5 Cara Agar Komunikasi Kamu dengan Orang Lain Jadi Lebih Lancar dan Efektif


Nggak dipungkiri lagi kalau komunikasi adalah hal yang esensial dan mendasar dalam kehidupan manusia. Dan semua orang pasti bisa berkomunikasi dan berinteraksi. Semua orang pun pasti punya caranya masing-masing dalam menghadapi tuntutan interaksi, termasuk kamu.

Tapi… apa kamu udah merasa puas dengan situasi hubungan yang terjalin lewat cara kamu berkomunikasi itu? Misalnya aja, apa lawan bicara kamu sering nggak menghargai kamu? Atau pembicaraan kalian sering berujung cekcok? Atau bahkan kamu sendiri kurang punya percaya diri kala menghadapi dan mengobrol dengan orang lain?

Wah, daripada bingung sendiri, mendingan kamu cek deh tips-tips ini. Bukan berarti saya menjamin 100% masalahmu bakal hilang kalau kamu ikuti tips ini. Toh, setiap orang itu berbeda-beda, kan? Tapi, nggak ada salahnya kamu mencoba tips yang dirangkum dari berbagai sumber ini.

 1. Senyum!

smile2
via oystermag.com

Kata orang, penduduk Indonesia itu ramah dan murah senyum. Kayanya itu nggak sepenuhnya benar, deh. Nggak semua orang ramah dan murah senyum, karena saya kadang-kadang masih melihat orang yang jutek, hehehe. Dan perasaan saya sewaktu berhadapan dengan orang seperti ini adalah: nggak enak banget. Yah, entah karena orang itu lagi ngalamin hari yang sial atau gimana, saya juga nggak tahu.

Tapi yang terpenting di sini, senyum adalah jurus yang mujarab kalau kamu pengen orang lain ngerasa nyaman sama kamu. Ingat juga, senyum yang tulus dan hangat, bukan senyum cabul atau senyum licik kaya gini:

heathledgerjoker-990×573
via sideshowtoy.com

2. Dengar dan Resapi Perkataan Lawan Bicara, Tunjukkan Minatmu

Smiling couple having tea outdoors
Smiling couple having tea outdoors via trendsexpress.net

Coba tanya ke diri sendiri, saat kamu pertama kali berkenalan dengan orang yang sebelumnya belum pernah kamu temui, apa kamu masih ingat namanya beberapa menit saja setelah kalian berpisah? Kalau iya, itu berarti bagus. Kalau nggak…

Well, nggak ada orang yang suka kalau dia nggak diperhatikan saat bicara.

Itu baru masalah nama. Komunikasi yang baik dan efektif bisa berjalan kalau ada orang yang berbicara, dan ada orang yang mendengarkan. Bahkan ada pepatah asing yang bilang kalau “Terkadang, orang bodoh pun punya cerita yang ingin dia sampaikan.” Apalagi kalau kamu nunjukin minat pada topik yang dibahas lawan bicaramu, itu bisa lebih baik buat kamu, sekalipun kamu nggak begitu tertarik sama topik obrolannya. Pakai aja bahasa tubuh, seperti mengangguk pelan atau mencondongkan tubuh kamu ke arahnya untuk nunjukin minat kamu.

Dan poin ini pun ada hubungannya dengan poin selanjutnya.

3. Penting Nggak Penting, Anggap Lawan Bicara Sebagai Orang Penting

johnnie-walker-the-important-man-600-69768
via advertolog.com

Semua orang suka dipuji dan dihargai. Tapi, bukan berarti kamu harus jadi penjilat. Lempar pujian pada lawan bicara kamu ketika dia memang pantas dipuji, beri penghargaan ketika dia pantas mendapatkannya. Begitu pula kamu sendiri. Anggap dirimu sebagai orang yang penting bagi lawan bicara kamu dan hargai diri sendiri.

Dan penghargaan yang paling penting tapi biasanya dilupakan orang adalah: mendengarkan dengan sungguh-sungguh apa yang dikatakan lawan bicara. Dengan saling mendengarkan, bahkan pembicaraan pun bisa mengalir sendiri.

4. Hindari Konflik Seminim Mungkin

36d7912
via linkedin.com

Hal ini pasti terjadi jika kita melakukan komunikasi dan interaksi dengan orang lain. Konflik atau cekcok bisa bermula dari kritik. Lebih tepatnya, kritik yang disampaikan dengan cara yang kurang bijak. Kalau lawan bicaramu salah, sebaiknya jangan langsung bilang “Kamu bodoh! Udah tahu salah, pake ngotot lagi!” atau kata-kata lainnya yang berpotensi menyinggung perasaan dengan nada yang tinggi, sedekat apa pun hubungan kalian. Apalagi kalau kalian nggak saling kenal. Kecuali… kecuali kalau kamu sedang debat masalah politik, hehehe.

Ya, kurang baik dan kurang sopan bila kamu menuduh lawan bicaramu salah total dan menganggap diri benar 100%, karena kebanyakan dari orang yang salah, nggak sadar kalau dirinya itu salah.

Ada baiknya kamu awali dulu dengan perkataan “Ya, kayanya kamu bener, deh. Tapi…” barulah kamu menunjukkan letak kesalahannya dengan cara yang santun.

Tapi, sebelum mengatakan itu, sebaiknya kamu memahami dan…

5. Melihat Permasalahan dari Sudut Pandang Lawan Bicara

don-t-waste-your-time-explanations
via cutorcopy.com

Ada suatu kutipan yang sangat bagus dan sayangnya saya lupa dari mana sumbernya. Kutipannya berbunyi “Kita tidak bisa menilai dan benar-benar tahu tentang seseorang jika kita tidak melihat dunia dari mata orang itu.” Ya, kira-kira seperti itu intinya.

Itulah yang agak sulit untuk kita lakukan, karena biasanya kita mementingkan opini kita terlebih dahulu, dan setelahnya barulah (itu pun untung-untung kalau mau) mendengarkan pendapat orang lain. Dan itu juga kalau kita nggak menghinanya terlebih dahulu.

Dale Carnegie dalam bukunya How to Win Friends & Influence People mengatakan bahwa jika kita mendapat masalah yang berpotensi berujung pada percekcokan, tenangkan diri terlebih dahulu sebelum mencoba untuk menelusuri problem dari sudut pandang orang lain. Pikirkan, “Mengapa dia harus atau ingin melakukan hal itu?” tulis Dale. Lalu, gabungkan sudut pandang orang lain itu dan sudut pandang kita, sebelum memutuskan apa kata-kata yang harus keluar dari mulut kita.

Intinya adalah, toleransi!

Jadi Paulo Coelho mungkin benar, tapi bisa juga dia salah karena kamu akan mengungkapkan pendapatmu, dan kamu juga benar-benar tertarik mendengarkan apa yang ada dalam pikiran lawan bicaramu.

Orang lain itu penting dalam kehidupan kita, dan kita nggak bisa hidup tanpa orang lain. Jadi, jaga selalu hubungan baik kita dengan sesama manusia, ya.

- Advertisement -
Shares 52

Komentar:

Komentar