Percaya Nggak Percaya, 4 Perilaku Konyol Masyarakat Modern Ini Ternyata Sudah Eksis dari Zaman Dulu

Ternyata zaman belum berubah...

Kehidupan manusia itu sepertinya nggak pernah luput dari berbagai tindakan konyol. Bahkan di zaman yang serba canggih ini saya merasa sering melihat kekonyolan warganet di media sosial. Kita seakan-akan berlomba, saling adu kekonyolan untuk memperoleh perhatian publik. Fenomena ini bikin saya penasaran, apakah orang-orang zaman dulu pernah melakukan hal yang sama seperti yang saya singgung tadi? Mungkin saja pernah, ‘kan?

Cuma bedanya orang zaman dulu nggak pakai teknologi canggih seperti smartphone atau aplikasi Tiktok. Bahkan beberapa tindakan konyol yang kita lakukan di zaman now ternyata bukanlah hal baru. Salah satunya mengacungkan jari tengah.

Seperti yang kamu tahu, mengacungkan jari tengah itu pertanda menghina. Tapi ternyata bukan hanya masyarakat modern saja yang mengacungkan jari tengah buat mengekspresikan kekesalan. Dan kalau mengacungkan jari tengah bisa dianggap sebagai tindakan konyol, berarti manusia sudah melakukan kekonyolan yang sama selama ribuan tahun lamanya. Wow!

Coba simak daftar berikut supaya kamu tahu tindakan konyol apa saja yang bertahan dan masih dilakukan manusia sampai sekarang. Dilansir dari Cracked, yuk langsung saja kita mulai!

1.  Di zaman Victoria, orang-orang sering tersandung karena terlalu memperhatikan gadget-nya

Kaleidoskop; gadget favorit di era Victoria/victorianchildren.org

Nggak bisa dipungkiri lagi, kebanyakan orang zaman sekarang nggak bisa lepas dari smartphone. Kita sering mencampuradukkan persoalan HP dengan kegiatan sehari-hari. Misalnya makan sambil main HP. Begitu pun waktu BAB, nggak afdol rasanya kalau nggak sambil main HP. Saya juga pernah hampir ketabrak mobil akibat terlalu memerhatikan ponsel saat berjalan.

Dan ternyata di zaman Victoria, orang-orang Inggris saat itu pernah melakukan kekonyolan yang sama. Tapi gadget yang bikin seseorang nggak fokus itu bukan ponsel, melainkan kaleidoskop.

Kaleidoskop pertama kali diciptakan oleh Sir David Brewster di tahun 1816. Sama halnya dengan smartphone zaman sekarang, kaleidoskop jadi alat yang wajib dimiliki semua kalangan pada era Victoria. Efek negatif yang ditimbulkan kaleidoskop pun nggak jauh beda. Teknologi tersebut jadi semacam candu yang mengganggu keseharian manusia.

via commons.wikimedia.org

Koran Inggris zaman dulu menganggap kepopuleran kaleidoskop sebagai suatu kegilaan (mania) yang sebelumnya tak pernah terjadi di masyarakat. Saking kecanduan memainkan kaleidoskop, banyak penduduk yang sering menabrak dinding, tersandung, dan bersenggolan dengan pengendara sepeda saat berjalan kaki.

Ibaratnya, pantulan cahaya berwarna-warni di kaleidoskop itu mungkin bisa disamakan dengan video Youtube yang sering bikin kita lupa waktu.

2. Menghina dengan mengacungkan jari tengah sudah ada sejak 2500 tahun silam

via mentalfloss.com

“Dasar kids zaman now!” begitulah reaksi saya saat melihat anak-anak mengacungkan jari tengah tanpa tahu makna di baliknya. Tapi nggak seperti yang saya bayangkan, penggunaan jari tengah ternyata bukan tren yang lahir baru-baru ini. Masyarakat Yunani kunolah yang pertama kali mengenalkan cara menghina dengan mengacungkan jari tengah.

Dokumen tertua yang menyinggung perilaku tersebut adalah naskah drama dari tahun 419 sebelum masehi karangan Aristophanes. Pada masa itu, filsuf Diogenes the Cynic tercatat pernah mengangkat jari tengahnya untuk menunjukkan penghinaan pada politisi Athena. Uniknya, momen bersejarah itu sempat diabadikan dalam sebuah patung.

Patung Diogenes the Cynic yang swag abis!/via adlylenzion.com

Dari segi konteks, jari tengah yang diacungkan mewakili bentuk (maaf) alat vital lelaki, sedangkan sisa jemari yang dilipat mewakili bentuk testis. Lebih spesifik lagi, di masa Romawi Kuno jari tengah diartikan sebagai (maaf, sekalig lagi) penetrasi anal kaum lelaki. Penduduk Romawi Kuno bahkan punya nama khusus untuk jari tengah; digitus impudicus (jari yang kotor atau nista).

Sekarang kamu sadar kenapa banyak orang yang marah saat diberi jari tengah, ‘kan?

Perilaku konyol ini kemudian dibawa oleh imigran Italia ke Amerika Serikat, dan sekarang kita lebih mengenalnya dengan istilah ‘F you.’

3. Upaya mengedit foto biar tampil menawan sudah dilakukan sejak 150 tahun lalu

via cracked.com

Kayaknya mengedit foto sebelum dipajang di laman medsos udah jadi tren orang-orang masa kini. Nggak usah susah-susah mengedit deh. Pakai aplikasi beauty face saja sudah bisa bikin muka kusut terlihat cantik saat difoto. Kamu juga pasti pernah melakukan hal itu ‘kan? Ayo, ngaku saja.

Anyway, upaya memanipulasi foto seperti yang saya sebut tadi ternyata bukan hal baru. Bahkan sebelum era digital, ilmuwan William Henry Fox Talbot sudah menemukan proses manipulasi foto yang disebut calotype di tahun 1841. Proses tersebut menggabungkan beberapa salinan negatif dengan exposure yang berbeda.

via cracked.com

Di tahun 1846, Talbot dan rekannya, Calvert Richard Jones, membuat foto manipulasi pertama yang tercatat dalam sejarah. Di foto tersebut, Talbot menghapus seorang biarawan Malta yang mengganggu komposisi foto grup.

via cracked.com.

Beberapa dekade selanjutnya, foto portrait mulai populer. Tapi jenis foto ini terlalu mengekspos wajah, dan nggak semua orang percaya diri dengan penampilan mereka di dalam foto. Tak heran jika teknik ‘merias wajah’ di foto menjadi populer di kala itu. Caranya yaitu dengan memanipulasi kertas negatif sebelum dicetak. Coba lihat deh hasilnya (foto di atas), nggak jauh beda sama aplikasi beuty face di smartphone kamu, ‘kan?

4. Foto ‘tak senonoh’ selebritas membuat heboh orang-orang sejak abad 18

via artuk.org

Foto atau video tak senonoh artis terkenal yang tersebar ke publik memang selalu mengundang perhatian. Tapi kita nggak membicarakan berita skandal artis terkini yang bisa dengan mudah kita temukan di internet. Kita bahas skandal yang usianya lebih tua, terjadi sekitar 150 tahun lalu.

Selebritas yang saya maksud adalah courtesan (wanita penghibur kalangan elit) asal Inggris, Kitty Fisher. Fisher menjadi terkenal karena terkesan pandai dalam membangun public image. Dia sempat mendekati beberapa orang terkenal di Inggris termasuk artis dan politisi untuk meraih ketenaran. Nggak cuma itu, Fisher juga berhasil mengelabui awak media supaya menulis tentang dirinya.

Alhasil kecantikan dan kehidupan pribadi Fisher sering jadi sorotan majalah Inggris pada masa itu. Dari wanita penghibur biasa, dia menjelma jadi selebritas pujaan lelaki (hidung belang) Inggris.

via pinterest.com

Pada suatu hari, Fisher terjatuh dari kereta kuda. Lalu secara tak sengaja, celana dalamnya terlihat jelas oleh para pejalan kaki. Kabar tersebut sempat bikin gempar. Para penerbit majalah Inggris berlomba menceritakan kembali peristiwa tersebut di halaman majalah mereka. Obrolan mesum beredar dari mulut ke mulut, membuat ketenaran Fisher semakin meroket. Persis sama seperti reaksi masyarakat terhadap skandal artis masa kini.

Melihat keempat kisah tadi, ternyata perilaku konyol di zaman dulu dan sekarang ada yang nggak jauh beda. Apa kamu tahu kekonyolan lain yang masih dilakukan manusia semenjak dulu? Kalau tahu share di kolom komentar ya.

- Advertisement -
Shares 128

Komentar:

Komentar