Menelusuri Legenda Robert Johnson, Musisi Blues yang Dimitoskan Melakukan Perjanjian dengan Iblis

Penggemar musik sejati pasti kenal dengan istilah 27 Club. Itu lho, sekumpulan musisi populer dunia yang meninggal di usia 27 tahun. Beberapa nama yang tergabung di 27 Club antara lain Janis Joplin, Kurt Cobain, Jimi Hendrix, Jim Morrison, dan Amy Winehouse. Kalau kamu belum tahu, anggota 27 Club sampai saat ini udah mencapai 71 orang yang sebagian besarnya wafat saat berada di puncak popularitas.

Hmm… kok banyak ya musisi terkenal yang meninggal di usia 27? Apakah ini hanya kebetulan, atau ada alasan lain yang berhubungan dengan hal-hal mistik? Misalnya, 27 tuh mungkin kayak usia terkutuk di kalangan musisi. Entahlah. Saya sendiri menganggap fenomena 27 Club nggak lebih dari kebetulan yang menghebohkan.

Meski demikian, di antara seluruh punggawa 27 Club, ada satu sosok yang menurut saya cukup menarik untuk dibahas. Ia adalah Robert Johnson, legenda musik blues yang, konon katanya, mati di usia muda akibat melakukan perjanjian dengan iblis.

Serasa lagi dengar cerita anime ya.

Robert Johnson/via atlasobscura.com

Menurut rumor yang beredar, Johnson menukar jiwanya dengan bakat musik yang sebelumnya tak pernah disaksikan orang-orang pada masa itu. Hasilnya, skill bermusik yang katanya pemberian iblis itu jadi sumber kesuksesan Johnson sebagai bintang blues terpopuler pertama dalam sejarah. Di puncak kariernya saat tahun 1930-an, aksi panggung Johnson mampu menarik penikmat musik dari berbagai penjuru Amerika.

Nggak cukup sampai di situ, beredar pula gosip yang menyebut bintang blues itu kerap meniduri satu atau dua penggemar cewek selepas manggung. Wajar sih, soalnya Johnson memang punya banyak penggemar. Apalagi ia termasuk tipe cowok yang bisa bikin cewek meleleh lewat nyanyian dan petikan gitarnya. Para musisi Delta blues di masa itu pun banyak yang mengakui kalau Johnson memang jauh lebih keren dari mereka saat bermain gitar.

Bakat yang dimiliki Robert Johnson memang luar biasa. Sepanjang kariernya yang cukup singkat, ia mampu menelurkan 29 lagu blues yang katanya diciptakan dalam waktu kurang dari satu tahun saja. Atau mungkin lebih tepatnya, nggak lama setelah ia “dianugerahi bakat oleh sang iblis”.

Yah, terlepas dari benar atau tidaknya rumor tersebut, nyatanya karya-karya Johnson sangat berpengaruh terhadap dunia musik di era berikutnya. Musisi jenius seperti Keith Richards, Eric Clapton, Brian Jones, dan Bob Dylan pun mendapat inspirasi dari lagu-lagu Robert Johnson.

Meskipun Robert Johnson cukup terkenal di zamannya, nyatanya nggak banyak orang yang tahu tentang masa kecil dan kehidupan pribadi Johnson. Minimnya informasi faktual ini memicu orang-orang yang pernah menyaksikan Johnson bernyanyi menyebar rumor. Misalnya lewat interpretasi subjektif dari lirik lagu Robert Johnson, Cross Road Blues:

via howstuffworks.com

“I went to the crossroad, fell down on my knees, I went to the crossroad, fell down on my knees, Asked the Lord above ‘Have mercy now, save poor Bob if you please’”

“Aku pergi ke persimpangan jalan, duduk berlutut, aku pergi ke persimpangan jalan, duduk berlutut, Bertanya kepada Tuhan di atas ‘Sekarang kasihanilah, selamatkan Bob yang malang jika engkau berkenan’”

Seiring waktu, lirik lagu di atas dianggap sebagai representasi simbolis dari orang berdosa yang meminta pengampunan karena menjual jiwanya pada iblis. Belum lagi, selain judul di atas, ada tiga lagu lain ciptaan Johnson yang juga dianggap “mencurigakan”: Me and the Devil Blues, Hellhound on My Trail, dan Up Jumped the Devil. Dari judulnya aja kita dibuat berpikir bahwa sang bintang blues seolah punya pengalaman pribadi dengan iblis.

Tapi apakah memang betul demikian?

Jika ingin menyelidiki mitos seputar Robert Johnson, kita mesti kembali ke tahun 1930 di Robinsonville, Mississippi. Saat itu Johnson yang masih berusia 19 tahun datang ke klub malam di mana legenda Delta blues seperti Son House dan Willie Brown sedang tampil. Sebagai musisi muda yang ingin diakui talentanya, tentu Johnson kepengin ikut ambil bagian di acara musik tersebut. Kesempatan itu pun datang, Johnson dipersilakan tampil menunjukkan kebolehannya di hadapan musisi lokal dan para penggemar musik Delta blues.

Tapi sayang, penampilan Johnson nggak membuat penonton terkesan. Salah satu musisi bahkan sempat bilang kalau permainan gitar Johnson jelek banget. Alhasil, suasana di juke joint Robinsonville jadi kacau balau dan pemilik klub pun terpaksa mengusir Robert Johnson. Usai peristiwa memalukan itu, Johnson tak terlihat lagi batang hidungnya di acara musik lokal mana pun selama satu tahun.

Kemudian suatu hari, tatkala House dan Brown tampil di Banks, Mississippi, Johnson kembali terlihat dengan menenteng tas gitar di punggungnya. Ketika melihat Johnson, House sempat bertanya, “Hey, Nak, mau kau gunakan untuk apa gitarmu itu? Mau bikin orang kebisingan setengah mati lagi?”

Ucapan House itu tak dihiraukan Johnson yang terlihat pede dengan kemampuannya kali ini. Ia mengeluarkan gitar enam senar biasa, tapi dengan tambahan senar ketujuh, modifikasi gitar yang tak pernah disaksikan House dan Brown sebelumnya. Dan kejutan dari Johnson pun belum cukup sampai di situ.

Saat tampil di atas panggung, orang-orang menyadari kalau Johnson punya tingkat keterampilan yang istimewa. Ia memetik serangkaian kunci dengan sangat lincah. Dan katanya, alunan musik yang dihasilkan Johnson dari petikan gitarnya hampir mirip suara piano yang dimainkan dengan tiga tangan.

Lantas, bagaimana mungkin remaja yang setahun sebelumnya ditendang keluar dari Robinsonville, datang kembali sebagai gitaris paling berbakat di kancah musik Delta blues? Orang-orang yang terpana di Banks punya satu kesimpulan: Johnson telah membuat kesepakatan dengan iblis.

Crossroads, Mississippi, lokasi yang disebut tempat Johnson “berdiskusi” dengan iblis/via bestroadtripever.com

Di kalangan masyarakat kulit hitam Deep South 1920-an, musik blues dianggap sebagai musik setan. Kenapa? Sebab pada masa itu musik blues seringkali dimainkan di klub-klub malam di mana banyak orang melakukan berbagai tindakan maksiat: berdansa, mabuk-mabukan, dan mungkin menjalin hubungan terlarang. Dengan kata lain, musik blues merayu masyarakat untuk meninggalkan hal-hal yang berhubungan dengan kepentingan beragama.

Makanya nggak mengherankan kalau kemunculan musisi berbakat seperti Johnson disertai rumor kesepakatan dengan iblis. Fakta menariknya, Johnson bukanlah musisi pertama yang dirumorkan pergi ke Crossroads untuk menjual jiwanya pada iblis.

Oke, sampai sini, pembahasan kita kayaknya tinggal menyisakan dua pertanyaan. Pertama, dari mana Johnson memperoleh bakat gitar istimewa dalam waktu yang singkat? Kedua, mengapa Johnson menyertakan iblis di sejumlah judul lagu dan liriknya?

Di film dokumenter Netflix berjudul ReMastered: Devil at the Crossroads, diceritakan bahwa kelihaian Johnson dalam bermain gitar nggak diperoleh dalam waktu singkat. Usai peristiwa memalukan di Robinsonville, nyatanya ada waktu sekitar tiga tahun (bukan satu tahun) sebelum Johnson kembali tampil di atas panggung.

Ike Zimmerman/via reddit.com

Selama tiga tahun itu, Johnson berusaha keras mengasah bakatnya dengan bimbingan musisi blues Ike Zimmerman. Diceritakan pula bahwa Zimmerman kerap membawa Johnson ke pemakaman setempat di tengah malam. Di sana, Zimmerman dan Johnson menjalani “ritual” bermain gitar, sambil bernyanyi untuk orang-orang yang telah wafat. Pengalaman bermusik yang unik inilah yang mungkin menginspirasi sang gitaris blues legendaris untuk menciptakan lagu-lagu bernuansa spiritual.

Pesan simbolik tentang iblis yang tertuang di beberapa lagu karya Johnson pun sebenarnya tak bisa dipisahkan dari pengalaman hidup sang gitaris. Yup, Robert Johnson memang dikenal memiliki kehidupan yang sulit. Sejak kecil ia berpindah-pindah tempat tinggal dan sempat menjadi korban kekerasan ayah tirinya. Di usia remaja, Johnson menikahi kekasihnya, Virginia, yang kemudian meninggal saat melahirkan buah hati mereka. Mungkin lirik lagu Cross Road Blues sebenarnya adalah cerminan dari beratnya pengalaman hidup yang dilalui Robert Johnson.

Maka dari itu, nggak mengherankan jika pada akhirnya Robert Johnson menjadi pemabuk berat dan begitu akrab dengan gemerlapnya dunia malam. Rumor yang menyebut Johnson kerap kali meniduri wanita saat tampil di berbagai kota mungkin memang benar adanya. Banyak orang percaya, Johnson tewas di usia 27 akibat diracun oleh pria yang diduga suami dari wanita simpanannya.

Kematian Robert Johnson di usia 27 nggak ada sangkut pautnya dengan iblis. Tapi mitos yang menyelimuti kehidupan anggota 27 Club ini nyatanya masih bertahan sampai sekarang.

bayubaharul:
Related Post
Leave a Comment