6 Mitos tentang Seks, tapi Sering Dipercaya Mereka yang Belum Berpengalaman

17+ only nih

:

“Kalau kamu makin lama ‘mainnya’, bakal makin gagah kelihatannya di depan istri!”

Yaaah, itu cuma sebagian kecil saran yang pernah saya dapatkan dari teman-teman yang terlebih dahulu menikah. Saya paham kenapa mereka rela kasih nasihat cuma-cuma seperti itu. Karena jelas, “adegan laga” antara suami-istri memang hal yang krusial di dalam kehidupan rumah tangga. Selain demi memenuhi kebutuhan biologis, hubungan intim bersama pasangan akan membuat kehidupan rumah tangga lebih harmonis dan romantis. Aiiiiihhhhh!!!

Tapi setelah menelaah beberapa saran dan info seputar hubungan badaniah yang hinggap di telinga saya, ternyata nggak semua informasi itu benar. Malah bisa dibilang, “fakta” tersebut cuma mitos belaka. Saya yakin kamu juga pasti pernah dengar tentang mitos-mitos ini, terutama jika kamu termasuk orang yang masih minim pengalaman, heheh. Bahaya juga kan kalau kamu terlalu percaya sama informasi yang sebenarnya cuma mitos belaka.

Jadi kali ini saya akan membagikan 6 mitos seputar seks dan fakta di baliknya. Biar kamu nggak salah kaprah gituuuu.

1. Perempuan pasti kesakitan pas pertama kali “main”

“Aaaarghhhh, sakit bang! Horyaaaaah! Ora ora ora!”/via listverse.com

Ternyata itu nggak selalu terjadi lho. Memang betul adanya kalau selaput dara milik perempuan bisa robek saat pertama kali menerima penetrasi eksternal. Tapi kenyataannya, nggak semua perempuan mengalami hal tersebut.

Faktanya, selaput dara merupakan bagian tambahan dari tubuh, bukan organ vital di alat reproduksi wanita. Selaput dara bisa saja sobek karena tindakan yang sama sekali nggak berhubungan dengan hubungan intim, seperti saat bersepeda terlalu sering atau ketika melakukan kegiatan fisik yang terlalu berat.

Dan perlu diingat, rasa sakit yang dialami setiap perempuan pasti berbeda-beda, tergantung bagaimana sensor mereka memproses rasa sakit. Jadi, ada perempuan yang merasa sakit banget, ada juga yang cuma merasa sedikit sakit.


2. Seks dapat memengaruhi kegiatan olahraga (atau kegiatan fisik apa pun)

“Mau jadi juara? Makan sosis sonay!”/via rocky.fandom.com

“Kalau kamu besok mau tanding olahraga, mending nggak usah ‘main’ dulu malemnya. Nanti bakal kelabakan banget dan kalah pas tanding!”

Itu salah satu saran yang saya dapatkan dari seorang teman. Stamina bisa terkuras habis, katanya. Tapi masa sih stamina bakalan habis nggak tersisa kalau semalam sebelumnya kita “main” dulu sama pasangan?

Menurut penelitian malah sebaliknya, tingkat fokus dan ketangkasan manusia bakalan meningkat setelah berhubungan badan. Selain itu, seks juga membuat otot kita lebih rileks dan lebih fleksibel.

3. Kalau “main” saat istri lagi datang bulan, dijamin nggak akan hamil

via pixabay.com

Waduh. Pertama-tama, berhubungan badan saat sedang haid itu nggak sehat banget. Kedua, kalau kamu pengin menunda untuk punya anak, berhubungan intim saat haid itu nggak bakal mengabulkan keinginan kamu.

Walaupun benar saat menstruasi perempuan seharusnya nggak mengalami fase ovulasi (pembuahan), perlu diingat kalau sperma bisa bertahan hidup selama beberapa hari di area kewanitaan. Jadi, kalau memang periodenya pas dan sperma berhasil menembus medan perang, kehamilan bisa saja terjadi.

4. Ejakulasi dalam waktu kurang dari lima menit itu memalukan

Sedih hatiku, sedihhhh/via giphy.com

Nah, kalau pandangan yang ini sih kayaknya ada pengaruh dari film biru. Aktor film kayak gituan kan bisa tahan sampai berjam-jam tuh. Masa kamu cuma bisa empat menit? Haah, memalukan!

Tapi harap diingat pemirsa sekalian yang demen nonton film begituan. Setangguh-tangguhnya aktor di film biru, itu tetaplah sebuah film. Dan yang namanya film pasti punya naskah dan jeda saat proses syutingnya. Jika kamu menganggap semua yang ada di film biru itu nyata, itu berarti kamu juga menganggap adegan tukang ledeng diajak masuk ke rumah sebagai adegan yang realistis dong?

Nggak! Yang namanya film pasti mengandung unsur dramatisasi.

Berdasarkan penelitian, rata-rata waktu untuk laki-laki mencapai klimaks tuh sekitar 5,4 menit. Itu durasi yang udah pas banget lho.

Seseorang bisa disebut menderita ejakulasi dini kalau waktu “mainnya” kurang dari satu menit setelah penetrasi.

5. Kepuasan istri sangat bergantung pada keahlian suami

via unsplash.com

Katanya sih, seorang perempuan bisa puas di ranjang kalau keahlian suaminya bagus. Apa benar?

Itu nggak sepenuhnya benar. Pada kenyataannya, proses orgasme perempuan lebih kompleks dibanding laki-laki.

Yang cukup mengejutkan, menurut penelitian, perempuan memiliki sistem biologis yang unik untuk mencapai orgasme. Nggak sebatas cuma penetrasi dan kegagahan pasangan saja, ada beberapa cara yang bisa ditempuh perempuan untuk mencapai titik kepuasan mereka.

6. Hubungan intim sama dengan olahraga

“Nih punya nggak otot kayak gini?!” / via gettyimages.com Foto: Patrik Giardino

Hubungan seks memang bikin kamu bergerak aktif. Dan otomatis, tubuh kamu jadi mengeluarkan keringat. Mungkin itu sebabnya banyak anggapan kalau berhubungan seks itu sama sehatnya dengan berolahraga. Sampai-sampai muncul istilah “olahraga kasur”.

Tapi ternyata penelitian berkata lain. Jumlah kalori yang terbakar saat beraksi di ranjang nggak sepadan dengan jumlah pembakaran yang terjadi saat kamu berolahraga. Rata-rata dalam durasi yang normal, berhubungan badan hanya membakar sekitar 21 kalori. Jumlah tersebut hampir sama dengan kegiatan berjalan kaki cepat sejauh empat kilometer dengan durasi sekitar enam menit.

Bisa saja kamu membakar kalori melalui berhubungan badan kalau intensitas dan durasinya diperpanjang. Tapi yaaah, daripada repot-repot, mending olahraga aja deh.

 

Nah semoga informasi ini bisa membantu kamu para pasangan suami istri yang ingin membuat rumah tangga lebih harmonis lewat “uhuy-uhuy”ya. Buat kamu yang belum nikah tapi udah baca tulisan ini, yok semangat cari jodoh. Biar bisa dibuktikan sendiri hehe.

Komentar:

Komentar