VPN Gratis Itu Aman Nggak sih? Atau Tetap Ada Risikonya?

Saat seseorang mengaktifkan VPN, itu artinya dia bakal buka situs...

Internet Positif. Dua kata itu sering banget saya temukan ketika membuka situs tertentu. Reddit, contohnya. Atau kadang-kadang saya suka nemu tulisan, “Video ini tidak tersedia di negara Anda” saat membuka video di Youtube.

Di saat-saat seperti itulah kita bisa dapat manfaat yang begitu melimpah dari Virtual Private Network atau VPN. Nggak cuma soal Internet Positif dan video yang nggak bisa diakses doang sih, saat numpang pakai Wi-Fi umum pun baiknya kita pakai VPN, biar jaringan kita lebih aman dari peretasan data. Saya sendiri nggak pernah pakai VPN buat buka situs yang macam-macam kok, sumpah!

Tapi sekarang banyak ‘kan tuh penyedia VPN gratisan. Pertanyaannya, apa VPN gratis itu sepadan buat kita pakai? Apa mereka benar-benar bisa kasih kita keamanan saat berselancar di dunia maya?

Sedikit pro dan kontra mengenai VPN gratis

penyedia vpn
via dribble.com

Itu bergantung kepada siapa kamu mengajukan pertanyaan.

Joe Carson, ilmuwan dari Thycotic, sebuah perusahaan penyedia jasa keamanan informasi yang berbasis di Washingtos, Amerika Serikat, beropini kalau keamanan VPN itu bergantung pada perusahaan penyedianya.

“Lebih baik gunakan VPN daripada tidak sama sekali,” katanya. Tapi yang perlu diingat, saat kamu coba-coba pakai VPN yang baru kamu dengar namanya, kamu harus memeriksa informasi tentang perusahaan pembuatnya. Itu termasuk dari negara mana perusahaan pembuat VPN itu berasal, tambah Carson.

Tapi Ryan O’Leary, Wakil Presiden dari Threat Research Center, sebuah tim yang tergabung dalam WhiteHat Security di California, Amerika Serikat, punya pandangan yang lebih skeptis.

“Tidak ada VPN yang benar-benar aman, terutama yang gratis. Semakin rendah ongkos pembuatan aplikasi, semakin besar risiko keamanan yang dipunyainya,” kata O’Leary.

Setiap pengembang aplikasi pasti butuh pemasukan. Tapi dalam kasus aplikasi VPN, kita nggak benar-benar tahu dari mana pemasukan mereka.

“Kemungkinan terbaiknya, mereka memanfaatkan iklan untuk mendapat pemasukan. Kemungkinan terburuknya, mereka menjual informasi pribadi Anda,” terang O’Leary.

Jadi, buat menyingkat pendapatnya O’Leary: di dunia ini nggak ada yang benar-benar gratis.

Lantas apakah VPN gratis tetap aman untuk kamu pakai?

vpn gratis
via restoreprivacy.com

Udah jadi rahasia umum kalau VPN versi gratis biasanya punya keterbatasan, seperti nggak bisa memilih server yang kita inginkan, atau kuota dan kecepatan jaringan yang terbatas. Bahkan, sama kayak keterangan dari O’Leary, katanya pengawasan keamanan terhadap pengguna VPN gratis juga dibatasi.

Tapi sebenarnya, mau itu berbayar atau nggak, VPN bukanlah dewa penolong yang bisa bikin kamu seratus persen anonim di internet. Bahkan meski kamu menggabungkan VPN dengan browser Tor yang biasa digunakan untuk mengakses deep web, kamu tetap nggak benar-benar tersembunyi di internet.

Faktanya seperti yang diungkap Edward Snowden, mantan anggota CIA, tiap penyedia VPN memiliki alat untuk mengontrol privasi pengguna mereka. Fitur-fitur tersebut dengan mudah dapat  diapakai untuk mengakses data pribadi kamu secara langsung. Meskipun, hal ini diklaim cuma digunakan untuk saat-saat genting, seperti saat pengguna melakukan tindakan kriminal.

Tapi itu bukan berarti nggak ada satu pun penyedia VPN yang bisa dipercaya. Ada juga beberapa penyedia VPN yang terbukti berkomitmen untuk menjaga privasi setiap penggunanya. Yang pasti saran saya, mulai dari sekarang hindari menggunakan VPN versi gratisan. Apalagi jika kamu sering bertransaksi lewat online. Nggak mau ‘kan data kartu kredit kamu dicuri oleh oknum yang kurang bertanggung jawab?

Kecuali… kecuali kalau kamu yakin betul VPN gratis yang kamu pakai memang bisa dipercaya. Jika kamu masih mau memakai VPN gratis, minimalnya periksa dulu reputasi perusahaan yang membuatnya. Kamu juga layak curiga bila aplikasi VPN meminta izin buat mengakses SMS atau kontak kamu. Buat apa juga mereka minta akses untuk hal-hal itu?

VPN terbaik dan pentingnya menggunakan VPN Kill Switch

vpn kill switch
via safervpn.com

Menurut data dari situs bestvpn, VPN terbaik di antaranya adalah ExpressVPN, NordVPN dan PureVPN. Ketiga penyedia jasa ini pastinya punya keunggulan dan kekurangan masing-masing, tinggal disesuaikan dengan kebutuhan kamu. Tapi seenggaknya, mereka udah terbukti memiliki komitmen dalam menjaga data konsumen.

Kalaupun kamu nggak memakai tiga rekomendasi penyedia VPN di atas, minimalnya pilih VPN yang disediakan perusahaan penyedia VPN atau pembuat antivirus yang dipercaya banyak orang.

Dan hal yang harus diperhatikan dalam memilih VPN adalah keberadaan fitur VPN Kill Switch. Fitur ini berguna untuk mematikan seluruh jaringan internet device milik kamu. Kerap kali kita nggak sadar saat terjadi penurunan jaringan pada server VPN. Dan ketika itu terjadi, internet kita akan kembali menggunakan jaringan biasa yang nggak dienkripsi. Kill Switch akan bekerja untuk memutus seluruh akses internet sampai VPN kembali terhubung.

Bijak dalam berinternet jauh lebih penting dibanding mencari mana penyedia VPN yang terbaik. Tapi memakai VPN yang bisa dipercaya juga lebih baik ketimbang nggak memakai VPN.

Terlepas dari apa situs yang biasanya kamu akses dengan memakai VPN, heheheh.

- Advertisement -
Shares 9

Komentar:

Komentar