Kapan Waktu Paling Efektif untuk Memakai Deodoran? Nggak Sesimpel yang Kita Bayangkan lho

Jangan sampai salah ya

Sebagai negara tropis, suhu di Indonesia bisa dibilang cukup panas. Hal itu tuh yang bikin sebagian dari kita jadi gampang berkeringat. Kalau keringatnya di bagian wajah, punggung, atau dada sih wajar. Tapi gimana kalau keringatnya tercetak di bagian ketiak sehingga menimbulkan aroma kurang sedap?

Memang, ada orang yang menganggap aroma khas tubuh itu sebenarnya nggak harus dipermasalahkan. Toh, itu aroma natural dari tubuh kita. Tapi sebaliknya, ada juga orang yang hidungnya cukup sensitif. Mereka nggak tahan jika mencium aroma yang… agak-agak asam bak amonia gitu.

Oleh karena itulah, sebagai makhluk sosial, kita harus menghormati kesensitifan orang tipe terakhir dengan rajin-rajin memakai deodoran.

Nah, pertanyaannya: sebenarnya kapan sih waktu yang tepat untuk mengoleskan deodoran supaya bisa lebih efektif?

“Habis tidur ku langsung semprot deodoran. Nggak usah mandi dulu!”/via videoblocks.com

Biasanya, orang menggunakan deodoran setelah mandi dan sebelum pergi keluar rumah. Apa kamu termasuk golongan ini? Kalau iya, apakah waktu penggunaan deodoran setelah mandi itu sudah tepat?

Jawabannya tergantung dari deodoran yang kamu pakai sih. Kalau kamu menggunakan deodoran biasa tanpa antiperspirant, metode di atas udah benar. Tapi kalau kamu menggunakan antiperspirant atau deodoran yang mengandung antiperspirant, metode tersebut kurang tepat.

Editor’s Pick

Asal kamu tahu, deodoran dan antiperspirant itu beda lho. Deodoran berguna untuk mengurangi bau; antiperspirant berguna untuk mengurangi keringat. Ketidaksamaan itu juga yang membuat waktu pemakaiannya berbeda.

Singkatnya, kamu bisa menggunakan deodoran kapan pun kamu mau. Tapi untuk antiperspirant atau deodoran yang mengandung antiperspirant, ada baiknya kamu menggunakannya menjelang tidur. Pemakaian sebelum tidur dapat memberi waktu bagi senyawa aluminum yang ada dalam antiperspirant untuk menutup saluran keringat. Jadi meski kamu mandi keesokan harinya, antiperspirant nggak bakal luntur gitu aja.

via sweatblock.com

Oleh karena itu, kamu harus bisa menentukan produk yang sesuai dengan karakteristik tubuh. Kalau kamu orangnya nggak gampang berkeringat, pakai deodoran sebelum berangkat ke kantor atau kampus juga udah cukup. Tapi kalau kamu gampang banjir keringat, kamu bisa pakai antiperspirant atau deodoran yang mengandung antiperspirant.

“Tapi katanya antiperspirant itu bisa bikin kanker dan alzheimer?”

Nggak kok, itu nggak benar. Alumunium yang ada di antiperspirant itu nggak akan meresap masuk ke dalam darah, soalnya sudah ditahan oleh kulit kita yang berperan sebagai tameng. Tameng inilah yang dapat menahan zat asing masuk ke dalam tubuh.

Nah, sekarang sudah tahu kan kapan waktu yang tepat dan efektif pada saat menggunakan deodoran?

Dan satu lagi. Meskipun, suhu di daerah tempat tinggal kamu itu panas banget, saya mohon dengan sebesar-besarnya jangan sampai kamu telanjang dada di muka umum, sekalipun kamu punya perut six pack. Jangan jadi orang seperti itu, Kawan. Itu nggak keren.

- Advertisement -
Shares 11

Komentar:

Komentar