5 Strategi biar Kamu Nggak Canggung pas Ngobrol sama Kenalan Baru

via pixabay.com

:

Salah satu keahlian penting dalam hidup ini adalah bersilat lidah komunikasi. Tapi untuk orang pemalu, mencairkan suasana saat pertama kali bicara dengan kenalan baru tuh bagaikan tugas maha berat. Orang yang bisa mengulang kata per kata isi dari kitab hukum setebal 7777 halaman aja, mungkin bakalan canggung banget kalau dasarnya punya sifat pemalu.

Walhasil, ia hanya bisa berbasa-basi busuk yang bahkan udah jarang dipakai di era kemajuan teknologi ini. Contoh: “Cuacanya cerah ya hari ini?”

Sebentar… terus kalau cuacanya cerah memang mau ngapain? Mau ngajak main layangan? Atau mau ngajak jemur baju bareng-bareng?

Gini deh, buat kamu yang nggak tahu harus gimana atau ngomong apa saat ketemu orang baru, 5 tips ini ada untuk kamu.

1. Bangun kesan pertama yang baik (jangan terlihat creepy)

“Halo tetangga baru. Kenalan dong. Cepat buka jendelanya, di luar dingin”/via unsplash.com

“You don’t say!”

Tapi yah mau gimana lagi. Kesan pertama tuh memang penting banget. Jadi, jangan sekalipun kamu ajak bicara orang asing sambil garuk-garuk bokong. Melihat tingkah kamu yang seperti itu, mereka nggak akan berpikir, “Waw, teknik garuk bokongnya sungguh memesona! Di mana ia belajar teknik garuk-garuk seperti itu? Tanya ah…”

Bangun kesan kalau kamu itu manusia normal yang ingin mengajak bicara manusia normal lainnya. Pasang senyum dan ciptakan kontak mata yang bersahabat.


Dan yang terpenting, nggak usah jadi stres karena memikirkan apa yang harus kalian obrolkan. Lebih baik pikirkan gimana caranya biar lawan bicara merasa nyaman dan percaya sama kamu.

2. Biarkan aja ia yang mendominasi obrolan

“Mmm, iya, iya. Ngerti. Mmmm. Iya aku dengerin kok”/via pixabay.com

Di poin pertama ditulis nggak usah terlalu stres memikirkan topik obrolan, tapi bukan berarti kamu mesti diam seribu bahasa. Kalau bingung mau ngomong apa, pancing aja lawan bicara kamu untuk menceritakan tentang dirinya sendiri. Nggak usah ragu. Manusia itu paling suka bercerita soal diri sendiri, apalagi kalau ia punya kehidupan yang sukses dan menyenangkan.

Meskipun, saat baru kenal dengan orang lain, kamu nggak mungkin langsung nanya, “Apa kiranya penyesalan terbesar selama hidup kamu yang menyedihkan itu?” atau “Apa kamu merasa hidup ini penuh ketidakadilan?”

Kalau bisa, lontarkan pertanyaan yang diawali dengan kata “gimana/bagaimana” dan “kenapa”. Lawan bicara kamu kemungkinan besar bakal kasih jawaban yang panjang, bernas, dan komprehensif!

Contoh pertanyaan: “Oooh, kamu pernah tinggal di Kutub Utara toh. Gimana rasanya tinggal sendirian di Kutub Utara selama 20 tahun? Seru ya kayaknya.”

Ketika ia mulai bercerita, coba sesekali mengangguk biar ia tahu kalau kamu mendengarkan dengan saksama, lalu beri ia pertanyaan lanjutan. Kalau pakai contoh di atas, kamu bisa tanya, “Waktu itu kamu sempat naik rusa kutub nggak?”

3. Segera cari kesamaan antara kalian

“Kita sama-sama punya rambut yang minim ya, Pak”/via pixabay.com

Saat ia menceritakan tentang sesuatu hal yang menarik atau unik, kamu bisa menyambung-nyambungkannya dengan pengalaman kamu sendiri. Contoh:

“Dulu yah, waktu masih TK, aku pernah ngompol di celana.”

“Uuuh, sama! Malahan aku ngompol pas udah jadi bapak dari dua anak! Untungnya aku pintar, tubuhku kuat, karena mama sering memberiku vitamin. Anyway, waktu istriku lagi ganti seprai kasur, aku bilang aja si bayi ngompol. Dia percaya lagi sama aku. Huahahahaha!”

Jika kamu nggak punya pengalaman yang sama dengan lawan bicara, kamu juga bisa menceritakan pengalaman teman atau keluarga. Ceritanya nggak harus tentang kamu melulu kok.

4. Minta pendapatnya

“Yang tahu apa arti dari mashroom6, boleh pulang”/via pixabay.com

Kecuali hidup kamu cuma diisi sama kegiatan espionase (baca: kepoin mantan), kamu pasti punya permasalahan dalam hidup. Daripada bingung cari solusinya sendirian, mending minta pendapatnya aja.

Tapi nggak usah ungkit masalah yang bawa-bawa aib orang lain. Ceritakan aja masalah yang sifatnya keseharian, kayak:

“Aku pengin pelihara binatang nih. Kata kamu mending mana yah, chihuahua, babon, jaguar, atau tuyul?”

“Peduli amat, pelihara aja semuanya!”

5. Jujur dan apa adanya

Saya nggak nemu gambar yang cocok sama poin ini. Jadi silakan pandangi sepuasnya foto wanita yang lagi menelepon/via pexels.com

Katakan aja apa yang ada di pikiran kamu, selama itu nggak menyinggung perasaan. Nggak perlu berusaha atau memaksakan diri buat terlihat keren di depan lawan bicara, apalagi kalau kamu bukan termasuk orang yang keren. Jika lawan bicara kamu itu jeli dan cermat, ia pasti sadar kalau kamu lagi berpura-pura biar bisa disukai orang lain.

Terutama jika kamu sampai membual yang nggak-nggak. Contoh:

“Hey, kamu tahu Herman Willem Daendels? Kamu tahu siapa dia? Dia itu teman kongkow kakek buyut aku! Gila, dia itu ya, sering banget ngundang kakek buyut aku ke rumahnya, ngajak main (Nin)Tendo.”

Itu dia tips buat berbicara sama kenalan baru. Sekarang udah lebih pede? Atau malah lebih nggak pede?

Dhika Sacawisastra :