Antara Orang Sok Tahu dan Orang yang Beneran Pintar, Gimana sih Cara Membedakan Mereka?

Karena orang pintar dan sok pintar itu kadang perbedaannya tipis

:

Pernah nggak kamu bertemu dengan seseorang yang sekilas terlihat intelek, padahal sebenarnya ia cuma sok tahu? Ia seakan-akan tahu segalanya, dan cara berbicaranya pun meyakinkan banget. Tapi setelah kalian ngobrol, kamu pun merasa ada yang janggal dengan perkataannya.

Di dunia ini banyak kok orang yang sok tahu. Bahkan mungkin saya atau kamu pernah berlaku seperti itu baik secara sadar maupun nggak. Dan menjadi orang yang sok tahu atau sok pintar itu kadang nggak terhindarkan, karena sudah sifat dasar manusia untuk mencari pengakuan.

Tapi masalahnya, bagaimana kalau orang bertingkah sok pintar saat membahas topik yang penting? Bagaimana cara kamu membedakan apakah ia orang yang benar pintar atau cuma sok pintar?

Untuk membedakannya, mari kita berpaling pada cara-cara yang diberikan Shane Parrish, pengusaha dan penulis di Farnam Street Blog. Ini dia 5 cara di antaranya.

1. Tanyakan bagaimana cara mereka menyelesaikan masalah

via cnbc.com

Untuk tips pertama, Parrish mengambil pengalaman dari Elon Musk, CEO dari Tesla, Inc., SolarX, dan Neuralink. Saat mewawancarai pelamar kerja, Musk biasa bertanya tentang masalah yang mereka hadapi di tempat kerja sebelumnya. Lalu ia melanjutkan pertanyaannya dengan bagaimana cara mereka menyelesaikan permasalahan tersebut.

Mereka yang benar-benar menyelesaikan permasalahan bakalan bisa menjelaskan secara mendetail, sampai ke dasar-dasarnya. Mereka nggak akan bisa melupakan kesulitan yang pernah dihadapi, dan bagaimana jerih payah saat menyelesaikan problem tersebut.

Sebaliknya, orang yang berpura-pura bakal kelabakan bila ditanya lebih lanjut soal detail penyelesaian masalah. Dan yang lebih parah lagi kalau mereka nggak bisa kasih jawaban, pikiran mereka bakal tersendat dalam mencari jawaban yang memuaskan.


2. Orang cerdas mampu menyederhanakan hal yang rumit

via pixabay.com/mikesween

Ada kutipan dari mentor saya yang masih saya ingat sampai saat ini. Kurang lebih inti pesannya seperti ini:

“Belajarlah sampai kamu bisa membuat orang awam paham dengan apa yang kamu pelajari.”

Jika seseorang memang pintar, ia pasti bisa menjelaskan suatu hal dengan sederhana dan gampang dimengerti. Ia nggak akan bikin orang lain kebingungan dengan istilah-istilah canggih yang hanya dimengerti sekelumit orang. Kenapa? Karena ia merasa itu nggak penting buat dilakukan. Ia punya tujuan membuat orang lain mengerti dengan penjelasannya, bukan bikin orang jadi bingung.

Sebaliknya, orang yang sok pintar gemar banget membuat penjelasan dengan bahasa yang rumit, teknis, dan istilah-istilah asing.

Tapi itu bukan berarti orang pintar cuma bisa menjelaskan hal-hal sederhana. Jika diminta, mereka juga membahas suatu hal secara mendalam sampai ke akar-akarnya.

3. Dapat menuntun orang lain dan punya pikiran terbuka

via pixabay.com/succo

Untuk membuat orang lain paham tentang hal yang sulit dimengerti, orang yang cerdas bisa menuntun kita secara perlahan dan bertahap.

Mereka juga nggak akan melihat suatu permasalahan hanya dari satu sudut pandang, tanpa memerhatikan sudut pandang alternatif. Itu bukan berarti mereka nggak punya prinsip. Sebaliknya, mereka hanya memutuskan jika sebelumnya sudah memahami dua sudut pandang yang berbeda. Itu karena mereka merasa kebenaran itu harus dicari, bukan dipertahankan secara membabi-buta hanya karena dirasa benar.

Jika mereka nggak setuju dengan suatu ide atau opini, mereka pasti bisa menjelaskan kenapa opini tersebut salah. Mereka nggak akan bilang suatu opini salah, hanya karena merasa opini tersebut nggak sesuai sama apa yang selama ini mereka percayai sebagai kebenaran mutlak.

Gampangnya begini, coba deh kamu lihat komentar-komentar di yang berseliweran di dunia maya atau medsos. Pasti kelihatan kok mana komentar yang cerdas dan mana komentar yang asal bunyi.

4. Nggak pernah berhenti belajar dan suka membaca

via pixabay.com/StockSnap

Kalau poin keempat ini rasanya syarat yang nggak bisa ditawar. Bahkan hal ini dibenarkan oleh tokoh sekelas Warren Buffet, legenda di bidang bisnis dan investasi. Ia tahu bahwa pengetahuan akan selalu berkembang. Oleh karena itu, manusia harus mampu menyesuaikan diri dengan terus mengembangkan pengetahuan lewat membaca.

Jika seseorang menyebut dirinya pintar tapi malas membaca, kita harus meragukan kecerdasannya.

5. Dengan senang hati menjelaskan ketika diberi pertanyaan “mengapa” dan “bagaimana”

via pixabay.com/jamesoladujoye

Sekilas memang terdengar sederhana, tapi inilah perbedaan yang cukup kentara antara mereka yang pura-pura pintar dan beneran pintar.

Mereka yang berpura-pura cenderung jadi frustrasi dan kesal sendiri jika dicecar pertanyaan “mengapa” dan “bagaimana”. Toh, karena pengetahuan mereka kurang, mereka pasti nggak punya jawaban jika diminta menjelaskan sesuatu secara panjang lebar.

Setelah membaca 5 cara di atas, apa sekarang lebih mudah bagi kamu menilai seseorang? Cara-cara di atas memang belum komplet, dan saya pun nggak menjamin ketepatannya 100 persen.

Tapi ketika kita nggak begitu memahami seluk-beluk dari suatu topik, 5 cara tersebut seenggaknya bisa membantu kita membedakan mana orang yang bisa dipercaya dan mana yang nggak.

Komentar:

Komentar