Ini 3 Alasan Kuat Kenapa Kamu Harus Berhenti Melakukan Multitasking Sekarang Juga, Sebelum Terlambat!

Multitasking justru jauh dari kesuksesan

Selama ini kita mengenal kata ‘multitasking‘ sebagai sesuatu yang hebat. Seolah-olah itu adalah kebiasaan baik yang harus dibudidayakan dalam meraih kesuksesan. Tapi faktanya, orang yang multitasking justru bisa jauh dari sukses lho. Kenapa?

Karena multitasking hanya mengejar kuantitas saja, bukan kualitas. Oke, kamu bisa mengerjakan dua sampai tiga pekerjaan atau kegiatan sekaligus, tapi apa kamu bisa jamin kalau hasilnya bakalan memuaskan? Belum tentu.

Dilansir dari Lifehack, ini dia alasan kenapa kamu harus buang jauh kebiasaan multitasking dari kehidupanmu demi meraih sebuah kesuksesan.

1. Multitasking hanyalah kebiasaan

multitasking
via thegraduatecoachingpartnership.co.uk

Yang perlu digarisbawahi adalah multitasking itu hanyalah kebiasaan; bukan suatu bentuk seni dalam bekerja. Kalau kamu berhasil melakukan multitasking, kamu bakal berpikir bahwa kamu hebat dalam urusan multitasking. Dan lama kelamaan, hal itu bakal jadi kebiasaan. Kamu nggak akan nolak jika keadaan mengharuskan kamu multitasking, karena itu udah jadi kebiasaan kamu.

Rasanya bangga dan puas ketika kita bisa melakukan banyak tugas sekaligus, bukan? Rasa puas inilah yang membuat multitasking menjadi kebiasaan yang susah buat dihilangin.

2. Lebih banyak belum tentu lebih baik

2016-05-02-1462211491-6501897-multitaskingfail-thumb
via huffingtonpost.com

Bisa melakukan banyak pekerjaan sekaligus belum tentu lebih baik dari melakukan satu pekerjaan yang dilakukan dengan fokus. Saat kamu menuntut otak untuk bisa menyelesaikan banyak pekerjaan, otak akan kehilangan fokus. Padahal fokus inilah yang membuat sebuah pekerjaan menjadi berkualitas.

- Advertisement -

Kamu juga rentan melakukan kesalahan ketika dipaksa untuk multitasking, padahal sebenarnya kurang mampu. Stress dan pun jadi ancaman. Serem, ‘kan?

Terlebih lagi, nggak ada orang yang sebenarnya mampu mengerjakan beberapa hal sekaligus dengan fokus 100 persen. Dengan kata lain, kemampuan multitasking itu cuma khayalan atau mitos yang selama ini kita percayai.

3. Faktanya, monotasking justru lebih baik

multitasking
via theepochtimes.com

Belum banyak yang percaya kalau monotasking, atau melakukan satu pekerjaan dalam satu waktu, jauh lebih baik ketimbang multitasking. Tapi menurut penelitian, otak akan bekerja lebih baik ketika melakukan satu pekerjaan saja. Hasilnya pun bisa dibandingkan; monotasking memang jauh lebih baik.

Yang jadi masalah adalah multitasking udah jadi kebiasaan yang sulit buat ditinggalkan. Berarti tugas kita selanjutnya adalah membiasakan diri untuk fokus terhadap satu pekerjaan aja, tanpa sibuk memikirkan pekerjaan lain. Selesaikan satu pekerjaan dulu, selanjutnya baru kerjakan pekerjaan lainnya sampai tuntas.

Masih kesulitan juga? Mungkin beberapa tips ini bisa membantu.

  • Jangan buka lebih dari satu tab di komputer. Plis, mulai sekarang cukup buka satu tab aja di komputer, karena membuka banyak tab sekaligus sama dengan menantang otak untuk melakukan multitasking lagi dan lagi.
  • Mulai dari hal-hal kecil. Langsung melakukan perubahan drastis mungkin susah, tapi kamu bisa mulai dari kebiasaan-kebiasaan kecil, lho. Misal nggak main HP sambil nonton TV, atau nggak makan sambil chatting sama teman.
  • Buat prioritas. Sebelum melakukan pekerjaan, kamu perlu membuat skala prioritas. Urutkan dari yang terpenting supaya kamu tahu mana pekerjaan yang akan dan harus kamu selesaikan terlebih dahulu.

Selamat mencoba ya, guys!

- Advertisement -
Shares 25

Komentar:

Komentar