4 Hal yang Kudu Segera Dilakukan jika Teman Kamu Punya Pacar Brengsek

"Semua cowok itu sama aja, mereka sama-sama ..."

:

Kamu tentu bakal ikut bahagia kalau sahabat kamu punya pacar baru. Apalagi jika sahabat kamu itu kelihatan berbunga-bunga banget, kayak baru menang undian ratusan juta dari M-Tronik, kamu pasti ikutan mendukung hubungan mereka. Sekalipun kamu sendiri masih jomblo, mau nggak mau kamu pasti ikutan bahagia (pengalaman membuktikan!).

Tapi makin ke sini, kamu menyadari ada yang nggak beres sama pacar sahabat kamu itu. Ternyata dia cuma cowok/cewek berengsek yang cepat atau lambat bakal membuat kehidupan sahabat kamu bagaikan neraka dunia. Mau saya kasih contoh sifat-sifat yang bikin seorang pasangan layak disebut berengsek?

1. Dikit-dikit melakukan KDRT

2. Hobi memanipulasi. Ibarat kata, berbohong itu udah kayak sarapan sehari-hari buat dia

3. Rajin selingkuh, seakan-akan dia nggak bisa menjalani hidup tanpa selingkuh

4. Suka merendahkan pasangan.

Kalau sudah begitu, apa yang baiknya kamu lakukan sebagai sahabat? Jangan buru-buru dinasehati. Nggak banyak lho orang yang suka jika mereka diceramahi secara langsung. Tapi bukan berarti kamu harus diam membisu terus. Daripada diam berpangku tangan, coba deh kamu lakukan 4 hal ini.


1. Tanyakan pendapat sahabat kamu tentang pacarnya

via womansday.com

Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah menanyakan pendapat sahabat kamu. Bagaimana menurutnya sikap si pacar? Apakah dia merasa nggak ada yang salah dengan hubungan mereka? Apa dia bahagia?

Sebagai sahabat, sudah seharusnya dia terbuka sama kamu. Kecuali kalau kamu merasa kalian sahabatan, tapi dianya sendiri nggak merasa begitu. Kasihan banget deh kamu, nggak dianggap sama sahabat sendiri!

Oke, oke, saya cuma bercanda. Karena kalian sahabatan, dia pasti bakal menjawab kalau kamu tanya. Yang jadi persoalannya, apa dia menjawab jujur atau nggak. Coba deh kamu perhatikan jawabannya. Kalau dia cuma menyebutkan sisi baik dari pacar berengseknya itu, kemungkinan besar dia nggak tahu kalau sebenarnya pacarnya berengsek.

2. Buat dia sadar!

via cerebrallemon.com

Seperti kata pepatah yang udah populer sejak Base Jam pertama kali menyanyikan tembang Aku Bukan Pujangga, cinta itu buta, wahai saudara-saudara.

Nah, apa sahabat kamu juga dibuat blind oleh love? Kalau iya, dia mungkin menganggap sikap tak senonoh si pacar selama ini disebabkan oleh khilaf semata. Iya, ada lho orang yang menganggap sikap abusif sebagai bentuk perhatian dan kasih sayang. Semua itu karena, saya ingatkan sekali lagi, cinta itu kadang-kadang membutakan mata dan logika.

Coba deh kasih contoh kasus yang terjadi pada pasangan lain dan lihat tanggapannya. Keteguhan hatinya mungkin bakal sedikit goyah karena dia juga melihat hal yang sama dalam hubungannya.

Ngomong-ngomong, maaf kalau ada sempilan kata-kata berbahasa Inggris di atas. Saya lagi belajar buat mencampur aduk Bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Biar gaya dikit.

3. Yakinkan bahwa ia pun berhak untuk bahagia

via huffingtonpost.com

Sub judul di atas agak-agak berbau puitis ya? Kayak lagu pop yang liriknya cengeng gitu.

Okay, sekarang kita balik lagi ke pembahasan. Nggak sedikit dari mereka yang nggak mau lepas dari pasangan (yang aslinya brengsek) cuma karena percaya bahwa pasangan mereka lambat laun akan berubah. Inikah yang terjadi juga pada sahabat kamu?

Kalau dia percaya pacarnya akan berubah, coba tanyakan berapa lama dia bakal menunggu? Kalau sudah lebih dari tiga bulan dan nggak ada perubahan apa pun, itu mungkin tandanya si pacar memang nggak berniat untuk berubah jadi lebih baik. Kenapa harus tiga bulan? Karyawan baru aja biasanya dikasih masa probation tiga bulan ‘kan?

Jika kamu membiarkan sahabat kamu terus bersama si pacar berengsek, itu hanya akan bikin si pacar berengsek itu besar kepala. Sahabat kamu akan terus setia dan memaafkannya meskipun dia melakukan kesalahan yang sama.

Untuk itu, yakinkan sahabat kamu bahwa, sama seperti orang lain, ia pun berhak untuk bahagia dengan cara lepas dari bayang-bayang pacarnya yang berengsek itu. Katakan ke sahabat kamu itu, masih banyak ikan di laut, masih ada orang yang jauh lebih baik dan pasti bisa menghargainya.

4. Siapkan diri kamu jika sewaktu-waktu…

via studentskizivot.com

Setelah kamu menasehatinya tapi sahabat kamu itu enggan mendengarkan, kamu perlu menyiapkan diri untuk dua hal. Pertama, siapkan diri kalau-kalau hubungan kamu dengan sahabat kamu merenggang. Kenapa? Ketika sahabat kamu lebih memilih untuk mempertahankan hubungannya, sementara kamu ingin mereka putus, hubungan kamu dengannya pasti akan merenggang. Bahkan bisa saja ia menganggapmu cuma iri hati.

Kedua, kamu harus bersiap mendengarkan curhatan patah hati dari sahabat kamu. Saat kamu berhasil membuatnya sadar akan sikap berengsek pacarnya, mereka pasti akan segera putus. Dan setelah itulah kamu harus menyiapkan diri mendengar segala tumpahan keluh kesahnya (sekaligus menghiburnya).

Sifat asli seseorang itu siapa yang tahu. Dan itu gunanya mengenal pasangan di masa pacaran bukan? Tapi yaah, jika pasangan kamu ternyata nggak lebih dari orang berengsek, buat apa mempertahankan hubungan dengan dia.

Komentar:

Komentar