8 Barang yang Jangan Sembarang Dipungut kalau Kamu Menemukannya di Jalanan

Kalau nggak boleh dipungut, terus gimana? Dilihatin doang?

:

Apa yang akan kamu lakukan ketika menemukan barang jatuh di jalan? Membiarkannya, mengambilnya untuk melihat siapa tahu ada identitas pemiliknya, atau malah kamu bawa pulang? Terkadang bingung memang ketika menemukan kasus barang jatuh ini.

Suatu kali, ibu mertua saya menemukan handphone saat naik bus bandara. Karena kasihan, dia membawa pulang handphone tersebut biar bisa mencari tahu siapa pemiliknya. Singkat cerita, karena ternyata nomornya sudah diblokir, saya hubungi aja salah satu kontak yang ada di handphone temuan itu pakai nomor pribadi saya. Siapa tahu dia kenal sama si pemilik handphone. Tapi eeh, ternyata dia malah menyuruh saya buat membiarkan handphone tersebut tanpa harus mencari-cari pemiliknya. Anggap saja handphone itu udah hilang dari pemiliknya.

Nah, kalau gini kasusnya, jadi bikin bingung ‘kan?

Terinspirasi dari kasus itu, di artikel ini saya tuliskan daftar barang yang sebaiknya nggak usah kamu pungut saat kamu menemukannya di jalan, terutama jika kamu lagi jalan-jalan di luar negeri.

1. Dompet, tas kecil, atau amplop berisi uang

via newstalkzb.co.nz

Paling sering terjadi nih, kasus di mana dompet yang jatuh terus isinya nggak akan pernah kembali dengan utuh (kalau di Indonesia yah, nggak tahu tuh di negara lain).

Ketika kamu menemukan dompet, tas kecil, atau amplop berisi uang tergeletak begitu saja di jalan, ada baiknya kamu tetap biarkan barang itu berada pada tempatnya. Selalu ada kemungkinan itu adalah trik penipuan untuk memeras kamu.

Bisa saja ‘kan itu dompet sengaja ditaruh untuk menjebak orang yang hendak mengambilnya. Atau  bisa saja kamu sebenarnya lagi diamati orang yang berniat jelek, terus ujung-ujungnya orang itu minta sebagian (atau seluruh) uang yang ada di dompet. Kalau kamu menolak, dia malah mengancam bakal melaporkan kamu sebagai copet.

Jika kamu nggak tega melihat dompet itu, kamu bisa melaporkan lokasi di mana kamu menemukannya ke petugas keamanan terdekat. Kalaupun kamu mau memungut dompet itu (buat diserahkan ke polisi misalnya), pastikan nggak ada orang mencurigakan di sekeliling kamu.

2. Perhiasan mahal

via brightside.me

Trik pemerasan dengan memanfaatkan barang perhiasan “KW” alias palsu ini udah umum terjadi di luar negeri. Contoh kasar modus operandinya kayak gini:

Anggap saja kamu lagi berjalan-jalan santai di jalanan Kota Paris sambil menyiulkan lagu dangdut favorit. Lalu tiba-tiba saja, langkah kaki kamu terhenti ketika ada orang berbusana perlente memanggil kamu. “Hey, you, handsome! Come here!” katanya, walaupun kamu sendiri merasa bukan orang tampan atau cantik. Pas kamu dekati orangnya, ternyata dia mengaku baru menemukan perhiasan mahal tergeletak di pinggir jalan.

Namun anehnya, dia nggak mau mengambil perhiasan mewah itu. Dia malah menyarankan kamu buat memungutnya. Sebagai upah jasanya, dia bakal minta dikasih imbalan. Kalau di budaya Indonesia sih, dia minta “uang rokok”.

Jika kamu bersedia membayar, dia bakal pergi. Tapi setelah kamu melihat perhiasan tersebut secara teliti, ternyata perhiasan itu nggak lebih dari barang palsu murahan.

3. Headset atau earphones

via azumio.com

Kalau kamu menemukan headset atau earphone terjatuh di jalan, mau itu di luar negeri atau di Indonesia, sebaiknya biarkan saja dan jangan mengambilnya. Bukan apa-apa, alasannya adalah kedua benda tersebut kemungkinan besar mengandung bakteri.

Coba pikir-pikir, kamu nggak tahu siapa pemilik headset tersebut sebelumnya. Bisa jadi orangnya nggak pernah membersihkan telinganya sama sekali. Hiiiy, jijik!

4. Pisau atau benda yang bisa dijadikan senjata

via pocketknivesblog.com

Kalau nalarmu jalannya secepat Detektif Conan, kamu pasti nggak akan memungut pisau yang tergeletak di jalanan. Pisau, atau benda lain yang bisa dijadikan senjata, punya potensi buat dijadikan sebagai senjata oleh pelaku kriminal, apalagi jika kamu menemukannya di jalan (atau gang sempit yang mencurigakan). Sebagus apa pun alatnya, mendingan nggak usah kamu ambil. Bisa-bisa nantinya sidik jari kamu menempel di gagang pisau lagi.

Kamu nggak mau ‘kan dituduh sebagai pelaku kriminal oleh Kogoro tidur?

5. Radio transceiver genggam atau alat komunikasi sejenis

via brightside.me

Pernah ada sebuah kasus di mana seseorang menemukan walkie-talkie yang tergeletak di jalanan. Ia mengambil benda yang masih menyala tersebut, lalu menyebutkan lokasinya pada orang di ujung sambungan. Ternyata niat baiknya tersebut berujung jadi mimpi buruk. Dia dituduh telah melakukan pencurian.

Nah, kalau kamu menemukan benda sejenis pesawat pemancar radio, lebih baik jangan diambil. Kalaupun hati kamu tergerak buat menolong siapa pun orang ceroboh yang menjatuhkan walkie-talkie miliknya di jalanan, beritahukan aja ke pihak yang berwenang.

6. Benda metal yang berfungsi sebagai senjata perang

via brightside.me

Ini sih kita pakai logika aja: gimana kalau benda tersebut masih aktif!?

Jangan salah, kasus di mana orang menemukan senjata bekas perang (granat, ranjau) lumayan sering terjadi lho. Kamu nggak pernah tahu apakah taman yang kamu kunjungi pas liburan itu dulunya pernah jadi medan peperangan atau nggak. Jika ini sewaktu-waktu terjadi juga sama kamu, mendingan kamu langsung melaporkan hasil temuan kamu itu ke petugas keamanan.

Terus bagaimana kalau misalkan kamu menemukan ranjau darat di tanah kosong? Ada kemungkinan di tanah kosong tersebut ada beberapa ranjau yang ditanam, bukan? Kalau begitu kasusnya, jangan panik! Telusuri jalan yang kamu ambil sebelum menemukan ranjau tersebut, lalu bergerak dan berjalanlah secara pelan dan hati-hati.

7. Koin kuno dan artefak

via youtube.com

Kenapa kedua benda ini nggak boleh dipungut? Alasannya karena di beberapa negara, ada hukum yang melarang orang-orang untuk mencari artefak, koin kuno, dan benda-benda bersejarah lainnya. Contohnya di Rusia.

Di Negeri Beruang Merah itu, seseorang harus mengantongi izin khusus dari Kementerian Kebudayaan jika ingin memburu barang peninggalan sejarah yang umurnya lebih dari 100 tahun. Jika kamu nekat melanggarnya dan ketahuan, kamu harus berurusan dengan hukum setempat.

8. Peniti dan jarum

via brightside.me

Saya yakin kamu nggak akan kepikiran buat memungut jarum. Jarum yang tergeletak begitu saja di jalan, atau di lorong sebuah bangunan, atau dekat tong sampah (atau di mana pun itu, terserah!), bisa saja bekas digunakan oleh pemadat.

Tapi sedikit berbeda dengan peniti. Ada beberapa orang yang suka menggunakan peniti untuk membolongi kemasan produk, seperti salep misalnya. Dan seberapa butuhnya pun kamu akan peniti, jangan pernah memungut peniti yang kamu nggak tahu dari mana asalnya. Bisa jadi pemilik yang sebelumnya jarinya nggak sengaja tertusuk oleh ujung peniti ‘kan? Lalu bagaimana kalau dia menderita AIDS atau hepatitis?

Sekalinya jari kamu nggak sengaja tertusuk peniti bekas itu, bakteri dan virus yang menempel di benda itu bisa masuk ke tubuh kamu.

Biarpun tips di atas lebih ditujukan saat kamu lagi jalan-jalan di luar negeri, sebagiannya juga berlaku di Indonesia. Terutama barang kayak earphone atau peniti tuh.

247 Shares

Komentar:

Komentar