7 Momen yang Sering Bikin Kamu Minta Maaf ke Orang Lain, padahal Kamu Sendiri Nggak Salah

Biasanya sering terjadi gara-gara sungkan, nih

Sebagai orang yang baik hati dan tidak sombong, terkadang secara refleks kita sering meminta maaf ke orang lain. Padahal nih ya, kalau dipikir-pikir, kita seharusnya nggak perlu meminta maaf. Toh kita nggak punya salah apa pun.

Kasus kayak gini lumayan sering terjadi saat kita membuka pintu toilet yang kita kira lagi kosong. Mari kita analisis bersama:

  • Misalnya saja kamu lagi kebelet pengin BAB. Setelah berjibaku menahan hasrat pengin buang air, kamu lantas bergegas pergi ke toilet.
  • Begitu sampai, kamu pun membuka pintu toilet yang nggak terkunci. Kenapa? Karena kamu kira toilet itu lagi nggak diisi sama orang lain.
  • Tapi ternyata, toilet tersebut ada penghuninya. Dan sialnya lagi, si penghuni toilet itu lagi BAB.
  • Setelah mata kalian saling bertemu, lengkap dengan senyuman canggung yang menghiasi wajah kalian, kamu pun secara spontan berkata dengan lapang dada: “Duh maaf, aku kira toilet ini kosong.”

Pertanyaannya, kenapa kamu harus minta maaf!? Yang salah itu dia yang lupa mengunci pintu toilet! Tapi, kenapa coba kamu yang harus minta maaf?

“Aargh, kenapa aku harus minta maaf? Dia yang lupa kunci pintu!”/via pixabay.com

Selain kasus di atas, terkadang kita pun tanpa sadar langsung meminta maaf saat melakukan 8 hal ini — hal-hal yang seharusnya nggak usah bikin kamu minta maaf.

1. Minta maaf karena mencintai gebetan atau mantannya teman kamu

via everydayhealth.com

Kadang-kadang saya nggak mengerti sama orang yang marah kalau gebetan/mantannya didekati orang lain. “Lu jangan deketin dia. Dia itu mantan gua! Kalau lu sampai deketin dia, kita harus berantem buat menentukan siapa yang berhak buat dapetin dia!”

Jika kamu menemukan orang lebay seperti itu, mungkin dia kebanyakan nonton sinetron tuh. Biasanya pula, orang seperti itu lubang hidungnya kembang kempis kalau lagi marah-marah.

Setiap manusia itu berhak buat naksir sama siapa pun, tanpa kecuali. Nggak ada seorang pun yang berhak melarang siapa orang yang boleh kamu suka, dan mana yang nggak. Kecuali kalau kamu jatuh cinte sama istri atau suami orang lain, itu baru ribet.

2. Minta maaf karena mementingkan prioritas pribadi ketimbang ajakan orang lain

Jangan pernah merasa bersalah hanya karena kamu lebih mementingkan prioritas pribadi ketimbang ajakan orang lain. Well, sebagai makhluk sosial, memang lebih baik kamu menerima jika diajak pergi oleh teman atau pacar, misalnya. Tapi itu bukan berarti kamu harus selalu siap sedia setiap saat. Kamu pun punya kehidupan pribadi yang harus diurus ‘kan?

Kalau memang prioritas pribadi kamu rasa lebih penting, lakukan aja tanpa perlu meminta maaf. Selama apa yang kamu utarakan memang benar begitu adanya, bukan hanya sebagai alasan untuk kabur dari suatu hal, itu bukan masalah.

3. Minta maaf saat memutuskan hubungan yang nggak sehat

“Mana yang lebih penting, aku atau ibu kamu?”/via goalcast.com

Nggak ada gunanya minta maaf ke seseorang yang keahliannya cuma menyakiti hati kamu doang. Meminta maaf hanya akan bikin kamu terlihat lemah. Dan kamu nggak mau terlihat lemah di depan orang lain ‘kan? Apalagi di depan orang yang seharusnya nggak pernah melihat kelemahan kamu.

4. Minta maaf karena kamu nggak sempurna

Nggak ada manusia yang sempurna di muka bumi ini. Nggak tahu ya kalau di Mars, mungkin di sana ada alien yang sempurna.

Hanya karena kamu nggak memenuhi standar yang ditetapkan oleh orang lain, bukan berarti kamu lebih rendah dari mereka. Jadi kamu nggak perlu berlaku melankolis dengan meminta maaf untuk dosa yang nggak pernah kamu lakukan.

Sekadar catatan, saran ini cuma berlaku di pergaulan sosial. Bila kamu nggak bisa memenuhi standar kerja yang ditetapkan oleh bos kamu di kantor, kamu tetap harus minta maaf.

5. Minta maaf karena kesalahan orang lain

via parents.com

Nggak peduli seberapa erat persahabatan kamu dengan seseorang, kamu nggak perlu meminta maaf ketika teman kamu melakukan kesalahan. Mungkin ada kalanya kita pengin mewakili permintaan maaf teman yang melakukan kesalahan. Tapi buat jangka panjang, perilaku kayak gitu lebih banyak punya sisi negatif dibanding positif.

Alasannya? Karena setiap orang harus bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya sendiri bukan?

6. Minta maaf karena menceritakan kebenaran

Terkadang seseorang lebih memilih untuk menutupi kebenaran daripada mengungkapkannya. Tapi, dengan meminta maaf saat kamu “hanya” ingin mengungkap kebenaran, itu malah bikin kamu terkesan bersalah.

Contoh, kalau ada cewek yang bertanya, “Eh, aku sekarang gendutan ya?”

Kamu bilang aja dengan tegas: “Iya, kamu lebih gendut sekarang! Aku rindu kamu yang beratnya cuma 13,7 kilo!”

Bercanda kok. Jika kamu dapat pertanyaan kayak gitu, ada baiknya kamu berbohong. Tapi beda halnya jika kebenaran yang mau kamu ucapkan itu melibatkan kepentingan banyak orang. Kamu nggak perlu meminta maaf saat mengucapkannya.

Terus kapan dong kata maaf itu harus diucapkan?

Semua orang juga tahu, kata maaf harus diucapkan saat kamu memang benar-benar melakukan kesalahan. Kamu nggak perlu mengucapkan maaf ketika kamu nggak melakukan kesalahan. Atau ketika kamu melakukan 6 hal di atas. Iya, nggak?

17 Shares

Komentar:

Komentar