4 Keuntungan Dan Kekurangan Menjadi Freelancer, Yang Punya Minat Wajib Tahu

Yang berminat jadi freelancer wajib baca

:

Orang-orang yang baru lulus kuliah pasti punya keresahan atas karier mereka kelak. Salah satu keresahan yang paling sering ditemui  mungkin menyangkut dua pilihan ini: menjadi pekerja tetap atau pekerja lepas. Tentunya kedua pilihan tersebut punya kelebihan dan kekurangan bagi masing-masing orang. Tapi jika orang itu adalah pribadi yang tidak suka terikat oleh sistem dan lebih menyukai kebebasan, pasti dia bakal memilih menjadi pekerja lepas alias freelancer. Apa kamu juga punya pemikiran yang sama?

Nah, kalau kamu berminat meniti karier sebagai freelancer, ada baiknya kamu mengetahui kelebihan dan kekurangannya. Yuk langsung kita tengok.

Sisi positifnya

via techjuice.pk

1. Bebas menentukan kapan dan di mana kamu bekerja

Sebagai pekerja lepas kamu bisa menyesuaikan pekerjaan dengan waktu produktif kamu. Misalnya kamu lebih nyaman bekerja di pagi hari atau larut malam ketika suasana di sekitar terasa tenang. Dengan cara ini kamu bisa memanfaatkan waktu dan mencurahkan kemampuan kamu dengan efisien. Keleluasaan yang dimiliki oleh freelancer juga memungkinkan mereka untuk menyisihkan waktu luang bersama keluarga atau menjalani kegiatan lainnya.

Dengan bekerja di rumah, kamu gak perlu menghabiskan ongkos transportasi seperti pegawai kantoran yang hilir-mudik setiap hari. Tapi jika terus berada di rumah siapa pun pasti merasa bosan ‘kan? Untungnya freelancer punya kebebasan untuk memilih tempat kerja sesuai keinginan; kafe, taman, atau perpustakaan. Tapi kalau kamu punya jiwa petualang yang kuat, kamu juga bisa bekerja sambil traveling ke mana pun tujuannya asalkan sanggup memenuhi deadline.

2. Bisa menentukan sendiri kapan saatnya liburan

Freelancer bebas memutuskan kapan untuk mengambil proyek kerja lepas. Oleh karena itu mereka pun leluasa untuk menentukan kapan saatnya liburan. Jika tiga atau empat proyek sudah dijalani secara beruntun dan kamu merasa ingin menyegarkan otak, kamu bisa menunda pencarian proyek selanjutnya. Freelancer pun butuh liburan yang berkualitas.

3. Perkembangan karier tergantung skill…

Sebagai pekerja lepas, kemajuan karier tidak sejelas jika dibandingkan dengan karyawan tetap. Toh, tidak ada bos yang menawarkan promosi atau kenaikan gaji atas prestasi kerjanya. Namun itu tidak berarti karier pekerja lepas tidak dapat berkembang.


Ya, sebagai freelancer, kamulah yang memasarkan diri kamu dan menetapkan tarif berdasarkan keterampilan yang dimiliki. Jika kamu merasa kualitas pekerjaan kamu semakin meningkat, kamu berhak untuk menaikkan tarif dan “naik jabatan”.

4. Menentukan penghasilan sendiri

Penghasilan freelancer ditentukan oleh seberapa sering mereka mengambil proyek, berapa banyak klien yang mereka punya, dan tarif yang telah mereka tentukan sebelumnya. Jika seorang freelancer sedang memerlukan uang untuk membeli mobil baru, dia bisa mengambil beberapa proyek sekaligus dan menambah jam kerjanya. Tapi kalau misalkan freelancer itu telah bekerja berbulan-bulan dan tidak butuh uang tambahan, tentunya lebih baik membebaskan diri dari pekerjaan, bukan?

Jangan cuma baca kelebihannya, pikirkan juga kekurangannya

via patrickneve.com

1. Penghasilan yang tidak menentu

Pendapatan freelancer bergantung pada jumlah proyek yang dikerjakan. Jika berhasil mendapatkan klien dengan proyek yang teratur dan konsisten, penghasilan seorang freelancer akan lebih terjamin. Namun faktanya tidak semua pekerja lepas seberuntung itu. Tidak sedikit pula freelancer yang masih kerepotan mencari klien, terutama di awal karier mereka. Jikalau sedang tidak ada proyek yang bisa dikerjakan, terpaksa mereka harus gigit jari dan menggunakan uang tabungan untuk keperluan sehari-hari.

2. Fleksibilitas bisa menjadi bumerang

Bisa dibilang keseharian para freelancer tidak terstruktur. Mereka melakukan dan mengatur pekerjaannya atas kehendak sendiri tanpa ada yang mengawasi. Hal ini justru bisa jadi bumerang dan merusak kualitas kerja mereka. Contohnya seorang freelancer punya tenggat proyek jam 7 malam, tapi dia merasa tidak ingin bekerja di pagi atau siang hari dan merasa mampu mengerjakannya tiga jam sebelum deadline. Dengan menunda pekerjaan seperti ini resiko berkurangnya kualitas hasil kerja akan semakin tinggi. Apalagi jika ada sesuatu tak terduga terjadi, seperti pemadaman listrik misalnya.

Dengan kata lain, menjadi freelancer bukan hanya tentang membuat jadwal kerja yang tepat, tapi juga menaatinya supaya tidak tersesat.

3. Sering dicap sebagai pengangguran

Kerja di rumah itu beda-beda tipis dengan diam di rumah. Makanya gak heran kalau freelancer terkadang dianggap tidak memiliki pekerjaan, bahkan oleh orang-orang terdekat sekalipun. Pekerja lepas lebih sering menyendiri ketika bekerja dan orang lain belum tentu tahu apa yang sedang dia kerjakan. Bisa saja freelancer yang sedang bekerja di depan komputer disangka sedang menonton film atau sekedar browsing. Nah, bersikap terbuka dengan pekerjaan akan membantu orang lain memahami situasi kamu sebagai freelancer.

4. Kesepian

Fleksibilitas yang dimiliki freelancer juga bisa berimbas terhadap lingkungan sosial yang lebih sempit, terutama bagi mereka yang memilih bekerja sendiri di rumah. Perasaan kesepian dan terasingkan menjadi sesuatu yang harus dihadapi oleh para freelancer pemula. Mungkin di awal karier, kamu merasa bersemangat bekerja sendirian secara fleksibel. Tapi lama kelamaan hal itu bisa menjadi sesuatu yang membosankan atau bahkan menyiksa.

Untuk mengatasi masalah ini, kamu bisa mencoba mengerjakan proyek di kantor klien kamu, atau mencari ruang kerja bersama terdekat di kota kamu dan berbaur dengan teman-teman freelance lainnya. Pengalaman freelance kamu bakal lebih menyenangkan jika kamu punya teman diskusi atau sekedar mengobrol, bukan?

Berminat jadi pekerja lepas? Atau kamu punya kisah suka-duka jadi freelancer yang mau dibagi?

2 Shares

Komentar:

Komentar