Sering Buang Benda-Benda Ini Di Saluran Pembuangan Air? Hentikan Dari Sekarang, Akibatnya Bisa Fatal

Jangan buang sembarangan lagi, ya

:

Kamu termasuk orang-orang yang suka buang makanan sisa atau benda-benda lain ke dalam wastafel, WC, atau saluran pembuangan air lainnya? Memang sih seringkali kita malas untuk membuang sisa makanan ke tempat sampah saat sedang mencuci piring. Ngaku deh, pasti ada di antara kamu yang suka melakukan itu.

Tapi guys, lebih baik kamu mulai kurangi kebiasaan membuang sesuatu ke dalam salurang pembuangan air dari sekarang. Kalau bisa hentikan sama sekali. Benda-benda yang kamu buang itu cepat atau lambat bakal menyumbat saluran air, khususnya benda-benda berikut ini nih.

1. Nasi dan pasta

via brightside.me

Nah, yang ini nih, pasti kamu sering deh buang sisa nasi atau pasta ke dalam saluran bak cuci piring, terutama kalau lagi membersihkan piring. Hal ini gak baik lho, guys. Karena sifat nasi dan pasta yang bisa menyerap air, mereka akan mengembang dan menyumbat saluran pipa wastafel. Nasi dan pasta juga termasuk makanan yang lama untuk terurai di dalam air, lho. Jadi, mereka bisa menyumbat saluran pipa di rumah kamu untuk waktu yang lama.

2. Cangkang Telur

via brightside.me

Pecahan kulit telur juga sebaiknya langsung dibuang ke tempat sampah, bukan ke saluran bak cuci piring. Kalau kamu mikir, “Ah cuma dikit ini, lagian kalau aku potong kecil-kecil gak akan nyangkut.” Eitss, kamu salah besar. Sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit, kemudian mampet deh saluran airmu.

3. Obat-obatan

via brightside.me

Suka gak sengaja jatuhin obat ke dalam wastafel? Atau sengaja membuangnya ke saluran wastafel karena kamu takut diracuni? Hmm, kayaknya kamu terlalu banyak nonton film.

Apa pun alasannya, mulai dari sekarang jangan lagi deh. Obat-obatan yang dibuang ke dalam saluran wastafel atau WC gak akan larut dengan mudah. Air yang melewati obat-obatan itu akan terkontaminasi oleh obat-obatan yang kedaluwarsa tersebut. Akhirnya saluran jadi tercemar, dan mungkin kamu pun jadi ikut berkontribusi terhadap pencemaran air. Jangan sampai, deh.

Editor’s Pick


 

 

4. Rambut

via brightside.me

Salah satu benda yang paling sering kita temui jika sedang membersikan saluran pembuangan air. Mau bagaimana lagi, kalau lagi keramas mungkin ada saja rambut kamu yang jatuh terseret air, ‘kan? Apalagi kalau kamu punya rambut yang panjang.

Solusinya, saat kamu beres mandi, sebisa mungkin ambil rambut-rambut itu dan buang ke tempat sampah. Karena bila tidak, rambutmu itu akan membentuk gulungan-gulungan bola yang nantinya akan menyumbat saluran pembuangan airmu dengan cepat. Soalnya rambut juga menjaring sampah-sampah lainnya.

Merasa saluran air kamar mandimu sering mampet? Kemungkinan besar itu karena rambut yang bersarang.

5. Puntung Rokok

via brightside.me

Menghisap batang rokok ketika sedang mengerjakan ‘tugas panggilan alam’ memang memberikan kenikmatan tersendiri bagi sebagian orang. Tapi satu hal yang harus diingat jika kamu punya kebiasaan itu: jangan pernah membuang puntung rokok kamu di saluran air.

Ada tiga alasan utama kenapa kamu jangan pernah melakukannya. Pertama, puntung rokok bersifat menyerap air, sehingga bisa membesar dan menyumbat saluran. Kedua, puntung rokok tidak akan pernah bisa diuraikan oleh air. Ketiga Puntung rokok juga memiliki banyak kandungan berbahaya di dalamnya yang akan sangat mencemari air hasil pembuanganmu.

Jadi, mulai sekarang hentikan buang puntung rokok di saluran air kamar mandi ya, guys!

6. Pembalut

via brightside.me

Pembalut merupakan benda yang memang didesain untuk menyerap cairan. Jadi ketika kamu buang pembalut ke dalam saluran air, wastafel atau WC, pembalut akan membesar karena terus menyerap air. Dan tentu saja ukurannya yang besar bakal menyumbat saluran air.

Jadi, apa kamu pernah atau malah sering buang benda-benada itu ke dalam saluran pembuangan air di rumah kamu, guys? Atau kamu malah kaget ada orang-orang yang suka membuang benda-benda tersebut ke saluran pembuangan air? Ya, siapa yang sangka ada orang yang suka buang pembalut ke sana!?

Source: Brightside

Komentar:

Komentar