5 Tips Ini Bisa Kamu Terapkan Saat Menjual Barang Apa Saja Kepada Siapa Saja

Seperti apa tipsnya? Lihat di sini

Buat kamu yang membaca artikel ini, apakah kamu termasuk orang yang pernah berjualan, sedang berjualan, atau belum pernah sama sekali? Buat kamu yang belum pernah berjualan, kira-kira apa yang membuat kamu belum memulai untuk berjualan? Bingung apa yang mau dijual, tidak tahu harus jualan ke mana, galau menjual ke siapa, atau malah ketiganya?

Sebenarnya berjualan itu nggak serumit yang kamu bayangkan, lho! Kamu pasti pernah tahu ada siswa SD atau bahkan ibu rumah tangga yang sudah mendapatkan keuntungan dari berjualan barang. Kamu juga bisa kok, coba deh baca 5 tips ini.

1. Mulai dari dirimu sendiri

via ecommerceweekly.com

Jangan terburu-buru ingin menjual barang atau jasa terlebih dahulu, karena kalau calon pembeli tidak menyukaimu, apa pun yang akan kamu tawarkan tidak akan menarik minat mereka. Pastikan kamu mempersiapkan diri sendiri dan latih cara penyampaian kepada calon pembeli dengan mengetahui secara pasti produk apa yang akan kamu jual, entah itu berjualan langsung tatap muka atau lewat media sosial. Perkenalkan dirimu supaya calon pembeli tertarik denganmu lebih dulu sebelum tertarik dengan produkmu.

2. Cari tahu masalah pembeli

via moewius.de

Penjual yang baik bukan orang yang selalu menceritakan keunggulan produk mereka, tetapi mereka yang mau mendengar dari awal sampai akhir permasalahan dari calon pelanggan sebelum menawarkan produk yang sesuai dengan masalah mereka. Layani pertanyaan pelanggan dengan antusias dan berikan solusi berupa produk yang sekiranya dapat menyelesaikan masalah mereka. Tapi ingat, jangan pernah mengobral janji palsu.

3. Tahu persona pembeli

via truthmedia.gr

Selain mengetahui secara pasti produk apa yang kamu jual, kamu juga harus tahu ingin menjualnya ke siapa. Kalau kamu ingin menjual smartphone seharga Rp 10 juta, jangan menjualnya ke orang yang budget-nya hanya Rp 2 juta. Kesalahan yang umum dilakukan adalah mereka menawarkan barang yang akan mereka jual ke setiap orang. Jadi, pastikan calon pembelimu adalah mereka yang memang membutuhkan dan mampu membelinya. Jangan samakan persona calon pembeli barang A dengan barang B, tapi sesuaikan berdasarkan karakteristik barang tersebut.

4. Cari tahu apa yang membuat mereka tidak tertarik dan perbaiki

via phoenixnewtimes.com

Kamu bisa menanyakan kepada pembelimu apa yang membuat mereka tidak mau membeli produkmu. Apakah harganya yang terlalu mahal, kualitas barang yang tidak sesuai dengan harga, atau pelayanan yang mengecewakan. Kamu dapat mengetahuinya secara tidak langsung, misal, apabila mereka tetap tidak mau membeli setelah kamu tawarkan diskon dan gratis ongkir, berarti permasalahan bukan pada harga, bisa jadi dari caramu berinteraksi dengan mereka atau kualitas barang yang kamu jual meragukan.

 

5. Do it!

via theodysseyonline.com

Kalau kamu terlalu banyak memikirkan ingin menjual apa kemana dan tidak segera dieksekusi, 4 poin di atas tidak akan berarti. Mulailah dengan apa yang kamu miliki saat ini. Dengan begitu, kamu bakal mendapat banyak insight ketika bisnismu sudah berjalan, tahu apa yang salah dan tahu apa yang sudah benar. Rugi di awal memang wajar sebagai pembelajaran, karena yang namanya bisnis tidak ada yang selalu untung. Bagaimana kamu mengubah kerugian itu menjadi keuntungan, itulah yang kamu butuhkan.

Jadi, kunci dari 5 poin di atas adalah langsung praktekkan, langsung berjualan, dan langsung eksekusi. Percayalah, tiap produk pasti ada pasarnya, tinggal kamu mulai. Nah, tunggu apa lagi?

Komentar:

Komentar