Buat Para Pencari Kerja, Siapkan Pertanyaan Ini Pada Saat Tahap Wawancara

Siapkan dirimu semaksimal mungkin sebelum wawancara

:

Setiap melamar di suatu perusahaan, salah satu tahapan yang nggak mungkin terlewat adalah wawancara kerja. Mungkin ada beberapa perusahaan yang tidak menerapkan tes potensi akademik, tes tulis, atau tes kesehatan pada alur pencarian karyawan; tapi tidak untuk tahap wawancara. Karena di tahap ini, pemberi kerja bisa mengetahui potensi dan kepribadian para calon karyawannya.

via eFinancialCareers

Tahap ini sendiri cukup menjebak karena tidak ada jawaban yang benar dan salah. Akan ada banyak pertimbangan berdasarkan jawaban yang kamu berikan dan jebakan yang dilontarkan oleh para pewawancara. Tapi jangan takut dulu. Tugas kita sebagai yang diwawancarai sebenarnya cukup mudah: jadi diri kamu sendiri, be yourself. Jangan melebih-lebihkan sesuatu atau menutup-nutupi kekurangan pada saat menjawab pertanyaan mereka.

via AlphaGamma

Nah, biasanya ketika mereka selesai menanyakan berbagai hal, akan ada kata-kata seperti ini yang muncul

“Ada pertanyaan yang ingin Anda ajukan?”

Lantas, apa yang sebaiknya kamu tanyakan? Bagaimana kalau kamu sama sekali nggak punya pertanyaan? Ini dia solusinya.

1. Berdasarkan Steve Pritchard, HR Consultant di giffgaff

“Bagaimana cara mengukur suatu kesuksesan pada posisi yang saya lamar ini?”

Dengan mengetahui parameter kesuksesan di posisi yang kamu lamar, maka akan lebih mudah mengetahui apakah kamu bisa mencapainya atau tidak.

“Seperti apa jenjang karier untuk posisi yang saya lamar?”

Menanyakan pertanyaan seperti ini dapat memberi kesan pada pewawancara bahwa kamu mencari posisi jangka panjang dan tidak menjadikan perusahaan mereka sebagai batu loncatan. Selain itu dengan mengetahui jenjang karier, kamu bisa menghindari posisi yang minim promosi dengan upah yang kurang memuaskan.


2. Berdasarkan Christine Chung, Senior Talent Manager di Fueled

“Apa yang Anda harapkan dari posisi ini selama 30 hari, 60 hari, dan setahun pertama setelah saya bekerja?”

Pertanyaan ini dapat memberimu sudut pandang baru tentang seperti apa peran dan apa yang bisa kamu lakukan selama bekerja nanti.

“Apa tantangan terbesar perusahaan ini pada 2-3 tahun ke depan?”

Dengan mengetahui hal ini, kamu bisa sedikit meraba-raba bagaimana kondisi internal tim pada saat ini.

Usahakan hindari pertanyaan dengan jawaban ya dan tidak. Selain itu hindari pertanyaan yang cakupannya terlalu luas supaya pewawancara tidak kelamaan berpikir dan kesulitan memberi jawaban yang singkat dan spesifik.

3. Sean Killian, Operations Team Lead di Enola Labs Software

“Baik dari CV atau hasil wawancara hari ini, apakah ada yang membuat Anda ragu-ragu untuk merekrut saya?”

Memang terkesan berani, akan tetapi pertanyaan penutup ini bisa kamu ajukan sebagai bahan evaluasi untuk tahap wawancara di lain kesempatan, apabila kamu pada saat itu tidak berhasil masuk. Selain itu pertanyaan ini bisa mencegah kesalahpahaman yang terjadi antara kamu dan pewawancara.

4. Paige NeJame, Pemilik CertaPro Painters

“Berapa penghasilan yang nanti akan saya terima?”

Pertanyaan ini wajar untuk diajukan karena menurut Paige, posisi kita bukanlah pelaku hobi, melainkan pencari kerja yang membutuhkan penghasilan.

5. Michael O’Leary, CEO HRMRecruit

“Siapa manajer yang akan bekerja bersama saya di posisi ini dan bagaimana gaya manajerialnya?”

“Dan seperti apa struktur departemennya?”

Menurut Michael O’Leary, pertanyaan ini dapat membuatmu mengetahui gambaran sepenuhnya tentang posisi yang kamu lamar dari berbagai sisi berdasarkan jabatan orang yang menjawabnya. Seorang manajer akan memberitahumu tentang masalah yang ingin dipecahkan lewat perekrutan ini. Member tim HR dapat bercerita tentang budaya organisasi dan tipikal seperti apa yang dibutuhkan oleh perusahaan. CEO dan pimpinan senior lainnya dapat menjelaskan visi dan misi dari perusahaan dan bagaimana nantinya kamu dapat memainkan peran itu di dalamnya.

Hindari pertanyaan yang jawabannya bisa dengan mudah kamu temukan, misal di situs perusahaan. Pastikan juga pertanyaan yang kamu ajukan benar-benar menunjukkan ketertarikanmu terhadap posisi ini.

Ingat! Pada saat wawancara, jangan pernah tidak menanyakan pertanyaan kepada pihak pewawancara. Tidak atau kurang mengajukan pertanyaan dapat menimbulkan kesan bahwa kamu tidak begitu serius dan berminat terhadap posisi ini.

via bu.edu

Nah, sekarang tahu ‘kan apa yang harus dilakukan pada saat wawancara kerja? Mungkin saja kamu tertarik untuk melamar ke Selipan. Atau kamu punya tips lain yang mau dibagikan? Tuliskan di kolom komentar ya.

Komentar:

Komentar