seringkali kita anggap sebuah kebenaran ternyata salah sama sekali. Apa saja itu?

1. Sendiri = Kesepian

via huffingtonpost.com

Perlu diingat bahwa sendiri tidak selalu bermakna kesepian dan berada dalam hubungan tidak selalu bermakna bahagia. Banyak orang yang terlebih dahulu mematangkan diri dalam kesendirian mereka sebelum mereka siap menjalin hubungan dengan orang lain, karena mereka tidak memaksakan diri untuk berada dalam hubungan yang tidak mereka ketahui sendiri.

Pasti kamu juga udah sering kan melihat atau mendengar orang yang cepat berhubungan tapi juga cepat putus? Nah, kalau sudah tahu abaikan saja meme-meme atau gurauan yang menceritakan kengenesan seorang jomblo. Karena daripada terburu-buru dan menyesal mending mempersiapkan diri sehingga siap dalam menjalin hubungan kan.

2. Bahagia itu ketika mendapatkan apapun yang kamu mau

via oprah.com

Kalau konsep kebahagiaanmu itu mendapatkan apapun yang kamu mau, kamu tidak akan pernah merasa bahagia. Karena jika kamu lebih mensyukuri apa yang kamu miliki dan bersabar akan apa yang terjadi nanti kamu pasti akan merasa lebih bahagia daripada sebelumnya.

Terkadang saat kita fokus mengejar sesuatu yang besar, kita gagal menyadari hal-hal kecil yang memberikan hidup kita kebahagiaan. Misal, kamu sibuk bekerja cari duit sehingga mengabaikan orang tuamu, nantinya ketika mereka nggak ada kamu yang bakal menyesal karena kamu nggak mensyukuri keberadaan orang tuamu. Bolehlah mengejar impianmu, tapi jangan dijadikan patokan kebahagiaan. Karena kebahagiaan itu kita sendiri yang menciptakan.

3. Rasa sakit itu sesuatu yang dapat kamu lihat

via thegospelcoalition.org

Jangan meremehkan rasa sakit pada diri seseorang karena masing-masing dari mereka punya masalah dalam hidup. Terkadang ada beberapa orang yang pandai menyembunyikan masalah mereka di depan orang lain, kamu nggak tahu kegelisahan apa yang mereka pikirkan dan sakit apa yang mereka rasakan.


Maka dari itu jangan dengan mudah menghakimi seseorang, mungkin bagimu biasa tapi bisa saja hal itu ternyata mengorek luka yang dia sembunyikan. Daripada repot-repot menghakimi orang lain mending lakukan hal lain yang lebih bermanfaat aja.

4. Harusnya hidupku nggak seperti ini

via en.wikipedia.org

Hal ini hanya membebani pikiranmu dan tidak ada manfaat lain. Memang kita boleh-boleh saja mengatur goal mengenai hidup kita, tapi jangan terlalu strict dengan hal itu. Rasakan apa yang kita rasakan sebenarnya, jangan membohongi diri kita sendiri dan kalau kamu melakukan hal itu, kamu bisa meringankan beban hidupmu sendiri lho.

Jalani tiap hari sebaik-baiknya dan pasrahkan pada Tuhanmu bagaimana hasil akhirnya. Jangan terlalu menuntut dan mengatur hidupmu terlalu ketat karena hal ini malah bisa jadi kebiasaan yang berdampak buruk bagi kita sendiri.

5. Harusnya aku jadi seperti itu

via social.hays.com

Berhentilah membandingkan dirimu dengan sisi lain dirimu, ataupun membandingkan dirimu dengan orang lain. Seperti poin nomor 4, lakukan dengan sungguh-sungguh apa yang dapat kamu kerjakan dan serahkan hasilnya pada Tuhan. Ketika kamu berhenti membandingkan dirimu sendiri kamu akan merasakan kedamaian yang sesungguhnya, bukan hanya angan-angan.

6. Hanya orang-orang tertentu yang mempunyai kehidupan yang memuaskan

via quotesgram.com

Kamu pasti pernah berpikir seperti ini,

“Karena dia tampan makanya bisa jadi aktor yang sukses”

“Karena orang tuanya presiden nggak heran usahanya bisa sukses”

“Karena ibunya artis makanya dia bisa dengan mudah jadi artis”

Dan buruknya kamu sampai berpikir, aku yang cuma kayak gini bisa apa. Pernah mikir kayak gitu? Kalau pernah berarti ada masalah besar di pikiranmu. Pernah dengar kata-kata ini kan, “kamu menuai apa yang kamu tanam”, jadi misal kalau kamu mendapati hidup yang menurutmu biasa-biasa aja emang usahamu dulu sekeras apa? Pernahkah bersyukur dan berterima kasih atas apa yang pernah kamu dapatkan sebelumnya?

7. Masa-masa sulit itu merepotkan

via channel.nationalgeographic.com

Tidak ada orang yang langsung sukses sejak dari lahir, kamu harus jatuh bangun merasakan pahitnya kegagalan sebelum memetik manisnya kesuksesan. Terkadang kamu harus menjalin pahitnya hubungan dengan orang yang menyakitimu sebelum kamu mendapatkan dia yang terbaik untukmu. Ambil pelajaran dari setiap masa sulitmu, dan jadikan itu sebagai acuan ketika menentukan suatu keputusan dalam hidup. Karena begitulah hidup.

8. Menjadi kuat itu mampu menahan sakit

via sahpottstown.com

Tapi dalam kenyataannya, orang yang kuat adalah dia yang bisa merasa sakit, menerima rasa sakit, belajar dari rasa sakit, dan berusaha bangkit dari rasa sakit itu. Butuh keberanian yang besar untuk melakukan hal itu, mintalah jeda waktu sebentar untuk meluapkan tangis dan emosi sebelum bangkit dan bertarung kembali menghadapi kerasnya kehidupan.

9. Palsukan selama itu untuk hal yang baik

via alwaysbecrazy.com

Apakah kamu benar-benar merasakan cinta ketika mengatakan ”I love you.”? Apakah kamu benar-benar berterimakasih ketika mengatakan “Terima kasih.”? Apakah kamu benar-benar merasa salah ketika mengatakan “Aku minta maaf.”? Apakah kamu benar-benar sudah ikhlas ketika mengatakan “Aku memaafkanmu.”? Ketika kamu merasakan hal itu sebelum mengatakan sesuatu, kamu nggak butuh kalimat panjang bertele-tele, cukup kalimat singkat tapi langsung mengena ke hati, dan kamu dapat mempertanggung jawabkan semua ucapanmu.

10. Bermimpi itu buang-buang waktu

via dreamdictionarynow.com

Anugrah terindah yang dimiliki oleh manusia adalah imajinasi. Banyak hal besar yang bermula dari imajinasi manusia, seperti mobil, telepon, komputer, internet, atau hal-hal lainnya. Pernahkah kamu membayangkan bagaimana bila orang menerima begitu saja kalau untuk menempuh perjalanan itu hanya dengan berjalan kaki, tidak memimpikan suatu benda yang dapat membuat perjalanan mereka lebih singkat.

Pastinya sampai detik ini kita masih hidup di jaman batu yang mengandalkan kaki kita untuk melangkah. Nah, masih banyak hal yang bisa kamu imajinasikan dan wujudkan sebelum hal itu diambil oleh orang lain. Yang penting jangan hanya bisa bermimpi, tapi juga bisa merealisasikannya. Sehingga nggak buang-buang waktu.

via inlpcenter.org

Sudah tersadar dari kebohongan yang selama ini membelenggumu? Nah saatnya kamu bangkit dan menatap hidup lebih baik lagi.

Sumber : Brightside

Komentar:

Komentar