5 Hal yang Harus Kamu Lakukan kalau Takut pas Ketemu Anjing Liar Galak

Trik terakhir, ajak dia main basket, kayak di film Air Bud

:

Pernah merasa ketakutan ketika bertemu dengan anjing liar di jalanan? Saya punya teman (baca: editor saya, si Dhika) yang takut banget setiap kali ketemu anjing. Padahal anjingnya sendiri nggak ngapa-ngapain, nyantai banget, tapi dianya langsung takut duluan.

Menurut editor saya yang sejatinya berani menghadapi lima kecoa itu, nyalinya ciut kalau ketemu anjing karena takut dikejar atau digigit. “Bahkan ada lho orang yang takut kalau digonggongi anjing,” kata dia, bangga, meskipun saya nggak ngerti kenapa dia mesti menunjukkan rasa bangga. Takut sama anjing kok bangga ya?

via pets4homes.co.uk

Satu hal yang pasti, jika kamu orangnya takut sama anjing, jangan melakukan hal yang malah bisa memprovokasi anjing tersebut.

Nah, sekarang nggak usah khawatir. Para cynologist (ahli yang mempelajari cynology, ilmu yang mempelajari anijng, baik anjing lokal ataupun anjing biasa) mengungkapkan 5 hal yang bisa kamu lakukan ketika bertemu dengan anjing liar.

1. Jangan panik

via playbuzz.com

Menurut mereka, anjing dapat merasakan ketakutan yang ada pada diri manusia. Tapi terkadang karena sikap anjing yang agresif, kita jadi nggak bisa berpikir jernih karena keburu dihinggapi rasa takut berlebihan.

Jadi ketika dalam kondisi ketakutan dan panik, kita tanpa sadar melakukan hal-hal seperti berteriak, membuat gestur yang mengancam, atau malah lari. Semua hal itu bisa memprovokasi anjing.

2. Pelankan langkah dan berjalan dengan kecepatan normal

via ndtvimg.com

Ketika kamu bertemu dengan anjing saat sedang berlari, pelankan langkah dan berjalanlah seperti biasa (selow, nyantai). Berjalanlah menjauhi arah anjing tanpa menatap matanya, tapi tetap perhatikan dia melalui sudut mata kamu. Kalau dia berjalan mendekati kamu, coba rentangkan tangan ke samping. Hal itu bisa membuat si anjing kehilangan ketertarikan.


3. Jangan membuat kontak mata langsung

via cbsnews.com

Kontak mata langsung dapat memicu sikap agresif pada anjing. Biasanya anjing menganggap kontak mata yang kamu lakukan sebagai ancaman buat dirinya. Dan hasilnya, dia jadi punya alasan buat menyerang kamu.

Tetap perhatikan anjing tersebut, tapi hindari kontak mata langsung. Hal ini akan membuatnya merasa bahwa kamu bukanlah ancaman.

4. Alihkan perhatiannya dengan benda lain

via shutterstock.com

Apa pun benda yang kamu pegang bisa dijadikan sebagai bahan untuk mengalihkan perhatian anjing. Jika kamu tangan kamu sedang kosong, atau kalau kamu ogah melemparkan smartphone kesayangan, cari benda-benda kecil yang ada di sekitar. Cari barang seperti sandal jepit, botol minum, atau kayu, lalu lemparkan ke arahnya.

Benda-benda tersebut bisa menjadi pengalih perhatian yang efektif. Dan kamu pun punya waktu untuk kabur. Kaburnya jangan sambil lari tapinya.

5. Perintahkan dia untuk pergi

via charliesk-9camp.com

Kalau kamu sudah melakukan empat cara di atas tapi anjingnya masih bersikap agresif, posisikan badan kamu supaya menghadap ke arahnya sambil hindari kontak mata langsung. Lalu perintahkan dia untuk pergi. Nggak perlu berlebihan caranya. Jangan samakan dengan cara mengusir setan.

Pastikan suara yang kamu keluarkan terkesan kuat dan percaya diri, bukan suara melengking atau suara memerintah. Kamu bisa menggunakan nada yang tegas sambil berkata “pergi” atau kata-kata sejenisnya. Dengan berteriak, kamu dapat membuat dia ketakutan dan pergi dengan sendirinya.

Mau teriak pakai bahasa Inggris? Boleh. Apalagi kalau anjingnya udah go international, dia pasti bakalan ngerti. Kamu bisa berteriak dengan logat British yang seksi, “Exit, dog! Exit, exit!”

Nggak usah macam-macam ah. Pakai bahasa Inggris segala lagi.

Nah, itu dia 5 cara untuk kabur dengan aman dari gangguan dan gigitan anjing. Ada yang mau nyobain? Atau justru udah nyobain?

Komentar:

Komentar