Gini Loh Cara Menyela Omongan Seseorang Tapi Tetap Terlihat Sopan, Cobain Deh!

Oh, gitu ya caranya

Kamu pernah menghadapi orang yang suka banget ngomong alias gak bisa berenti kalau udah ngomong? Hmm, pasti ngeselin banget, kan? Apalagi kalau kamu juga udah punya topik buat di obrolin, tapi lawan bicara kamu itu terus-terusan maksa buat ngomong. Pastinya, rasanya pengen langsung pergi. Tapi, kamu jangan buru-buru pergi begitu aja, nanti orang yang sedang bicara denganmu malah tersinggung.

Sebenernya, ada loh cara-cara non-verbal (tanpa bicara) yang bisa memperlihatkan bahwa kita sudah siap bicara atau menunjukan kalau kamu ingin lawan bicaramu berhenti sejenak.

Caranya sendiri terbagi ke dalam beberapa fase: mulai dari yang paling halus, hingga paling aggresif ketika semua cara yang kamu lakukan sudah gagal. Nah, jadi apa gimana saja sih cara-caranya? Simak baik-baik, ya!

1. The Fish

via flickr.com

Atau dalam bahasa Indonesia kita sebut “gestur ikan”. Kenapa disebut gestur ikan? Karena gestur ini mengharuskan kita membuka mulut kita seperti sedang ingin mengatakan sesuatu. Ketika seseorang melihat kita membuka mulut seperti itu, biasanya lawan bicara kita akan sadar dan mempersilahkan kita bicara lebih dahulu.

2. The Bookmark

via lifehacker.com

Yang kedua adalah The Bookmark atau “gestur membatas buku” yang merupakan gestur tangan maju sedikit seperti gambar di atas. Gestur ini bisa membantu menyela dengan lebih efektif kalau digunakan berbarengan dengan gestur The Fish. Kalau kamu menggunakan cara ini, kamu menunjukkan gerakan seperti akan berbicara akan sesuatu.

3. The Pupil

via mnn.com

Kalau gestur ini kita gunakan setelah gestur The Fish dan The Bookmark tidak bisa membuat lawan bicara kita diam. Acungkan tangan kita seperti seorang murid yang ingin bertanya pada gurunya. Hal ini akan menarik perhatian lawan bicaramu dan otomatis akan membuat lawan bicaramu diam.

4. The Touch

via huffingtonpost.com

Kalau lawan bicara kamu gak sadar-sadar sampai harus disentuh, biasanya sengan menyentuh seperti ini orang akan sadar dan berhenti berbicara sejenak. Apabila orang tersebut sudah berhenti bicara, gunakan saat ini untuk kamu kabur. Tapi, jangan lupa kasih basa basi agar lawan bicaramu gak tersinggung, ya. Contoh: “Wah iya, ya, keren-keren. Eh, ngomong-ngomong aku tadi disuruh mamah beli sesuatu. Udah dulu ya ngobrolnya. Bye!” Atau bisa kamu variasikan sendiri sesuai selera.

5. The Teacher

via miscw.com

Kalau yang ini sih udah paling agresif bahkan sudah cenderung gak peduli kalau lawan bicara kita tersinggung. Gestur yang satu ini mengharuskan kita untuk menunjukan satu jari di atas dan meminta perhatian orang-orang disekitarmu. Atau dengan menyimpan satu jari di depan mulut sambil berkata “Ssshh” atau “Ssstt”. Biasanya orang yang menggunakan gestur ini sudah sangat terganggu dengan lawan bicaranya. Tapi, tetap gunakan gestur ini sebagai opsi terakhir ya, guys.

Nah, tadi itu beberapa cara yang bisa kamu terapkan untuk menghentikan seseorang yang menurut kamu terlalu banyak bicara atau sulit dihentikan ketika bicara. Kalau kamu belum begitu paham dengan penjelasan di atas, kamu bisa cek video yang satu ini, deh.

Nah, gimana, sudah jelas kan, guys? Tapi ingat ya, gunakan gestur-gestur ini apabila kamu merasa benar-benar membutuhkan saja, lagipula menjadi pendengar yang baik juga malah akan membuatmu semakin disukai oleh orang-orang. Oh iya, jangan lupa untuk kasih tahu kita gimana tanggapan kamu soal gestur-gestur di atas. Apakah baik atau tidak? Beri tanggapanmu di kolom komentar, ya!

Source: lifehacker

50 Shares

Komentar:

Komentar