Biar Tampil Elegan, Kamu yang Baru Masuk Dunia Kerja Harus Tahu 8 Tips Fashion Ini

Buat yang bingung mau pakai apa, coba lihat tips berbusana di kantor ini deh

Ciee… yang sekarang baru masuk dunia kerja, selamat datang di dunia nyata ya. Percayalah, revisi dosen saat skripsi itu nggak ada apa-apanya kalau dibandingkan apa yang menunggumu setelah lulus kuliah.

Cobaan yang pertama adalah pencarian kerja atau  job hunting. Ini adalah momen di saat kamu harus tahan banting jika ditolak perusahaan tujuan. Dan setelah mendapat pekerjaan pun bukan berarti kamu bisa berleha-leha. Justru di saat inilah kamu mesti menunjukkan kesan pertama yang positif di mata rekan kerja.

Nah, salah satu langkah awal untuk menarik perhatian mereka adalah lewat cara berpakaian. Memang ada beberapa perusahaan yang membebaskan pegawainya dalam hal berbusana, tapi ada juga yang mewajibkan berpakaian formal.

via pixabay.com/sik-life

Jadi biar kamu nggak mempermalukan diri sendiri, ada beberapa tips fashion yang bisa kamu terapkan saat bekerja. Ini dia daftarnya.

1. Kamu bukan banner berjalan, pakai yang simpel-simpel saja

Nggak gini juga, Malih!/via incrediblenat.com

Kita mulai dari yang paling dasar, yaitu pakaian. Pasti pernah lihat dong ada yang jual kemeja atau kaus polo penuh dengan logo-logo?

Menurut aturan tak tertulis di dunia kerja, semakin sedikit logo yang menempel di pakaian, itu akan semakin baik. Kecuali kamu bekerja sebagai pemain sepak bola di Liga Indonesia, kamu nggak perlu pakai pakaian yang dihiasi logo (sponsor). Terlebih lagi jika logo tersebut memenuhi bagian depan, belakang, dan lengan.

Pakaian simpel dan polos nggak akan pernah jadi pilihan yang salah di dunia kerja.

2. Jam tangan klasik memang da best

Sekarang kita lanjut ke aksesoris. Meski terkesan sederhana, jam tangan merupakan salah satu aksesoris wajib yang harus kamu miliki. Hanya saja pemilihan jam tangan juga nggak boleh asal. Untuk amannya, usahakan pilih jam tangan dengan model klasik.

Tapi yah, nggak usah yang terlalu klasik kayak gini juga sih:

Mau yang kayak gini juga boleh/via pixabay.com/annca

3. Pilih dasi dengan warna netral dan desain sederhana

via pixabay.com/MiraCosic

Kalau perusahaan tempat kerja kamu mewajibkan pegawai untuk berpakaian formal, perhatikan baik-baik dasi yang kamu pilih. Hindari dasi yang warna dan coraknya terlalu mencolok dan unik.

Hmm, kamu suka pakai dasi warna pink yang bercorak hati?

Perlu diingat bahwa kamu nggak lagi mengikuti runway fashion, tapi bekerja di kantor yang mengharuskan pakaian formal. Contoh dasi yang bisa kamu kenakan mungkin yang berwarna netral/gelap dan desainnya sederhana. Desain polos atau garis-garis minimalis bisa kamu jadikan pilihan.

4. Jangan pakai dasi yang terlalu panjang atau terlalu lebar

via pixabay.com/Free-Photos

Biasanya sih nggak ada ketentuan tentang jenis dasi yang kamu pakai. Jadi kamu bisa pakai dasi yang siap pakai atau harus dipasang manual. Yang terpenting, jangan sampai lebar dasimu melebihi lebar lapel jas atau blazer. Panjangnya pun harus diperhatikan, jangan sampai ukurannya melewati  sabuk.

Lagian untuk apa pakai sabuk yang terlalu panjang? Biar bisa sekalian dipakai buat mengelap sepatu? Kreatif juga sih itu idenya.

5. Pilih warna gelap untuk kaus kaki

Tapi jangan yang kayak gini ya/via pixabay.com /dto1968

Ada aturan tak tertulis pada saat mengenakan kaus kaki di lingkungan kerja yang formal. Kaus kaki berwarna putih kurang tepat untuk dikenakan pada saat kerja. Biarkan saja anak sekolah yang memakai kaus kaki putih, kamu nggak usah ikut-ikutan. Lagian, memangnya kamu masih anak sekolah satu SMA yang masih belum tepat waktu tuk begitu begini?

Usahakan memilih kaus kaki berwarna gelap yang senada dengan warna celana. Jadi ketika kamu pakai celana warna hitam, pakai kaus kaki hitam. Kalau celanamu berwarna biru dongker, pakai kaus kaki dengan warna biru dongker.

“Kalau saya cuma punya celana warna hijau menyala dan kuning pucat gimana?”

Itu sih, mending kamu nggak usah pergi ke kantor. Belanja pakaian saja dulu.

6. Pakai yang panjang-panjang saja

Usahakan hindari dulu pakai yang seperti ini/via pixabay.com/MabelAmber

Jika saya punya rekan kerja baru yang suka pakai kaus kaki kayak gambar di atas, ya Tuhan… entah kata-kata ejekan seperti apa yang cocok saya ucapkan padanya.

Oleh dari itu, kaus kaki yang paling aman untuk dipakai adalah yang panjangnya minimal bisa menutupi kaki bagian bawah pada saat kamu duduk. Jadi nggak akan ada kulit kaki yang terekspos.

7. Jangan pernah pakai kepala sabuk yang berukuran jumbo

Mau tawuran?/via pixabay.com/Hans

Sama seperti aturan di poin sebelumnya, pilih aksesori yang sesuai dengan lingkungan kerja. Di lingkungan kerja yang formal, sabuk dengan desain klasik merupakan pilihan yang sangat aman untuk kamu kenakan.

Kalau ingin terlihat lebih keren, kamu bisa pilih merek yang bisa membolehkan nama penggunanya diukir di kepala sabuk. Jadi sekalipun klasik, tapi tetap menarik.

Meskipun, mengkukir nama di kepala sabuk itu memangnya keren ya? Sudahlah, cukup celana dalam saja yang terukir nama kamu, biar nggak tertukar sama celana dalam orang lain.

8. Topi, yes or no?

via pixabay.com / Pexels

Sekalipun di lingkungan yang formal, topi masih bisa tetap kamu gunakan di tempat kerja kok. Asal kamu bisa menahan hasrat untuk tidak mengenakan model snapback, baseball cap, dan trucker hat. Sebagai alternatif, coba deh pakai yang model porkpie atau fedora.

Mungkin delapan hal itu dulu yang dibahas pada kesempatan kali ini. Nggak ribet-ribet banget ‘kan? Malah kalau diperhatikan sebenarnya kedelapan tips tersebut sederhana banget. Dengan pemilihan baju yang tepat, maka kamu bisa menciptakan kesan pertama yang positif di mata rekan kerja dan atasan. Ingat, karakter kita dapat dilihat dari cara kita berpakaian.

6 Shares

Komentar:

Komentar