Kebelet Pengin Resign dari Pekerjaan yang Kamu Benci? Coba Pertimbangkan Dulu 3 Hal Ini

Jangan langsung cabut aja, bro!

:

Berawal dari coba-coba melamar pekerjaan, kamu yang sudah beberapa lama nganggur akhirnya diterima di suatu perusahaan yang dari namanya bisa bikin ibu kamu bangga. Sayangnya, entah karena pekerjaan kamu tak sesuai hasrat atau kondisi lingkungan kurang kondusif, lambat laun kamu pun merasa tak betah. Hari libur sangat dinanti dan hari senin berasa neraka banget buat kamu. Tak peduli bayarannya setinggi langit, dan tak peduli ibu kamu sudah memberi tahu tetangga betapa bergengsinya pekerjaan kamu sekarang, yang ada di pikiran kamu hanyalah bagaimana caranya bisa berhenti, resign, keluar, atau mengundurkan diri.

via blogozine.blog.hu

Jadi kalau mau dirangkum, hubungan kamu dan pekerjaan jadi semacam I need you but I hate you gitu. Benci tapi butuh… Dilema!

Terus apa yang harus dilakukan biar nggak terjebak di lingkaran setan ini? Berpikir realisti! Caranya tuh…

1. Identifikasi peranmu di situasi tersebut

via Reader’s Digest

Langkah awal yang bisa kamu lakukan adalah berpikir apa kontribusimu terhadap masalah ini. Lupakan sejenak soal penyangkalan atau pembelaan diri dan mulai berpikirlah sesuai fakta. Ambil secarik kertas dan alat tulis sekarang dan jawab pertanyaan-pertanyaan berikut:

  • Apakah kamu punya masalah dengan teman, atasan, atau orang dari divisi tertentu?
  • Apakah kamu sudah mencoba tidak egois dan berusaha memahami maksud dan sudut pandang orang lain?
  • Apakah kamu belum berusaha semaksimal mungkin sehingga atasan lebih suka pada orang lain yang lebih bagus performanya?

Dan alasan-alasan lain yang ternyata kesalahannya memang ada pada dirimu, bukan sepenuhnya masalah lingkungan di kantor.

Intinya, ketidakbetahan kamu bisa saja bersumber dari diri sendiri. Sebaiknya jangan dulu menyalahkan situasi atau orang lain di kantor, karena setiap perusahaan pasti diisi individu dengan karakteristik berbeda sama kamu. Meskipun kamu mengundurkan diri dan pindah tempat kerja, masalah yang sama bisa saja terulang lagi dan lagi.

Nah, setelah mengevaluasi diri sendiri, langkah selanjutnya adalah


2. Ambil tindakan

via Pexels

Tentukan apa yang harus kamu lakukan untuk memperbaiki masalahmu. Ingat, mulai dari memperbaiki diri sendiri. Coba himpun daftar apa saja kekurangan yang dirasa ada pada diri kamu, lalu coba perbaiki kekurangan tersebut.

Misalnya, kamu bisa mulai dari bersikap ramah ke orang lain; memupuk mental positif saat menghadapai setiap masalah; menuntaskan masalah yang terjadi pada diri sendiri dan orang lain; dan berusaha untuk berani mengambil tantangan saat bekerja. Siapa tahu setelah berubah, kamu jadi lebih nyaman dengan pekerjaan yang ditekuni?

Akan tetapi setelah kamu melakukan semua usaha dan masalah tersebut tetap saja tidak hilang, itu mungkin berarti lingkungan perusahaan tempat kamu bekerja memang kurang sehat. Dan jika begitu adanya, nggak ada salahnya kok untuk mulai mempertimbangkan keluar dari perusahaan. Cari saja perusahaan yang budayanya sesuai dengan apa yang kamu cari, caranya…

3. Lakukan investigasi

via Time

Cari tahu budaya dan nilai dasar dari setiap perusahaan yang kamu incar. Biasanya kamu bisa tahu hal-hal seperti ini di forum-forum lowongan kerja seperti Kaskus atau situs yang suka mengulas tentang perusahaan. Seberapa besar beban kerjanya? Apa saja yang akan kamu dapatkan? Bagaimana work-life balance di perusahaan tersebut? Apa yang mereka cari dari pekerja?

Kalau kamu tidak mendapatkan hal tersebut di berbagai forum dan situs, mungkin kamu bisa mencoba langsung melamar dan menanyakannya saat wawancara. Mending tahu di awal daripada menyesal belakangan, bukan?

Oh iya, satu hal lagi yang perlu kamu ingat, jangan pernah membawa-bawa kejelekan perusahaanmu yang lama saat interview. Sejelek apa pun itu. Mengutarakan hal-hal tersebut ujung-ujungnya malah hanya akan memperburuk citra kamu.

Nah, sekarang buat kamu yang masih galau, jadi mantep bertahan atau keluar?

Komentar:

Komentar