Mitos atau Fakta, Reboot dan Restart Bisa Bikin Performa Gadget Kembali Lancar?

Atau itu cuma fiksi?

“Laptop gue kenapa ya, kok lemot begini?”

“Coba deh lu restart dulu.”

Pernah mengalami atau berada di situasi seperti itu? Kalau pernah, kamu nggak sendirian. Seperti yang sudah kamu ketahui, reboot atau restart gawai/gadget seringkali dianggap sebagai solusi ketika PC, laptop, atau smartphone mulai bermasalah.

Tapi apakah reboot atau restart itu memang bisa menyelesaikan masalah? Atau itu hanya mitos belaka?

Masih ingat kotak dialog ini?/via dummies.com

Hmm, mungkin ada baiknya kita telusuri terlebih dahulu pengertian dan proses dari booting supaya kamu punya gambaran singkatnya.

Begini penjelasannya…

Jadi, pada suatu hari…. (yee, si Madun malah ngedongeng. Skip).

Jadi, setiap kali gawai milik kamu booting, yang dijalankan pertama kali oleh komputer adalah program kecil yang bernama bootloader. Tugas dari bootloader ini adalah mengontrol, memeriksa, dan memuat sistem operasi (Windows, Linux, Mac OS, atau Android).

Setelah nggak ada masalah dengan bootloader, sistem operasi akan mulai mengalokasikan, mengambil, dan mengatur sumber daya yang ada di dalam gawai kamu. Sistem operasi juga menentukan apa yang bisa dilakukan dan apa yang nggak bisa dilakukan oleh gawai.

Kalau mau dianalogikan, booting itu seperti seorang ibu rumah tangga yang bangun tidur dan ingin membuat sarapan. Ia pasti menyiapkan bahan-bahan untuk memasak, mengolah bahan tersebut, dan menyajikannya untuk anggota keluarganya.

Nah, ada kalanya pada saat ibu menyiapkan sarapan, hal-hal lain yang nggak terduga bisa menghambat proses tersebut. Misalnya saja ada tamu tak diundang, telepon masuk, atau jemuran belum diangkat sedangkan hari mulai hujan.

Ketika si ibu nggak lagi bisa menangani semua proses itu secara bersamaan, maka akan terjadi overload yang menyebabkan keseluruhan proses menjadi lambat.

Contohnya seperti ini/via drivereasy.com

Hal inilah yang terjadi ketika gawai kamu mendadak lemot. Proses yang sedang berjalan mulai menumpuk dan memakan sumber daya yang ada. Gawai pun menjadi “hangat” dan seringkali nggak bisa merespons apa yang kita inginkan (Not responding).

Kalau sudah begini, cara yang bisa dilakukan adalah memberhentikan proses yang sedang berjalan secara paksa. Cara paling mudah untuk melakukan itu adalah dengan reboot atau restart gadget.

Dengan melakukan reboot atau restart, semua program akan dipaksa untuk berhenti dan sistem akan memuat ulang semuanya dari awal.

Oke deh, biar masalah cepat kelar, reboot saja gawai kamu.

Reboot di linux/via kb.leaseweb.com

Tapi reboot yang mana? FYI, reboot ada dua macam: cold/hard boot dan warm/soft boot. Apa bedanya?

Cold/hard boot

Ini adalah proses reboot dengan mematikan dan menghidupkan gawai. Biasanya lewat perintah shutdown atau langsung menekan tombol power. Ketika kamu memilih cara ini, sistem akan menghapus semua memori dan me-reset semua komponen. Lalu sistem akan memulai lagi dari awal.

Warm/soft boot

Proses ini bisa kamu lakukan tanpa mematikan gawai secara total. Kamu cuma harus memakai perintah restart.

Meskipun ujung-ujungnya gawai kamu dimatikan, sistem nggak akan menghapus memori dan me-reset komponen. Sistem hanya akan menutup paksa semua program atau proses yang tengah berjalan, sebelum reload ulang sistem operasi.

Makanya nggak heran kalau restart itu biasanya makan waktu lebih cepat dibandingkan shutdown.

Reboot di Mac OS/via howtomac.com

“Hmm, jadi reboot atau restart gawai itu memang bisa menyelesaikan masalah dan meningkatkan performa ya?”

Yup, benar sekali. Hanya saja nggak semua masalah yang dialami gawai bisa diselesaikan oleh reboot atau restart. Permasalahan seperti virus atau malware nggak akan bisa dihilangkan meskipun kamu reboot gawai ratusan kali.

Selain itu opsi reboot hanya menyelesaikan masalah secara sementara. Kalau program yang kamu buka numpuk lagi, gawai jadi lemot lagi. Dan akhirnya kamu harus reboot lagi. Ini nih yang namanya lingkaran setan.

Jadi apa yang harus kamu lakukan supaya terlepas dari lingkaran setan?

  1. Lakukan pemindaian secara berkala dengan antivirus dan antimalware.
  2. Hapus aplikasi yang nggak dibutuhkan
  3. Matikan auto start pada aplikasi
  4. Untuk PC/laptop, coba upgrade komponennya. Entah itu migrasi dari HDD ke SSD atau menambah RAM.
  5. Untuk smartphone, ganti saja dengan yang baru. Gampang ‘kan? Meskipun membeli smartphone baru itu pasti nggak semudah beli gorengan. Tapi smartphone memang nggak bisa upgrade komponen. Jadi satu-satunya cara ya ganti dengan ponsel cerdas kamu dengan yang lebih … (isi titik-titiknya dengan spesifikasi incaran kamu)

Sekarang kita sudah yakin, reboot atau restart memang bisa membuat performa gawai kembali lancar. Setidaknya dua opsi itu bisa membantu kamu saat keadaan lagi mendesak.

Nggak usah ragu jika kamu punya pendapat lain soal permasalahan ini, tuliskan saja di kolom komentar.

4 Shares

Komentar:

Komentar