Baterai Android Mulai Bermasalah? Itu Berarti Sudah Waktunya Kalibrasi Baterai

Apa baterai gadgetmu sudah dikalibrasi?

:

Baterai masih 15 persen tapi ponsel kamu langsung mati dan minta diisi ulang baterainya? Atau jangan-jangan ponsel kamu nggak bisa di-charge sampai full 100 persen? Nampaknya kamu harus segera melakukan kalibrasi baterai deh supaya masalah di atas bisa diminimalisir. Bukan diselesaikan lho ya, tapi diminimalisir. Karena nggak serta-merta habis dikalibrasi, baterai ponsel kamu langsung sembuh total. Faktor-faktor yang memengaruhi beterai ponsel kamu jadi menyebalkan itu ada beberapa; entah itu kondisi baterai, umur baterai, atau keaslian baterai.

via PCMag.com

Sebelum membahas caranya, kamu harus tahu dulu kalibrasi baterai itu apa.

Buat yang belum tahu, Android mempunyai fitur bernama Battery Stats yang bisa memberi tahu kita apakah kapasitas baterai sudah terisi atau kosong. Masalahnya kadang data yang ditampilkan itu nggak sesuai sama kenyataannya. Contohnya indikator baterai masih 15 persen tapi gawai sudah mati kehabisan baterai.

Nah perlu kamu ketahui kalau kalibrasi baterai ini hanya istilah. Bukan baterainya yang benar-benar dikalibrasi, melainkan sistem Battery Statsnya yang disesuaikan dengan isi baterai sehingga indikator menunjukkan data yang tepat.

Sekarang sudah jelas ‘kan? Kalau gitu langsung dimulai saja ya cara-cara kalibrasi baterai seperti apa. Ada dua cara kalibrasi, yaitu tanpa root dan dengan root.

No root

via MakeUseOf

1. Gunakan ponsel secara normal sampai mati kehabisan baterai.

2. Nyalakan lagi sampai mati dengan sendirinya untuk memastikan bahwa baterai benar-benar habis.


3. Charge ponsel dalam keadaan mati sampai 100 persen terisi, lalu cabut kabel charger kalau sudah full.

4. Nyalakan ponsel dan cek apakah indikator baterai menunjukkan angka 100 persen. Kalau belum charge lagi dalam keadaan nyala sampai indikator menunjukkan 100 persen.

5. Cabut kabel charger dan restart ponselmu. Pastikan indikator tetap menunjukkan 100 persen setelah ponsel dinyalakan ulang. Kalau belum, colokkan lagi kabel charger.

6. Ulangi terus sampai indikator menunjukkan angka 100 persen. Kalau sudah berkali-kali tetap nggak bisa 100 persen, kemungkinan ada masalah di baterainya. Tapi dalam kasus ini, biarkan saja dulu sementoknya. Misal setelah dinyalakan ulang, baterai ponsel stabil di angka 96 persen, maka anggap saja itu adalah kondisi terpenuh bateraimu.

7. Setelah itu gunakan seperti biasa, pemakaian normal, sampai ponsel mati sendiri kehabisan baterai.

8. Charge ponsel sampai penuh dan jangan digunakan untuk apa pun. Kalau sudah penuh, gunakan seperti biasa. Proses kalibrasi telah selesai dilakukan.

Yang perlu kamu ingat, langkah ini jangan dilakukan terlalu sering, maksimal cukup tiga bulan sekali atau ketika masalah itu terjadi lagi. Karena sebenarnya menggunakan gadget sampai mati kehabisan baterai itu dapat merusak baterainya sendiri.

Root

via MakeUseOf

Untuk caranya sendiri hampir sama, namun ada tambahan aplikasi yang digunakan pada langkah ini.

1. Gunakan ponsel secara normal sampai mati kehabisan baterai.

2. Nyalakan lagi sampai mati dengan sendirinya untuk memastikan bahwa baterai benar-benar habis.

3. Charge ponsel dalam keadaan mati sampai baterainya terisi 100 persen, lalu cabut kabel charger kalau baterai sudah full.

4. Nyalakan ponsel dan cek apakah indikator baterai menunjukkan angka 100 persen. Kalau belum, charge lagi dalam keadaan nyala sampai indikator menunjukkan 100 persen.

5. Cabut kabel charger dan restart ponselmu. Pastikan indikator tetap menunjukkan 100 persen setelah dinyalakan ulang. Kalau belum, colokkan lagi kabel charger.

6. Ulangi terus sampai indikator menunjukkan angka 100 persen. Kalau sudah berkali-kali tetap nggak bisa 100 persen, kemungkinan ada masalah di baterainya. Tapi dalam kasus ini, biarkan saja dulu sementoknya. Misal setelah dinyalakan ulang, baterai ponsel stabil di angka 96 persen, maka anggap saja itu adalah kondisi terpenuh bateraimu.

7. Install aplikasi Battery Calibration dan sebelum membuka aplikasi tersebut, pastikan baterai masih 100 persen. Setelah itu restart ponselmu.

8. Langsung buka aplikasi tersebut dan kalibrasi ulang baterai ponselmu.

9. Setelah dikalibrasi, gunakan secara normal sampai ponsel mati kehabisan daya.

10. Charge ponsel sampai penuh dan jangan digunakan untuk apa pun. Kalau sudah penuh, gunakan seperti biasa. Proses kalibrasi telah selesai dilakukan.

Untuk proses kalibrasi ini sendiri ada mitos yang menyebutkan bahwa kamu tinggal menghapus file batterystats.bin untuk melakukan kalibrasi. Padahal file itu hanya berfungsi untuk menyimpan data mengenai proses apa saja yang menggunakan baterai ketika baterai ponsel tidak diisi ulang.

Selain itu file ini akan di-reset setiap kali baterai dicharge lebih dari 80 persen. File ini juga mengandung info seputar pemakaian baterai pada ponsel per siklus charge. Jadi menghapus file ini tidak serta merta membuat baterai otomatis telah terkalibrasi.

Oh iya, kalibrasi baterai ini juga bisa kamu lakukan pada ponsel baru lho! Caranya hampir sama kok. Langkah pertama, setelah dikeluarkan dari dusnya langsung habiskan saja baterai di ponsel baru sampai mati. Setelah itu ikuti langkah selanjutnya di bagian no root. Kalau bisa sih setiap beli ponsel baru, langsung kalibrasi ya. Supaya indikator yang ditampilkan sesuai dengan isi baterai.

Nah, sekarang sudah tahu kan caranya kalibrasi. Kalau di antara kalian ada yang punya cara lain untuk kalibrasi, bisa dituliskan di kolom komentar.

Komentar:

Komentar