Kisah tentang 7 Orang yang Selamat dari Maut, tapi Tak Lama Kemudian Meninggal

Final Destination versi dunia nyata!

:
via wall.alphacoders.com

Pernah nonton film Final Destination? Itu lho, film tentang sekelompok orang yang berhasil lolos dari kematian, tapi akhirnya satu per satu dari mereka meninggal dengan cara yang sadis dan ironis.

Setelah beres nonton itu film, saya dapat kesimpulan: kematian bukan sesuatu yang bisa dihindari apalagi dicurangi.

Meskipun Final Destination cuma fiksi belaka, ternyata ada beberapa peristiwa kematian di dunia nyata yang hampir sama dengan cerita di serial film tersebut. Yaa pastinya, tujuh cerita yang bakal kita bahas ini nggak sedramatis di film sih.

Awalnya orang-orang ini selamat dari peristiwa maut yang mengancam nyawa mereka. Tapi nggak lama kemudian, mereka meninggal (dengan cara lain dan terkesan ironis). Tanpa berlama-lama lagi, yuk langsung saja kita simak Final Destination versi dunia nyata.

1. Pengendara mobil nyaris jatuh dari tebing, ditabrak bus tak lama kemudian

via abc7ny.com

Seorang pengemudi asal Amerika Serikat terjebak di tepian jurang setelah mobil SUV-nya menabrak pembatas jalan. Pengemudi itu kehilangan kendali saat melintasi tikungan di jalan raya Malibu, California. Seandainya ia telat menginjak rem, pasti mobilnya langsung terjun bebas ke jurang dan bisa berkibat fatal.

Pria itu beruntung bisa lolos dari maut. Tapi sayang keberuntungannya cuma bertahan sesaat. Setelah berhasil keluar dari mobilnya, pria malang itu langsung ditabrak bus yang melintas dan tewas di tempat.

Hmm… sungguh kebetulan buruk yang tidak terduga.


2. Seorang penyiar berita selamat dari penembakan massal, lalu terjebak lagi di peristiwa yang serupa

via hiddenexperience.blogspot.com

Di bulan Juni 2012, penyiar berita Jessica Redfield hampir saja kehilangan nyawanya saat terjadi penembakan massal di Eaton Centre Mall, Toronto, Amerika Serikat. Beberapa menit setelah Redfield keluar dari food court di pusat perbelanjaan itu, seorang pria bersenjata datang, lalu menembak secara membabi buta. Satu orang tewas dan beberapa lainnya terluka dalam insiden tersebut.

Di blog pribadinya, Redfield menjelaskan sebelum meninggalkan food court, dirinya sudah punya firasat buruk. Ia pun merasa bersyukur bisa selamat dari musibah itu.

Namun satu bulan setelah penembakan di Toronto, kejadian serupa kembali terjadi, tepatnya di sebuah bioskop di Aurora, Colorado. Penembakan massal itu mengakibatkan 12 korban jiwa, salah satu korbannya… Jessica Redfield.

Sayang sekali ya, firasat buruk nggak bisa menyelamatkan Redfield untuk kedua kalinya.

3. Seorang wanita yang selamat dari tragedi 9/11 meninggal di kecelakaan pesawat dua bulan kemudian

via financialexpress.com

Hilda Yolanda Mayol adalah mantan pegawai restoran yang bekerja di gedung World Trade Center. Pada tanggal 9 September 2001, Mayol berhasil selamat dari serangan teroris yang menghancurkan WTC. Kala itu, ia berhasil melarikan diri lewat lantai dasar tak lama setelah pesawat menghantam gedung.

Dua bulan kemudian, dalam perjalanan menuju Republik Dominika, Mayol tewas setelah pesawat American Airlines yang ditumpanginya jatuh di kawasan Queens, New York. Kecelakaan itu merenggut 256 nyawa, termasuk Mayol dan Ruben Rodriguez.

Rodriguez merupakan seorang tentara yang ditugaskan selama 6,5 bulan di Afghanistan. Setelah keluar dari peperangan, ia turut jadi korban kecelakaan pesawat di perjalanan menuju rumahnya.

4. Tewas oleh tim penyelamat

via pixabay.com

Pada tahun 2013, pesawat Asiana Airlines penerbangan 214 mengalami kecelakaan saat mendarat di bandara San Fransisco, Amerika Serikat. Dari 305 penumpang, satu orang dinyatakan meninggal.

Dalam peristiwa itu, seorang gadis berusia 16 tahun, Ye Meng Yuan, berhasil keluar dari badan pesawat yang sudah ringsek dan mulai terbakar. Dengan kondisi terluka, gadis itu meringkuk di tanah beberapa meter dari pesawat sambil menunggu datangnya bantuan. Tapi nahas, truk pemadam kebakaran yang datang tak sengaja melindas tubuh Yuan.

Orang tua Yuan akhirnya menuntut pemerintah San Fransisco atas keteledoran yang merenggut nyawa buah hati mereka. Yuan berangkat dari Korea Selatan ke California untuk mengikuti Annual Summer Camp dan program bahasa Inggris di beberapa universitas.

5. Meninggal setelah membaca berita kematiannya sendiri

via biography.com

Marcus Garvey merupakan politisi dan aktivis hak asasi manusia asal Jamaika. Sebagai pendukung setia paham Nasionalisme Kulit Hitam, Garvey kerap memprotes perilaku rasisme dan diskriminasi terhadap orang kulit hitam di era 1900-an.

Pada tahun 1940, saat sedang membaca surat kabar Chicago Defender, Garvey terkejut setelah menemukan obituarium (berita kematian) palsu tentang dirinya. Riwayat singkat di obituarium itu menjelaskan kalau Garvey meninggal dalam keadaan bangkrut, kesepian, dan tak terkenal. Saking marahnya, Garvey langsung terkena dua serangan strok dan meninggal di rumah sakit beberapa lama kemudian.

Entah obitarium itu memang sengaja dibuat orang jahil, atau memang ada Marcus Garvey lain yang meninggal dalam keadaan terpuruk. Meskipun demikian, Garvey selamat dari kematian palsu… yang ironisnya justru membuatnya meninggal.

6. Keberuntungan yang nggak datang dua kali

via therichest.com

Pada tahun 1977, seluruh anggota tim bola basket Universitas Evansville, Amerika Serikat, tewas dalam kecelakaan pesawat. David Furr jadi satu-satunya anggota tim yang selamat. Alasannya, Furr nggak ikut terbang karena cedera pergelangan kaki saat timnya hendak bertamu ke markas lawan.

Yup, Furr merasa beruntung karena masa hidupnya lebih panjang dibanding rekan setimnya. Tapi sayang, keberuntungannya hanya bertahan dua minggu. Tak lama, kecelakaan mobil segera merenggut nyawa Furr kala ia dan adiknya berkendara dalam kondisi mabuk.

7. Seorang wanita meninggal karena terkejut saat melihat dirinya dimakamkan

via elitereaders.com

Fagilyu Mukhametzyanov dinyatakan meninggal di usia 49. Jadi wajar saja jika keluarga yang berduka segera menggelar upacara pemakaman untuknya. Tapi masalahnya, Mukhametzyanov ternyata belum meninggal. Saat jenazahnya hendak dikebumikan, ia tiba-tiba bangun dari kematian.

Mukhametzyanov sadar dirinya sedang berbaring di dalam peti dan mendengar doa-doa serta tangisan orang-orang di sekitarnya. Seketika saja ia merasa terkejut, bangun dari peti matinya, lalu berteriak meminta pertolongan. Malangnya, perasaan terkejut dan panik menyebabkan ia terkena serangan jantung.

Keluarga yang melihat keganjilan itu langsung membawa Mukhametzyanov ke rumah sakit… di mana ia dinyatakan meninggal dunia.

Menurut kamu apa ketujuh peristiwa di atas sama seperti di film Final Destination? Hmm… hampir mirip lah ya.

Satu hikmah yang bisa dipetik: kalau suatu saat kamu berhasil selamat dari kejadian maut, jangan bertindak gegabah dan cobalah menjadi jauh lebih waspada dan bersyukur karena masih bisa selamat. 

Komentar:

Komentar