Bagaimana Cara Menjawab Pertanyaan Soal Gaji Pada Saat Wawancara Kerja? Cari Tahu Di Sini

Nggak penasaran nih? Yuk dilihat

:

Saat dihadapkan dengan pertanyaan seputar gaji ketika wawancara kerja, biasanya jawaban apa yang kamu lontarkan? Karena pertanyaan seperti ini sering sekali ditanyakan ketika wawancara rekrutmen, jadi nggak ada salahnya kalau kamu harus mempersiapkan diri untuk menjawab pertanyaan yang bisa dibilang tricky ini.

Biar nggak salah jawab, coba perhatikan apa saja yang bisa kamu persiapkan.

1. Cari tahu di situs crowdsource

via evolllution.com

Sebelum menyebutkan berapa nominal gaji yang kamu inginkan, cobalah cari tahu berapa rata-rata gaji yang diberikan oleh perusahaan tersebut di situs crowdsource seperti Glassdoor atau Qerja. Di situs tersebut kamu bisa melihat berapa rata-rata besaran gaji pada tiap-tiap posisi. Yah, memang nggak semua bisa kamu temukan di sini. Kalau info gaji di perusahaan yang kamu incar tidak ada, cari posisi yang sama di beberapa perusahaan yang sejenis.

2. Jangan pernah menyebutkan terlebih dahulu

via middlemarketcenter.org

Saat pihak pewawancara menanyakan pertanyaan seperti berapa gaji yang diharapkan, perlu kamu ingat kalau itu adalah salah satu cara untuk melihat nilai kerjamu di tempat tersebut. Menurut David Carlson, author dari Hustle Away Debt, mendiskusikan masalah gaji selalu menguntungkan pihak pewawancara karena seharusnya mereka yang lebih tahu berapa gaji yang dapat mereka berikan berdasarkan pertimbangan pengalaman dan keahlian pelamar.

Menurut Carlson, kamu dapat menjawab dengan sopan bahwa kamu lebih suka menunggu berapa tawaran gaji yang dapat diberikan oleh perusahaan untuk posisi yang kamu lamar dengan keahlian yang kamu miliki.

3. Gunakan “Briefcase Technique”

via maxwellscottbags.com

Author dan entrepreneur bernama Ramit Sethi merekomendasikan teknik ini untuk menjawab pertanyaan seputar gaji. Bagaimana cara kerja teknik ini? Pada saat pewawancara menanyakan gaji yang kamu harapkan, jawablah dengan “Oh, sebelum kita membahas hal tersebut, ada beberapa hal yang ingin saya tunjukkan.”

Setelah itu keluarkan dokumen sebanyak 1-5 halaman dari tasmu mengenai beberapa permasalahan yang kamu temukan pada bisnis mereka, hal apa saja yang dapat ditingkatkan, dan bagaimana cara melakukannya. Dengan menggunakan teknik ini, kamu sudah tahu apa yang harus dikerjakan ketika nanti diterima. Selain itu, hal ini juga dapat mengetahui keahlian dan etika kerja secara langsung, tidak hanya dengan kata-kata.


 

4. Naikkan tawaranmu

via jobberman.com

Kalau pihak pewawancara bersikeras menanyakan gaji yang kamu harapkan berkali-kali, sebutkan angka terbesar dari range gaji yang mereka berikan. Hal ini bisa kamu lakukan jika mereka mencantumkan range gaji di situs pencari. Misal, mereka menawarkan Rp 2 – 2,5 juta, jadi katakan saja kalau kamu mengharapkan gaji Rp 2,5 juta.

Lalu bagaimana kalau mereka tidak mencantumkan range gaji? Kembali ke poin nomor satu, cari tahu rata-rata gaji untuk posisi yang kamu lamar, sesuaikan dengan keahlianmu, dan ambil angka tertinggi. Karena menurut penelitian yang dilakukan oleh Clarke University, kebanyakan perusahaan dapat mengalokasikan 15% sampai 20% lebih banyak dari apa yang mereka tawarkan sebelumnya. Setelah itu katakanlah kalau kamu masih bisa bernegosiasi menyesuaikan tawaran dari mereka.

Nah, 4 hal yang dilansir dari Mentalfloss ini bisa kamu lakukan ketika mendapat pertanyaan seputar gaji pada saat wawancara kerja. Ada yang punya tips lain? Kamu bisa menulisnya di kolom komentar.

Komentar:

Komentar