3 Teknik biar Kamu Bisa Lebih Mudah Mengalami Lucid Dream

Kalau sukses, mungkin bisa lanjut ke proyek astral?

Pernah dengar istilah lucid dream? Bukan, itu bukan kondisi ketika kamu bermimpi tentang seseorang yang bernama Lucid. Lucid dream adalah suatu kondisi di mana kita mengontrol penuh kesadaran saat berada di alam mimpi. Saat mengalami lucid dream, kamu bisa mengontrol tubuh sebagaimana kalau kamu lagi terbangun. Kamu bahkan bisa melakukan hal-hal yang mustahil, seperti terbang atau mengeluarkan jurus kamehameha.

Tapi cara mencapai fase lucid dream nggak mudah lho. Meskipun ada orang yang beruntung bisa mencapai lucid dream hanya dengan tidur seperti biasa, kebanyakan orang tetap kesulitan.

Jadi daripada kamu penasaran karena berkali-kali gagal, nggak ada salahnya sekarang kamu coba metode peneliti dari Universitas Adelaide. Para peneliti dari Australia ini sampai merekrut 169 orang untuk mencoba tiga teknik lucid dream. Mau coba?

1. Reality testing atau menguji realitas

via blog.sivanaspirit.com

Saat mencoba teknik ini, para partisipan diminta untuk bertanya ke diri sendiri: “Apakah saya bermimpi?”

Ulangi pertanyaan itu selama 10 kali setiap hari, dan beri jarak dari satu sesi pertanyaan ke sesi berikutnya. Setiap kali bertanya, mereka juga diminta untuk memeriksa keadaan sekeliling: apakah ada yang aneh dengan kondisi di sekitar mereka?

Setelahnya mereka diminta untuk bernapas lewat mulut tertutup. Tujuannya? Ya untuk mengecek kondisi sekeliling atau reality test; apa mereka sedang terbangun atau ada di alam mimpi.

Ah, tapi mustahil dong bernapas lewat mulut yang tertutup?”

Gini penjelasannya… saat kita bermimpi, kemungkinan besar mulut kita terbuka. Maka dari itulah di alam mimpi kita bakalan bisa bernapas lewat mulut yang tertutup. Jadi kalau kamu bisa bernapas lewat mulut tertutup, itu berarti kamu lagi bermimpi.

Selesai melakukan reality test, kita juga disarankan untuk memfokuskan diri di alam mimpi dengan cara menggosokkan kedua telapak tangan. Fokuskan pikiran pada sensasi yang dirasakan tubuh sambil bilang, “Ini adalah lucid dream” secara berulang-ulang.

2. Wake back to bed atau tidur lagi setelah terbangun

via youtube.com

Hal pertama yang harus dilakukan saat memakai teknik ini adalah menyetel alarm untuk berbunyi lima jam setelah tertidur. Hitung aja kira-kira jam berapa kamu tertidur, lalu setel alarm untuk berbunyi lima jam setelahnya.

Setelah itu, partisipan diminta untuk membaca dokumen yang berisi 700 kata tentang apa saja yang akan mereka lakukan jika udah berada pada fase lucid dream. Beres membaca, barulah mereka dipebolehkan untuk kembali tidur.

Konon, seseorang memasuki lucid dream saat dia berada di fase REM (rapid eye movement). Dan coba tebak apa hubungan teknik di atas dengan fase REM? Ya, kamu bakal lebih gampang mencapai fase REM jika sebelumnya sudah tidur sejenak terlebih dahulu.

3. Mnemonic Induction of Lucid Dreams (MILD)

via lonerwolf.com

Menurut saya ini teknik yang paling simpel, tapi sekaligus juga paling menuntut fokus. Teknik MILD ini cuma meminta partisipan terus mengulangi kalimat, “Jika nanti saya bermimpi, saya akan mengingat bahwa saya berada di dalam mimpi.” Diucapkannya pun sebelum tidur, saat mereka berbaring di ranjang. Dan mereka harus benar-benar mencurahkan fokus pada kalimat tersebut.

Jika kamu mencoba teknik MILD, usahakan agar mantra “Jika nanti saya bermimpi, saya akan mengingat bahwa saya berada di dalam mimpi,” merupakan hal terakhir yang kamu ingat sebelum  tertidur.

Dari ketiga teknik tersebut, mana yang paling efektif? Kalau berdasarkan hasil penelitian sih teknik MILD. Bahkan ketika kamu menggabungkan ketiga teknik tersebut, hasilnya juga nggak sebagus ketika hanya menggunakan teknik MILD.

Mau langsung dicoba nanti malam?

4 Shares

Komentar:

Komentar