Sebelum Penemuan Canggih Ada, 5 Hal Aneh Ini Jadi Kebiasaan Sehari-hari Orang Zaman Dulu

Kreativitas manusia diuji saat teknologi dan penemuan belum ditemukan, hasilnya? Epic!

Apa yang disebut aneh dan normal itu sesungguhnya relatif. Apa yang kita sebut kebiasaan aneh di masa sekarang, belum tentu dipandang aneh di zaman dulu; apa yang kita sebut normal di masa sekarang bisa jadi disebut aneh oleh penjelajah waktu dari zaman dulu. Intinya aneh dan normal itu bergantung banget sama budaya dan zaman kita yang kita tinggali.

Tapi yah, nggak ada salahnya jika kita cari tahu bagaimana kehidupan sehari-hari orang di zaman dulu, sebelum hadirnya penemuan modern kayak listrik; gunting kuku; atau sabun mandi. Bagi kamu yang lahir di tahun 1800-an, maafkan jika saya sebut kebiasaan-kebiasaan di bawah ini aneh.

Melansir dari Listverse, ini dia kebiasaan-kebiasaannya.

1. Menggosok gigi tanpa pasta gigi

via the healthyme.com

Sekarang kamu pasti bisa menggosok gigi dengan pasta gigi (baca: odol) yang bahkan sudah tersedia di Alpamart. Namun, mereka yang dulu hidup tanpa pasta gigi dan Alpamart harus memeras kreativitas buat merawat gigi. Nenek moyang kita dulu suka memanfaatkan daun sirih, arang, atau siwak. Gimana dengan orang luar?

Orang-orang dari Tionghoa memilih bulu babi untuk menggosok gigi mereka, sedangkan orang-orang Sudan mengunyah ganja berasa, dan orang Spanyol mencuci mulut dengan urin yang masih segar. Urin siapa yang mereka pakai, kamu tanya? Ya urin mereka masing-masing lah. Moso pakai urin orang lain.

Namun nggak semua memilih cara yang cenderung lebih nyaman seperti di atas. Orang-orang Yunani dan Rumania memilih cara yang lebih ekstrem, yaitu dengan memakai tulang binatang dan cangkang kerang yang sudah dihanducrkan.

Jangan dikira mereka menumbuk tulang dan cangkang kerang hingga lembut. Mereka hanya sekadar menumbuk hingga hancur, lalu menggosokkan bubuk kasar itu ke gigi. Duh, ngilu bayanginnya!

2. Memasukkan katak ke dalam susu

via mnn.com

Kulkas memang penyelamat bangsa. Gimana nggak, kita nggak perlu takut makanan atau minuman jadi rusak dan nggak bisa dikonsumsi. Tinggal masukin ke lemari pendingin, semua bakal jadi lebih awet.

Salah satu bahan yang cepat banget rusak adalah susu, makanya sering kali susu diolah dengan sedemikian rupa biar bisa lebih awet. Tapi gimana kalau tetep pengin bikin susu jadi bertahan lama dan layak konsumsi beberapa bulan ke depan, sedangkan kamu nggak punya kulkas?

Orang-orang Rusia zaman dulu punya cara sendiri untuk membuat susu lebih awet. Caranya? Masukkan katak ke dalam susu! Cara ini memang terdengar aneh sekaligus bikin geli. Tapi ternyata, susu yang dicelupi katak terbukti bisa jadi lebih awet. Itu karena kulit katak mengandung antibiotik peptida yang mencegah bakteri perusak susu.

3. Tongkol jagung sebagai pengganti tisu toilet

via wideopeneats.com

Masalah kebersihan diri meruapkan hal yang sangat penting, terutama kebersihan setelah kita menuntaskan “tugas suci”, atau yang biasa disebut BAB/buang hajat/be’ol.

Tapi kalau saat ini air dan sabun (dan tisu toilet) jadi sahabat terbaik kita setelah, zaman dulu gimana?

Pengganti sabun sih banyak, beda dengan pengganti tisu toilet. Nah, di sini keunikan kembali muncul. Ibarat peribahasa, tak ada rotan akar pun jadi. Karena nggak ada tisu toilet super lembut, orang-orang Amerika dulu memanfaatkan tongkol jagung. Jagung yang sudah dimakan pasti menyisakan tongkolnya, dan itulah yang digunakan untuk menggantikan tisu toilet.

Seiring berjalannya waktu, mereka mulai menggunakan kertas dari majalah sebagai ganti tisu toilet. Ya, kawanku, kertas dari majalah. Jadi kalau ada tokoh kurang beruntung yang mukanya terpampang di majalah, mungkin mukanya akan terkena…

4. Perawatan kuku tanpa gunting kuku

via nypost.com

Siapa nih yang hobi banget ke salon untuk perawatan kuku? Atau kamu laha tim potong kuku sendiri di rumah pakai gunting kuku? Apa pun caranya, berbahagialah kamu yang hidup di zaman modern ini.

Karena gunting kuku baru ditemukan sekitar tahun 1875, maka sebelum itu penduduk dunia punya cara masing-masing untuk mengurus kuku mereka. Orang-orang di Eropa memilih pisau untuk memotong kukunya. Penuh perjuangan banget, mereka harus ekstra waspada biar nggak kena jari tangan.

Beda di Eropa, beda lagi dengan di Tiongkok. Mereka justru membiarkan kuku tumbuh panjang, dan hanya membersihkannya bila mulai kotor. Selain itu, mereka beranggapan semakin panjang kuku, mereka akan semakin dianggap kaya. Logikanya gini: semakin panjang kuku, itu tandanya kamu nggak perlu kerja kasar, dan itu tandanya kamu termasuk golongan terpandang. Beda dengan rakyat jelata yang kukunya pasti terpotong ketika bekerja.

5. Buket bunga kecil pengganti parfum

via rubylane.com

Pada abad pertengahan di Eropa, orang saling memberi buket bunga dalam ukuran kecil. Bukan karena modus mau kenalan. Bukan itu alasannya. Semua ini karena kebiasaan orang-orang Eropa pada zaman dulu dan belum ditemukannya parfum.

Orang-orang Eropa di abad pertengahan jarang sekali melakukan kegiatan yang kita sebut dengan mandi. Malah, nggak sedikit dari mereka yang cuma mandi sebulan sekali. Bau nggak? Ya pasti bau. Makanya mereka sering kali saling memberi buket bunga kecil untuk menyamarkan aroma tak sedap dari tubuh mereka.

Uniknya lagi mereka nggak saling memberi atau memakai buket bunga mini secara sembunyi-sembunyi. Alasan mereka membawa atau menyematkan buket bunga ini pun sudah jadi rahasia umum. Walah!

Jadi, kalau kamu nggak sempat mandi sebelum pergi ke kampus atau kantor, contoh saja kebiasaan mereka.

Hmm… dan satu lagi. Kalau misalnya kamu dapat kemampuan time travel ke masa lalu, jangan lupa bawa sabun yang banyak ya. Mungkin kamu bisa jadi kaya raya tuh.

- Advertisement -
Shares 3

Komentar:

Komentar