4 Cara buat Menolak Teman yang Ngajak Kamu Gabung MLM Abal-Abal

MLM itu marketing level multi ya?

:

“Eh bro, sis, gue ada tawaran peluang bisnis yang menggiurkan nih.”

Berawal dari sekelebat kalimat itu, persahabatan antar dua insan manusia bisa dipertaruhkan. Di lingkungan kita, MLM cenderung memiliki stigma negatif, macam Voldemort di dunia Harry Pottah. Apalagi NU sebagai salah satu organisasi besar di Indonesia udah mengharamkan MLM yang berkedok money game.

via caycon.com

“Tunggu, tunggu… ini yang nulis punya niatan ngajak kita-kita gabung MLM!?”

Nggak kok. Baca dulu, baru komentar ya.

Begini, yang membuat MLM begitu ditakuti, itu karena adanya oknum yang menggunakan pendekatan MLM dengan skema Ponzi atau money game. Nah, mereka menggunakan skema tersebut untuk menjerat korban dengan proses bisnis yang sangat berbeda dari MLM legal. Untuk detail perbedaan MLMbodong dan MLM legal, bisa kamu lihat di sini.

Kalau malas baca, saya ringkasin aja. MLM abal-abal biasanya menjanjikan keuntungan yang besar tanpa harus memasarkan produk. Intinya ajak aja anggota baru sebanyak-banyaknya kalau mau dapat profit, which is literally ini fraud (sekali-sekali pake aksen ala anak Jaksel). Sedangkan MLM yang legal itu kalau kamu ingin dapat duit, ya harus jualin produk mereka.

Meskipun, ada juga MLM abal-abal yang memanfaatkan penjualan produk sebagai kamuflase. Andalan utamanya tetap aja komisi atau bonus dari perekrutan anggota baru.


Jadi, kalau misalkan ada teman kamu yang gigih ngajak gabung MLM meskipun kamunya nggak tertarik, apa yang harus dilakukan? Soalnya mereka kan kadang suka maksa-maksa tuh. Lagian produknya juga terkadang …. yah, kamu tahu sendiri lah.

1. Blok akun medsos orang ybs

via bt.com

Ketika kita lagi buka-buka medsos buat cari hiburan, tapi linimasa malah penuh spam promosi dan ajakan bergabung dengan MLM, rasanya tuh “huh” banget. Bukan apa-apa, tapi tujuan kita follow mereka kan supaya bisa interaksi sebagai sesama teman. Beda lagi kalau kita sengaja follow akun mereka karena sebelumnya kita punya cita-cita menjadi anggota MLM.

Memang ada ya orang yang dari kecil punya cita-cita gabung MLM?

Jadi, solusinya logis aja: blok akun medsos mereka. Kalau mau, kamu juga bisa unfollow sih. Tapi rata-rata orang biasanya merasa nggak enak kalau ketahuan unfollow. Buat amannya, ya diblok aja.

2. Bilang aja kamu sudah punya bisnis sendiri

via startupnation.com

Akun medsos udah diblok, eh tapi ternyata mereka japri langsung ke Whadap kamu. Tapi engkau tak perlu risau, bilang aja kamu udah punya bisnis sendiri. Katakan dengan nada berwibawa dan keibuan:

“Ngurusin bisnis satu aja ribet, ini elu nawarin bisnis lain lagi. Elu mau nyiksa gue? Dosa apa diriku padamu?”

Mungkin mereka pun bakal keburu muak setelah mendengar kelabayan kamu.

3. Tegas dalam menolak

via entrepreneur.com

Terus gimana kalau kamu ternyata nggak punya bisnis? Malu dong kalau ketahuan bohong.

Nggak usah bertele-tele, kamu tolak aja langsung tawarannya. Jangan pernah bilang kamu mau memikirkan dulu tawaran mereka. Nggak perlu juga memberi harapan palsu dengan bilang, “Sebenarnya aku tertarik. Tapi sayang saat ini aku tengah sibuk (ngadu cupang misalnya).”

Mereka juga manusia yang punya perasaan, dan lebih kita nggak mempermainkan perasaan mereka. Dengan bersikap tegas, nantinya waktu kalian nggak akan terbuang percuma. Lah, gimana kalau mereka balik lagi karena berpikir kamu udah mulai tertarik dengan penawaran mereka?

4. Cuekin aja

via peakfocuscoach.com

Ini cara yang paling mudah, tapi paling kejam. Untuk melakukan pendekatan ini, kamu harus benar-benar mengeraskan hati. Makanya, gunakan pendekatan ini hanya sebagai langkah terakhir kalau pendekatan sebelumnya nggak membuahkan hasil, atau malah bikin mereka jadi lebih agresif.

Jawab aja pertanyaan mereka dengan titik-titik. Contoh:

Teman kamu: “Hai, kawan. Aku punya penawaran bisnis yang menarik untuk kamu. Penasaran? Penasaran? Mau tahu apa bisnisnya?”

Kamu: “…….”

Teman: “Aku tahu kamu penasaran. Aku bisa merasakan aura penasaran yang besar terpancar dari tubuh kamu. Baiklah, aku akan menjelaskan dengan singkat. Blah, blah, blah, blah!”

Kamu: “…….”

Jika mereka menelepon dan mengajak kamu buat menghadiri “presentasi”, nggak usah tanggapi. Bila mereka datang ke rumah kamu sambil bawa oleh-oleh martabak, ambil saja martabaknya. Tapi saat mereka presentasi, cukup kasih respons titik-titik.

Hargai mereka yang mencari nafkah secara halal. Kamu bisa mendukung mereka secara moral kalau nggak mau terlibat secara langsung, selama itu MLM yang legal, bukan MLM yang hanya bisa mengumbar janji, eksploitasi kalimat motivasi, foto di depan mobil orang, atau rekam video di depan banner menara Eiffel.

Dan terutamanya, money game dan skema ponzi dengan sistem MLM.

Komentar:

Komentar