Bukan Hanya Umur, 6 Tanda Ini Bisa Jadi Petunjuk Apa Kamu Sudah Dewasa atau Cuma Tambah Tua

Mandiri atau mandi sendiri bukan satu-satunya tanda

:

Orang bisa saja bertambah umurnya, tapi belum tentu ia jadi bertambah dewasa. Widiiih… kata-katanya udah sekeren omongan motivator belum? Apakah Anda terkesima saat membaca kalimat pembuka yang saya tulis?

Kalau nggak juga nggak apa-apa sih. Saya sadar kalau saya bukan motivator ulung. Tapi seenggaknya, saya masih bisa membedakan antara orang yang udah dewasa baik secara mental maupun fisik, dan “orang dewasa” yang emosinya masih mirip anak kecil.

Kira-kira kamu masuk kategori yang mana nih? Daripada bingung, cek 6 indikatornya di bawah ini yuk! Orang yang belum dewasa itu…

1. Masih mendewakan egonya

via unsplash.com

Sikap yang cuma mementingkan diri sendiri jelas bukan tanda kalau seseorang itu udah dewasa.  Orang yang mampu bersikap dewasa akan memikirkan perasaan orang lain sebelum ia berbicara atau bertindak. Jadi yang ada di otaknya nggak cuma soal aku, aku, dan aku.

2. Rajin mengumbar masalah dan rahasia pribadi di medsos…

via unsplash.com

… Seakan itu adalah kewajiban yang harus ia tunaikan.

Membagikan curahan hati (yang nggak berfaedah) di medsos itu adalah salah satu ciri khas yang unik dari manusia. Soalnya nih, sampai sekarang saya nggak pernah lihat hewan (iguana misalnya) curhat di medsos karena ia dijutekin sama gebetannya. Saya juga nggak pernah lihat hewan (komodo misalnya) mendaku diri sebagai makhluk yang paling tersakiti sedunia. Pun saya nggak pernah melihat hewan (gorila misalnya) memamerkan foto mesra sambil memperlihatkan kemolekan tubuh dan belahan dada.

Mereka, para iguana dan komodo, mungkin bakal terheran-heran kalau tahu sebagian manusia suka berkeluh kesah atau cari perhatian di media sosial. Apalagi, para manusia ini melakukannya dengan sukarela. Mereka rajin mengeluh di medsos, walaupun nggak ada satu orang pun yang meminta mereka melakukan itu.


Hmm, kamu masih hobi bombardir timeline orang sama curhatan pribadi? Jangan tersinggung. Yang harus kamu lakukan hanyalah coba kurangi frekuensinya, karena lama-kelamaan, orang lain bakal enek baca curhatan kamu.

3. Sulit menerima perbedaan atau berpikiran sempit

via meme-arsenal.com

Setahu saya, bila orang yang bermental dewasa nggak setuju sama pendapat orang lain, ia bakal menjelaskan pandangannya dengan terang-benderang. Tujuannya? Supaya orang yang berbeda pendapat dengannnya bisa memahami sudut pandangnya. Lebih bagus lagi kalau ia bisa memengaruhi pemikiran orang yang berseberangan itu. Kalau nggak bisa? Ia bakal menghargai pendapat orang lain, sekalipun ia nggak setuju dengan pendapat orang itu.

Sebaliknya, orang yang mentalnya belum dewasa biasanya rajin membantah orang yang berseberangan dengannya, tapi ia jarang atau nggak pernah mengemukakan argumennya dengan jelas. Ia cuma mengulang-ngulang pengetahuan yang selama ini ia percayai, dan menolak segala bentuk pernyataan yang bertolak belakang dengan “kebenaran mutlak” yang ia yakini.

Dan biasanya, di setiap ujarannya sering disisipi kata-kata kasar yang fungsinya untuk mengumpat. Dengan teknik tersebut, mungkin ia pengin menunjukkan kalau ia punya pengetahuan yang lebih superior ketimbang lawan bicaranya. Mungkin…

Contoh perkataannya:

Uhhmmm, rajin-rajin aja baca kolom komentar di dunia maya deh. Di situ pasti banyak kok contohnya.

4. Nggak bertanggung jawab atas keputusan atau tindakan yang dibuat

via pixabay.com

Alih-alih membereskan masalah yang muncul karena perbuatan atau omongannya, orang yang belum dewasa lebih memilih buat lari menghindar. Lebih parah lagi kalau ia suka menyalahkan orang lain.

Padahal, tanggung jawab merupakan komponen terpenting dalam jalan menuju kedewasaan. Jangan harap orang lain menganggap kamu dewasa kalau kamu masih belum punya rasa tanggung jawab.

With great power comes great responsibility,” kata Paman Ben pada Peter Parker. Ya, Paman Ben memang bijak. Sayang ia harus mati oleh perampok.

5. Nggak mau mengakui kesalahan

000000000-poder-da-palavra-960×500
via candiru.com.br

Logikanya gini, yang namanya manusia itu pasti pernah khilaf. Jika kamu selalu menghindar buat meminta maaf atas kesalahan yang kamu buat, itu sama aja dengan angkuh.

Ayolah, kita nggak lagi ada di zaman kerajaan atau kekaisaran, di mana raja dan kaisar nggak pernah salah. Harga diri seseorang nggak akan turun hanya karena ia meminta maaf.

6. Merasa dirinya spesial

via unsplash.com

Layaknya anak kecil yang suka minta diperhatikan, orang yang nggak dewasa selalu haus akan perhatian. Lampu sorot harus selalu tertuju padanya.

Jadi kamu termasuk kategori mana nih?

Komentar:

Komentar