Ingin Mulai Berbisnis? Jangan Telan Mentah-Mentah 5 Saran Ini kalau Nggak Mau Rugi

Siapa yang pernah terjebak oleh 5 saran ini?

Berkat internet sekarang siapa saja bisa dengan mudah memulai bisnis online. Kamu tinggal sediakan koneksi internet, bikin akun media sosial, cari barang atau jasa yang ingin kamu jual, dan pasarkan lewat media sosial. Karena saking gampangnya, tren jual beli daring atau e-commerce di Indonesia meningkat pesat dan menjadi primadona.

Hal tersebut diperkuat juga dengan ajakan dan iming-iming para pelaku usaha yang mengajak para pemula untuk memulai bisnis mereka sendiri. Beragam saran pun mereka lontarkan demi menarik minat para pemula. Memang nggak salah sih, tapi yang bikin bahaya adalah kalau para pemula tersebut menelan mentah-mentah semua saran dan nasihat yang mereka terima.

Memang apa saja saran dan nasihat yang perlu dicermati lagi sebelum kita memulai bisnis? Ini dia.

1. Tiru pesaingmu

via Business News Daily

Ketika kamu tak tahu ingin memulai bisnis apa, nasihat yang paling sering didengungkan adalah coba perhatikan sekeliling dan ambil peluang dari sana.

Namun perlu diketahui bahwa yang kamu tiru bukan sekadar komoditas yang orang lain jual dan proses bisnis mereka. Tatkala kamu memutuskan untuk meniru, otomatis kamu juga harus memerhatikan ide dan strategi penjualan mereka dalam memasarkan produk.

Kalau ingin mengaplikasikan saran ini, yang harus kamu lakukan adalah memegang teguh prinsip ATM (Amati-Tiru-Modifikasi). Dengan prinsip ATM, kamu juga akan tetap memiliki inovasi dan perbedaan apabila dibandingkan dengan para kompetitormu.

2. Tawarkan harga yang murah supaya pembeli tertarik

via Jagran Josh

Harga murah memang dapat menarik minat pembeli. Akan tetapi keuntungan yang kamu dapatkan mungkin nggak akan nutup modal yang kamu keluarkan. Selain itu kamu perlu punya pertimbangan matang dalam menentukan harga, jangan hanya pengin jadi yang paling murah. Pertimbangkan hal-hal lain seperti nilai jual atau pelayanan ekstra, sehingga pembeli nggak akan merasa keberatan meski harga produk atau jasa kamu lebih mahal dari harga pasar.

Tapi kalau memang kamu ingin menawarkan harga yang lebih murah dibandingkan kompetitor, mungkin kamu bisa meniru strategi Xiaomi. Mereka mengaku tidak mengambil untung dari penjualan smartphone. Itu karena mereka memang tak mengincar keuntungan finansial dari sisi penjualan.

Terus dari mana mereka dapat untung? Branding dan penjualan produk mereka yang lain seperti tas, aksesoris, alat tulis, dan peralatan smart home.

3. Jangan takut mengambil risiko

via Creatoz

Nggak ada yang salah dengan pernyataan ini. Tapi yang salah adalah apabila kamu mengambil risiko tanpa pertimbangan yang benar-benar matang. Yang lebih parah lagi kalau kamu berani mengambil risiko tanpa memakai perhitungan angka dan data yang valid, melainkan hanya bersumber dari kata-kata mutiara, motivasi, insting, dan keyakinan belaka.

Usahakan semua keputusan yang kamu ambil untuk bisnis harus bersumber dari data dan angka.

4. Terus berjuang dan jangan pernah menyerah

via equivityva.com

Ini juga sebenarnya nggak salah, tapi juga nggak sepenuhnya benar. Kalau kamu baca-baca biografi tokoh handal macam John Pemberton (penemu Coca Cola), Jack Ma (pendiri Ali Baba), Walt Disney (yaaah, kamu tahu lah siapa dia), atau J.K. Rowling (penulis Harry Potter), pasti diceritakan kalau awalnya mereka sempat bersusah-susah dulu sebelum akhirnya sukses karena kegigihan mereka.

Namun, ada kalanya kamu juga harus realistis dalam melihat kondisimu sendiri. Faktor-faktor seperti angka, data, kondisi internal, strategi penjualan, dan strategi pemasaran juga harus kamu pertimbangkan.

Kalau kamu sudah berusaha sekuat tenaga namun kendala bisnis kamu masih belum bisa diatasi, mengambil langkah mundur juga keputusan yang baik kok. Jenderal perang pun harus tahu kapan mereka mundur dari medan perang. Karena kalau nggak, semua tentaranya bisa dihancurkan oleh musuh.

5. Berbisnis tidak bisa dijadikan sampingan

via Business News Daily

Supaya optimal, memang benar kalau kamu harus menjadikan bisnismu sebagai pekerjaan utama; bukan pekerjaan sampingan. Bahkan ada saja saran yang mengatakan jika seseorang memutuskan untuk berbisnis, dia lebih baik fokus ke bisnis.

Kalau bisnismu sudah berkembang di tingkatan menengah atau malah sudah besar, saran ini memang bisa kamu terapkan. Tapi kalau bisnismu baru mulai atau masih berbentuk usaha kecil-kecilan, mending jangan dulu deh. Pekerjaan utamamu bisa kamu jadikan sokongan buat bisnis, baik dalam hal permodalan atau sebagai cadangan kalau-kalau bisnismu nanti nggak sesuai dengan harapan.

Maksud dan masukan dari para senior itu memang baik, tapi sekali lagi jangan kamu telan mentah-mentah semua nasihat yang kamu dengar. Harus tetap ada pertimbangan yang matang dalam memutuskan sesuatu, karena bisnis nggak bisa dijalankan atas dasar kepercayaan dan insting belaka.

Buat kamu yang sudah punya atau sedang menjalan bisnis, punya saran lain yang bisa kamu berikan pada para pemula di dunia bisnis? Kalau ada tuliskan di kolom komentar ya.

- Advertisement -
Shares 2

Komentar:

Komentar