Kayak Gini Nih Susahnya Nerjemahin Serial Buku Harry Potter!


:

Siapa bilang kalau sudah bisa lebih dari satu bahasa itu bikin orang gampang menerjemahin apapun? Ternyata banyak banget yang harus dipikirin lho saat kamu nerjemahin sesuatu: seperti makna kata yang bisa lebih dari satu, istilah-istilah aneh yang dibikin penulisnya, majas, peribahasa, cara supaya bikin bahasanya nggak kaku, dan lain-lain. Hal ini bisa dilihat dari proses penerjemahan serial buku Harry Potter karya J.K. Rowling.

somebookishthings.com - harrypotterseries
Harry Potter Series via somebookishthings.com

Katanya, serial buku yang sangat populer ini (lebih dari 400 juta buku sudah terjual di seluruh dunia!) sudah diterjemahkan ke lebih dari 60 bahasa lho! Dan ternyata katanya susah banget lho nerjemahin serial buku yang satu ini. Kenapa? Yuk simak!

1. Banyak Permainan Kata Yang Sulit

Ternyata banyak permainan kata yang digunakan oleh J.K. Rowling. Kamu tahu kalau nama Diagon Alley dan Knockturn Alley adalah permainan kata? “Diagon Alley” itu dari kata “diagonally” (diagonal) dan Knockturn Alley itu dari kata “nocturnally” (nokturnal).

tumblr.com - diagon alley - diagonally
Diagon Alley – Diagonally via tumblr.com

Masih banyak contoh lainnya di serial buku ini contohnya seperti rangkaian mantra sihir yang punya dasar bahasa Latin (seperti mantra “wingardium leviosa,” kata “wingardium” itu punya kata “wing” didalamnya yang artinya “sayap” dan “leviosa” itu dari kata “levitate” yang artinya “levitasi” atau “gerakan terangkat” ) dan masih banyak lainnya.

tumblr.com - leviosa
“it’s ‘Leviosa’ not ‘Leviosar.'” via tumblr.com

Selain itu…

2. Ada Kata-Kata Yang Dibuat (Alias Nggak Ada Di Kamus)

tumblr.com - golden snitch
Golden Snitch via tumblr.com

Coba gimana kamu mau nerjemahin Quidditch? Nyari-nyari di kamus manapun juga nggak ada, kan? Permainan yang dibuat ini berasal dari nama bolanya yaitu “Quaffle”, “Bludger”, dan “Snitch.” Di bahasa tertentu, bola dan permainannya tetap sama istilahnya tetapi ada beberapa bahasa yang mengganti total istilah “Quidditch,” misalnya di bahasa Norwegia istilah permainan ini jadi “Rumpeldunk.” Jauh banget ya…

3. Majas Allusion (Sindiran yang Merupakan Referensi Ke Sesuatu)

tumblr.com - snape
Severus Snape via tumblr.com

Contoh paling gampang tentang majas allusion itu bisa dilihat dari nama Severus Snape. Kalau dilihat oleh orang yang bahasa aslinya Inggris bakal langsung ngerti kenapa Snape itu namanya Severus Snape. Nama “Severus” itu diambil dari kata “severe” (kejam/keras) dan “Snape” itu mirip dengan kata “snake” (ular). Ya pantesan aja dia orangnya digambarkan keras dan kejam ya. Di bahasa tertentu, seperti Spanyol, nama dia diubah dari “Snape” ke “Piton” supaya maknanya tetep sama tapi keindahan pengulangan huruf awalnya jadi ilang deh. Masih banyak contoh lainnya di serial buku ini seperti rangkaian mantra sihir yang punya dasar bahasa latin, hewan mitologi dari Yunani, dan lainnya.


4. Referensi Ke Budaya Orang British

Hagrid via tumblr.com.gif
Hagrid via tumblr.com

Karena J.K. Rowling itu orang British makanya banyak unsur-unsur budaya British di serial buku ini. Misalnya makanan British seperti “Bacon” dan logat West Country (semacam logat orang pedesaan) yang digunakan Hagrid itu kadang harus diganti sama penerjemah supaya sesuai dengan budayanya masing-masing. Jadi, kalau di Arab Saudi “Bacon” diganti jadi “telur” dan dalam Bahasa Jepang logatnya Hagrid itu jadi logat Tohoku yang juga logat pedesaan dari Jepang.

5. Deadline Yang Tega Banget

theodysseyonline.com - McGonagall
McGonagall via theodysseyonline.com

Deadline penyelesaian terjemahan serial ini brutal banget soalnya harus bisa memenuhi permintaan pasar. Buku asli yang diterbitkan adalah buku yang berbahasa Inggris gaya British. Maka yang ditugaskan adalah para penerjemah yang fasih dan mampu menerjemahkan ke dalam bahasanya masing-masing. Karena penerjemah itu harus nunggu buku aslinya selesai untuk nerjemahin, waktunya itu nggak bisa lama-lama karena pembaca udah pada nungguin. Mereka mau nggak mau harus begadang demi menyelesaikan terjemahannya. Haduh kasian banget ya… Contoh yang paling brutal adalah buku ke-5 di serial Harry Potter (Harry Potter dan Orde Phoenix ) yang jumlah asli halamannya itu hampir 900 halaman. Kalau kamu lihat versi Bahasa Indonesia-nya, terjemahannya itu lebih dari 1000 halaman. Kenapa coba? Ini karena penerjemah harus…

6. Bikin Bahasa Terjemahannya Enak Dibaca (Sesuai Dengan Budaya Bahasa Terjemahannya)

The Mirror Of Erised via deliciousreads.com
The Mirror of Erised via deliciousreads.com

Gimana coba bikin bahasa orang lain enak dibaca dalam bahasa sendiri? Contohnya, “The Mirror of Erised” yaitu cermin yang menunjukkan hasrat seseorang saat melihatnya itu diterjemahkan menjadi Cermin Tarsah dalam Bahasa Indonesia? Kenapa coba? “Erised” itu kebalikan dari “Desire” yang artinya “Hasrat” jadi alhasil dibalikkan jadi “Tarsah.” Terus, kamu tahu nggak kalau di Inggris dan di Amerika ada perbedaan pada istilah tertentu? Yap! Meskipun dua-duanya berbahasa Inggris, di negara Inggris judul pada buku pertama (Harry Potter dan Batu Bertuah) adalah  “Harry Potter and the Philosopher’s Stone” sedangkan di Amerika adalah “Harry Potter and the Sorcerer’s Stone.

Wah, keren ya! Nah, coba bayangin, kamu tuh harus mikirin arti, keindahan bahasanya, dan kecocokan dengan budayanya saat nerjemahin. Karena ini kadang penerjemah harus mikir apakah dia harus tetep nerjemahin katanya supaya maknanya sama persis meskipun keindahan katanya hilang, atau mengganti dengan terjemahan yang mirip dan tetap mempertahankan keindahan meskipun maknanya agak berbeda, atau bahkan mengganti katanya tapi maksudnya tetap sampai. Gimana nggak pusing tujuh keliling, coba? Makanya kalau kamu minta temen kamu yang di jurusan bahasa nerjemahin sesuatu dengan sempurna dengan waktu yang mepet, kamu harus ngerti kalau dia ngeluh ya (curcol, bro hahaha).

via vox.com

Komentar:

Komentar